TRIBUNMANADO.CO.ID - Berpulangnya Astrid Kumentas, meninggalkan duka bagi para kader PDIP Manado.
Dalam kiprahnya sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDIP Manado, Astrid dikenal tangguh, militan serta sangat getol membumikan ideologi partai di kalangan kaum muda.
Diketahui Astrid meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026) di RSUP Kandou Manado.
Jarak rumah sakit sekitar 20 km dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi.
Waktu tempuh sekira 46 menit dengan kendaraan bermotor lewat Jl. A.A. Maramis/Kairagi - Mapanget.
Hari itu pula PDIP berulang tahun ke - 53.
Ketua DPC PDIP Manado Richard Sualang mengaku kehilangan sosok pejuang partai yang tangguh dan militan.
"Selamat jalan Acid, di HUT partai ini kami kehilangan sosok pejuang yang tangguh," katanya Senin (12/1/2026).
Dikatakan Richard, pengurus partai, kader dan simpatisan diundang mengikuti ibadah penghiburan PDI Perjuangan pada Senin (12/1/2026) di rumah duka di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minut, provinsi Sulut.
Jarak lokasi 17 km dari Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulut.
Waktu tempuh sekira 24 menit dengan kendaraan bermotor lewat Jl. Tol Manado - Bitung dan Jl. Ring Road.
Wakabid Kehormatan Partai DPC PDIP Manado Markho Tampi mengatakan, Astrid adalah sosok pejuang yang tak kenal lelah memperjuangkan ideologi partai.
Ungkap dia, perjuangan Astrid di PDIP telah berlangsung sejak tahun 90 an.
"Kami sangat sangat kehilangan," katanya.
Pengurus DPC lainnya Fanny Mantali mengatakan, para kader PDIP sangat berdukacita.
Ia berharap api perjuangan Astrid akan diteruskan oleh segenap kader PDIP Manado.
Kabar duka itu datang di tengah sukacita Hut ke 53 PDI Perjuangan, Sabtu (10/1/2026).
Salah satu kader terbaik PDIP kota Manado Astrid Kumentas mengembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu (10/1/2026) sekira pukul 07.23 Wita di Rumah Sakit Umum Provinsi Prof Kandou Malalayang, Manado.
Astrid wafat di usia 40 tahun.
Di DPC PDIP Manado, Astrid tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi.
Kabar duka cita ini disambut dengan kesedihan para kader PDIP kota Manado.
Suasana syukuran HUT PDIP di kantor DPC PDIP Manado beralamat Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, kota Manado, provinsi Sulut, menjadi agak sendu.
Para kader bersaksi tentang kiprah Astrid yang berjuang tanpa henti dan tak pernah letih hingga akhir hayatnya untuk kebesaran PDIP di kota Manado.
Astrid memang memberikan jiwa raganya untuk PDIP.
Mantan Noni Sulut 2004 ini memilih berkiprah di bidang politik dan PDIP adalah pilihannya.
Ladang perjuangan Astrid adalah ideologi partai.
Ia getol memperjuangkan itu, terutama membumikannya di kalangan kaum muda.
Belasan tahun berkarir di PDIP, sejumlah capaian ia raih.
Antaranya Juru Bicara Terbaik di Pelatihan Nasional Tim Pemenangan Pilkada 2024 utusan PDIP Manado.
Rangkaian prestasi itu mengantarnya sebagai Staf Khusus Wali Kota Manado. (Art)
Baca juga: Polda Sulut Ungkap Penyebab Kematian Evia, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga
(TribunManado.co.id)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini