Tak Cuma Naik 2 Pangkat Sekaligus, Rizki Juniansyah Juga Pindah Matra AL ke AD, Ini Kata Pengamat
January 12, 2026 12:04 PM

 

SURYA.co.id – Nama Rizki Juniansyah kembali menggema, bukan hanya di arena angkat besi, tetapi juga di tubuh Tentara Nasional Indonesia.

Atlet nasional yang juga perwira TNI itu menerima penghargaan yang jarang terjadi, bahkan nyaris tak pernah tercatat sebelumnya, kenaikan pangkat luar biasa dua tingkat sekaligus, dari Letnan Dua langsung menjadi Kapten.

Prestasi itu datang setelah Rizki mengukir sejarah di SEA Games 2025 Thailand, menyabet emas sekaligus memecahkan rekor dunia. 

Namun kejutan tak berhenti di situ. Bersamaan dengan kenaikan pangkat tersebut, Rizki juga mengalami perpindahan matra, dari TNI Angkatan Laut ke TNI Angkatan Darat.

Bagi banyak prajurit, satu kenaikan pangkat adalah buah penantian panjang.

Bagi Rizki, penghargaan itu datang bersama air mata dan rasa tak percaya.

Baca juga: Sosok Pengamat yang Sebut Kenaikan Pangkat 2 Tingkat Rizki Juniansyah Tak Lazim Tapi Tak Melanggar

Keputusan Panglima dan Momen Emosional di Istana

Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) tersebut merupakan keputusan langsung Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Pengumuman itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat penyerahan bonus atlet di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Di hadapan kepala negara dan jajaran pejabat, momen itu menjadi salah satu titik paling emosional dalam perjalanan hidup Rizki, sebuah pengakuan negara atas keringat, luka latihan, dan disiplin militer yang dijalaninya bersamaan.

Penghargaan tersebut menempatkan Rizki bukan hanya sebagai atlet berprestasi, tetapi juga simbol bagaimana negara memaknai prestasi anak bangsanya.

Baca juga: Rekam Jejak Rizki Juniansyah yang Dapat Kenaikan Pangkat 2 Tingkat hingga Disorot Pengamat ISSES

Tangis Sang Prajurit

Usai menerima penghargaan, Rizki tak mampu menyembunyikan perasaannya.

Dalam wawancara di kanal YouTube Sekretariat Presiden, ia mengaku sama sekali tidak mengetahui rencana kenaikan pangkat itu.

“Karena saya sebelumnya memang belum tahu,” ucapnya singkat, dengan suara yang masih bergetar, dilansir SURYA.co.id dari Tribunnews.

Ia juga membenarkan kabar perpindahan matra yang menyertainya.

Ingat Rizki Juniansyah, atlet angkat besi?
Ingat Rizki Juniansyah, atlet angkat besi? (Kolase IWF/Instagram)

Padahal, Rizki baru saja dilantik sebagai perwira TNI AL pada 27 November 2025 melalui jalur Dikmapa Prajurit Karier Keahlian Khusus Siber.

“Alhamdulillah, sekarang saya dipindahkan ke TNI Angkatan Darat,” jelasnya.

Perpindahan tersebut telah dikonfirmasi oleh pejabat TNI pada Sabtu (10/1/2026), menandai babak baru dalam karier militernya, sebuah jalur yang tak banyak dilalui prajurit lain.

Terobosan Berani yang Perlu Dipagari Aturan

Pengamat militer sekaligus Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas, menilai mutasi antar matra yang dialami Rizki sebagai langkah berani dari Panglima TNI.

Menurut Anton, praktik interservice transfer bukan hal asing di militer dunia. Amerika Serikat, misalnya, telah lama menerapkannya sebagai bagian dari manajemen talenta.

“Dengan dipersiapkan dengan baik, kebijakan ini bisa ikut meningkatkan performa organisasi secara signifikan,” ujarnya.

Anton juga menyoroti fakta bahwa KPLB dua tingkat yang diterima Rizki merupakan yang pertama kali terjadi di lingkungan TNI.

Dari 39 prajurit TNI berprestasi di SEA Games 2025, hanya dua yang memperoleh KPLB.

Selain Rizki, Muhammad Alfi Kusuma dari cabang taekwondo naik satu tingkat, dari Letnan Dua menjadi Letnan Satu.

Sementara 37 prajurit lainnya mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan Perwira dan Bintara.

Secara regulasi, Anton menegaskan kebijakan ini memiliki dasar hukum kuat, yakni PP Nomor 35 Tahun 2025 tentang Administrasi Prajurit TNI, khususnya Pasal 27.

“Secara normatif, tidak ada yang dilanggar dari penghargaan ini, meski sebelumnya KPLB biasanya hanya satu tingkat,” katanya.

Namun ia mengingatkan, tanpa standar yang jelas, kebijakan serupa berpotensi menimbulkan kecemburuan di internal.

“Standarisasi prestasi atlet prajurit penting agar capaian mereka benar-benar menjadi bagian dari indeks kinerja, bukan sekadar pengecualian,” tutup Anton.

Di tengah sorak sorai kemenangan dan gemerlap pangkat baru, kisah Rizki Juniansyah meninggalkan jejak yang lebih dalam, tentang dedikasi ganda sebagai atlet dan prajurit, serta tentang bagaimana negara memilih memberi makna pada prestasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.