Penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Terancam Terganggu Cuaca Buruk
January 12, 2026 11:05 AM

 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Hasanuddin mengingatkan potensi cuaca buruk di sekitar Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, dalam tiga hari ke depan.

Hujan ringan hingga lebat yang disertai petir (thunderstorm) dan angin kencang berpotensi akan terjadi.

Kepala Kelompok Forecaster BMKG Sultan Hasanuddin, Dofiali Dwi, mengatakan kondisi cuaca di wilayah bandara masih cukup dinamis dan berisiko bagi aktivitas penerbangan.

“Untuk kondisi bandara tiga hari ke depan masih berpotensi hujan ringan hingga hujan lebat, disertai thunderstorm dan angin kencang,” katanya dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan cuaca buruk tersebut dapat berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan.

Khususnya saat proses lepas landas dan pendaratan pesawat.

Ia menuturkan, faktor utama yang terdampak adalah jarak pandang (visibility) pilot yang dapat menurun secara drastis ketika hujan lebat disertai angin kencang.

“Cuaca sangat berpengaruh karena pasti memengaruhi jarak pandang untuk kegiatan take off dan landing,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah penerbangan berpotensi mengalami go around atau holding.

Dofiali mencontohkan dampak signifikan yang terjadi pada cuaca buruk sebelumnya, di mana kecepatan angin mencapai 43 knot di sekitar bandara.

“Kemarin dampaknya sangat signifikan, angin mencapai 43 knot,” ujarnya.

Dofiali menyebut potensi gangguan dapat terjadi sepanjang hari.

Hal itu disebabkan oleh aktifnya angin monsun barat yang membawa massa udara basah dan angin kencang, terutama di lapisan atas atmosfer.

“Karena memang musim hujan dan monsun barat aktif, sehingga potensi risiko bisa terjadi sepanjang waktu,” jelasnya.

Ia menambahkan, jarak pandang umumnya terganggu saat terjadi hujan sedang hingga lebat atau cuaca ekstrem.

Namun, keputusan terkait kelayakan take off dan landing sepenuhnya berada di tangan pihak Air Traffic Control (ATC) atau AirNav Indonesia.

“BMKG hanya menginformasikan kondisi cuacanya, sedangkan keputusan operasional di bandara ditentukan oleh ATC/AirNav,” tegasnya.

BMKG juga telah mengeluarkan imbauan dan peringatan dini kepada pengelola bandara dan pihak terkait sebelum terjadinya cuaca ekstrem.

“Kami dari BMKG sudah memberikan warning sebelum cuaca ekstrem terjadi dan rutin kami sampaikan,” katanya.

Sementara itu, PGS Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, memastikan operasional bandara tetap berjalan normal.

Ia menyebut hingga pagi ini tidak ada penerbangan yang terganggu akibat cuaca buruk.

“Tidak ada (penerbangan yang terganggu),” kata Taufan.

Meski demikian, pihak bandara tetap melakukan langkah antisipasi di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Taufan mengatakan koordinasi rutin terus dilakukan dengan seluruh stakeholder penerbangan.

“Dari sisi bandara, kami memastikan operasional fasilitas berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan kesiapan fasilitas bandara menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penerbangan.

Pihak bandara juga terus memantau perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BMKG secara berkala.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.