WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir tak selalu identik dengan keluhan.
Di balik jalanan basah dan langit kelabu, ada cerita tentang rezeki yang turun bersama derasnya air dari langit.
Di pinggir Jalan I Gusti Ngurah Rai, arah Bekasi menuju Cakung, Jakarta Timur, deretan jas hujan warna-warni bergoyang pelan tertiup angin.
Digantung sederhana dengan tali pada rangka kayu, lapak itu tampak mencolok di antara lalu-lalang kendaraan. Di sanalah Muslim (50) mengais rezeki.
Muslim adalah salah satu pedagang jas hujan musiman yang kebanjiran pembeli saat hujan datang hampir setiap hari.
Baca juga: Hujan Deras di Jakarta, Ini Daftar 6 RT dan 4 Ruas Jalan yang Terdampak Genangan Air
Sejak musim penghujan tiba, ia mengaku bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu rupiah per hari.
“Kalau lagi hujan terus seperti sekarang, alhamdulillah bisa dapat untung Rp100 ribu sampai Rp200 ribu sehari,” ujar Muslim sambil merapikan dagangannya saat ditemui Wartakotaliv.com.
Ia menjajakan berbagai jenis jas hujan dengan harga terjangkau.
Untuk atasan jas hujan saja, Muslim mematok harga Rp5.000.
Sementara satu set baju dan celana jas hujan dijual seharga Rp15.000. Pembelinya pun beragam, mulai dari pengendara motor hingga warga yang melintas mendadak kehujanan.
Lapak sederhana itu menjadi penyelamat bagi banyak orang yang tak sempat bersiap menghadapi hujan.
Tak jarang, pengendara berhenti mendadak, menepi, lalu membeli jas hujan agar bisa melanjutkan perjalanan.
Bagi Muslim, hujan bukan sekadar cuaca, melainkan sumber penghidupan.
Ayah lima anak ini mengaku bersyukur masih bisa bekerja keras demi masa depan keluarganya.
Dari hasil berjualan jas hujan dan tas slempang, ia mampu menyekolahkan anaknya hingga ke pesantren di Cikarang, Bekasi.
Baca juga: Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Merata, 12 Januari 2026 Hati-hati Genangan
“Yang penting halal dan bisa buat anak sekolah. Saya bersyukur hujan malah bawa berkah,” katanya dengan senyum sederhana.
Di tengah genangan dan kemacetan yang kerap menyertai musim hujan, kisah Muslim menjadi potret kecil tentang ketangguhan warga Jakarta.
Saat sebagian orang mengeluh, ada mereka yang justru menemukan harapan di bawah guyuran hujan yang tak henti-henti.
Hujan Deras Picu Genangan di Jakarta, 6 RT dan 4 Ruas Jalan Terendam
Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan genangan di sejumlah titik, Senin (12/1) pagi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat 6 RT dan 4 ruas jalan yang terdampak genangan air.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan genangan terjadi di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara akibat curah hujan yang tinggi serta luapan kali.
Di Jakarta Selatan, genangan melanda 6 RT. Rinciannya, satu RT di Kelurahan Duren Tiga tergenang air setinggi sekitar 40 sentimeter akibat curah hujan tinggi dan hingga kini masih dalam penanganan petugas.
Selain itu, tiga RT di Kelurahan Pasar Minggu terdampak genangan dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 95 sentimeter.
"Genangan di wilayah ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang disertai luapan Kali Krukut. Saat ini, kondisi masih dalam proses penanganan," ucap Yohan, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, di Jakarta Utara, genangan terjadi di dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter akibat curah hujan tinggi. Petugas masih melakukan penanganan di lokasi.
Tak hanya permukiman, genangan juga merendam empat ruas jalan, yakni Jalan Anggrek di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Rorotan 10 di Kelurahan Rorotan depan Masjid Tanwirul Ikhsan, serta Jalan Taman Stasiun di Kelurahan Tanjung Priok.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di seluruh wilayah terdampak.
Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Selain itu, BPBD bersama lurah dan camat setempat turut menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan maupun banjir susulan.
Dalam kondisi darurat, warga dapat menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa.(m27)