TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Seekor ular piton sepanjang sekitar dua meter menggegerkan warga Dusun Karangmulyo Desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (11/1/2026) malam.
Ular tersebut ditemukan berada di sekitar rumah milik Syahrul, warga setempat sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penghuni rumah dan lingkungan sekitar.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.21 WIB. Saat itu, Syahrul sedang mencari ikan di sungai yang berada di depan rumahnya.
Syahrul tiba-tiba melihat seekor ular berukuran cukup besar berada di sekitar area rumah dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 22.18 WIB dan tiba tiga menit kemudian.
Proses penanganan berlangsung cepat untuk mencegah ular berpindah ke area permukiman yang lebih padat.
Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono mengatakan bahwa evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan warga.
Kaleb menyebut, petugas menjalankan prosedur standar penanganan satwa liar berbahaya.
"Begitu menerima laporan dari warga, tim langsung kami kerahkan. Evakuasi dilakukan sesuai SOP menggunakan peralatan khusus agar tidak membahayakan petugas maupun masyarakat," kata Kaleb, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Meski Perokok Pasif, Perempuan Justru Mendominasi Pengidap Kanker Paru di Kabupaten Trenggalek
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan sarung tangan pelindung dan stik khusus ular untuk menjinakkan serta mengamankan reptil tersebut.
Ular piton itu akhirnya berhasil ditangkap tanpa perlawanan berarti dan tidak menimbulkan kerusakan di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil pendataan petugas, ular yang dievakuasi merupakan jenis piton dengan panjang sekitar dua meter dan berat kurang lebih 1,5 kilogram.
Hewan tersebut kemudian diamankan untuk selanjutnya ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Kaleb memastikan, dalam kejadian tersebut tidak ada korban, baik luka ringan, luka berat, maupun korban jiwa.
Warga di sekitar lokasi juga dinyatakan aman setelah ular berhasil diamankan.
Dia pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat sungai, kebun, atau area yang masih banyak vegetasi.
Menurutnya, perubahan lingkungan dan cuaca bisa membuat satwa liar keluar dari habitatnya dan masuk ke permukiman.
"Jika menemukan ular atau satwa liar berbahaya di sekitar rumah, jangan mencoba menangani sendiri. Segera laporkan ke petugas agar bisa ditangani secara aman," tegas Kaleb.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik