Andre Rosiade Datangi Bareskrim, Bicara Soal Tambang Ilegal di Sumbar
kumparanNEWS January 12, 2026 11:57 AM
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan koordinasi terkait maraknya penambangan ilegal di Sumatera Barat. Koordinasi tersebut dilakukan menyusul mencuatnya kasus penganiayaan terhadap seorang nenek bernama Saudah di Kabupaten Pasaman.
“Pagi ini saya datang ke Bareskrim Mabes Polri melakukan koordinasi dengan Direktorat Tipidter ya Bareskrim Mabes Polri untuk soal kasus penambangan ilegal yang ada di Sumatera Barat. Jadi kasus nenek Saudah yang ada di Pasaman itu adalah puncak gunung es,” kata Andre saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Senin (12/1).
Andre menjelaskan, praktik penambangan emas ilegal di Sumatera Barat telah berlangsung lama dan tersebar di sejumlah daerah.
Ia menyebut Kabupaten Pasaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, hingga Sijunjung, sebagai wilayah yang selama ini diketahui memiliki aktivitas tambang ilegal.
“Kita tahu beberapa tahun belakang peti penambangan emas secara ilegal di Sumatera Barat itu marak. Ada di Kabupaten Pasaman, di tempat Nenek Saudah itu. Lalu di Kabupaten Pasaman Barat, lalu ada Kabupaten Salur Selatan, dan juga Kabupaten Sijujung, dan beberapa tempat lain,” ujarnya.
Menurut Andre, kasus penganiayaan terhadap Nenek Saudah hanya membuka sebagian kecil dari persoalan besar tambang ilegal di daerah tersebut.
“Jadi yang perlu dipahami oleh masyarakat bahwa kasus Nenek Saudah ini hanya seperti gunung es. Untuk itu, kami sudah berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri Dirtipidter,” katanya.
Andre menuturkan, ia mendorong Mabes Polri untuk segera menurunkan tim guna menuntaskan persoalan tambang ilegal di Sumatera Barat.
Ia mengingatkan, penindakan serupa pernah dilakukan tetapi tidak berlangsung lama.
“Kita akan berkoordinasi agar segera Mabes Polri menurunkan tim. Dulu juga sudah pernah Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit. Turun, hilang (tambang ilegal) berapa bulan, habis itu muncul lagi,” ujar Andre.
Ia berharap, koordinasi yang dilakukan kali ini dapat memastikan penanganan tambang ilegal benar-benar tuntas. Andre juga meminta aparat penegak hukum di Sumatera Barat tidak menutup mata terhadap praktik yang menurutnya sudah menjadi rahasia umum.
“Dan juga kita berharap aparat penegak hukum yang ada di Sumatera Barat, khususnya polres-polres yang punya titik penambangan ilegal ini tidak menutup mata,” kata Andre.
Andre menegaskan, masyarakat luas sudah mengetahui keberadaan tambang-tambang ilegal tersebut, terutama yang beroperasi di sungai-sungai.
“Karena penambangan ilegal di Sumatera Barat ini sudah merupakan rahasia umum. Masyarakat luas sangat tahu bahwa tambang-tambang ilegal di sungai-sungai, di Pasaman, Pasaman Barat, di Kabupaten Sijujung, Kabupaten solok Selatan itu ada,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/1). Foto: Rayyan/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (12/1). Foto: Rayyan/Kumparan
Ia juga menyampaikan komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri dalam penegakan hukum terhadap tambang ilegal, terlebih setelah bencana alam melanda Sumatera beberapa waktu lalu.
“Apalagi kita tahu Presiden Prabowo komit untuk melakukan penegakan hukum terhadap tambang-tambang liar dan tambang-tambang ilegal,” kata Andre.
Andre menegaskan, koordinasi ini dilakukan agar kasus nenek Saudah tidak berhenti pada perkara penganiayaan semata, melainkan membuka pengusutan yang lebih besar.
“Saya sebagai anggota DPR yang mewakili Sumatera Barat hari ini berkoordinasi dengan Bareskrim, agar kasus nenek Saudah itu tidak hanya berhenti soal kasus pidana penganiayaan,” ujarnya.
“Tapi memang ada kasus yang lebih besar itu tambang ilegal atau tambang liar. Untuk itu kita tidak ingin orang-orang yang selama ini berlindung dan kebal para penambang liar ini selamat,” lanjut Andre.
Ia juga menyinggung kemungkinan adanya pihak yang membekingi praktik tambang ilegal tersebut.
“Karena ini sudah menjadi penyakit rutin dan masif ya. Di mana semua masyarakat tahu bahwa di Pasaman Kutu dan Pasaman Barat itu sudah menjadi rahasia umum. Ya mungkin saja ada yang membeking,” kata Andre.
Namun, Andre menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada keterlibatan korporasi besar dalam tambang ilegal di Sumatera Barat.
“Kalau di Sumbar beda. Jadi di Sumatera Barat itu beda ya. Korporasi besar yang seperti di daerah lain. Dia ini pemain-pemain ya mungkin pengusaha punya puluhan alat berat,” ujarnya.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.