TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Riau terus memantau kondisi akses jalan ke daerah-daerah yang rawan terendam banjir di sepanjang bantaran Sungai Kampar, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan data milik BPBD Pelalawan, akses yang terendam air masih 3 titik, baik jalan penghubung antar desa maupun akses ke dusun-dusun.
Kondisi banjir yang merendam jalan belum menunjukkan penurunan maupun peningkatan signifikan.
"Kondisi hari ini masih sama seperti kemarin, belum ada kenaikan berarti. Tapi belum surut total di daerah yang tergenang banjir," tutur Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Senin (12/1/2026).
Tiga titik akses jalan yang digenangi air berada di sepanjang bantaran Sungai Kampar.
Titik terparah di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci yang telah terputus sejak empat hari yang lalu.
Air merendam badan jalan yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke Desa Rantau Baru setinggi 30 sampai 50 centimeter.
Kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa lagi melintasi jalan.
Masyarakat menggunakan sampan dan pompong untuk menyeberang.
Kemudian jalan yang menghubungkan Desa Tambak dan Desa Sotol di Kecamatan Langgam, terendam banjir setinggi 30 sampai 40 Cm.
Akses itu hanya bisa dilewati kendaraan roda empat ke atas.
Sebagian masyarakat menggunakan jasa penyeberangan sampan dan pompong yang disiapkan warga setempat.
"Akses jalan dari Kelurahan Langgam ke Dusun Muaro masih terendam air, tapi belum menghambat aktivitas. Masih bisa dilalui sepeda motor dan mobil," tambah Zulfan.
Dikatakannya, kondisi alama tiga lokasi itu yang membuat air merendam cukup lama.
Akses jalan itu berada di dataran rendah dan rentan digenangi air saat hujan lebat dan debit Sungai Kampar meningkat.
Jika ada penimbunan atau akses jalan ditinggikan, lokasi itu akan bebas dari banjir.
Hari ini elevasi Sungai Kampar di penyeberangan ponton Langgam Kabupaten Pelalawan terpantau setinggi 2,47 meter di atas batas normal.
Hanya naik 3 Cm dari sehari sebelumnya.
Kondisi ini dipengaruhi curah hujan yang mulai turun dan pasang laut yang kian surut pada pertengahan Januari ini.
"Wilayah lain tetap aman dan belum ada banjir yang berdampak luas ke pemukiman masyarakat maupun akses transportasi di Jalintim," imbuh Zulfan.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)