Rentetan Teror Bom Guncang Thailand Selatan, 11 SPBU Diledakan Dalam Kurun Waktu 40 Menit
January 12, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANGKOK - Rentetan ledakan bom mengguncang wilayah selatan Thailand, tepatnya di Narathiwat, Pattani, dan Yala pada Minggu (11/1/2026) dini hari.

Ledakan bom mengguncang 11 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kurun waktu 40 menit.

Belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab dalam teror bom tersebut.

Wilayah selatan Thailand memang sudah cukup lama dilanda konflik antara pemerintah dengan kelompok pemberontak.

Di sisi lain, teror bom tersebut juga bersamaan dengan pemilihan administrator lokal yang digelar pada hari yang sama.

Dalam teror bom ini, sejumlah orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Adapun aparat berwenang tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap aktor di balik teror bom ini.

Dikutip dari Tribun Jateng, Gubernur Narathiwat, Boonchauy Homyamyen menyebut pelaku peledakan bom adalah sekelompok pria.

Para pelaku datang ke sejumlah SPBU dan langsung meledakan bom.

"Ini terjadi hampir bersamaan. Sekelompok pria yang jumlahnya tidak diketahui datang dan meledakkan bom yang merusak pom bensin," kata Gubernur Narathiwat, Boonchauy Homyamyen.

Dalam teror bom di wilayah Narathiwat, seorang anggota kepolisian terluka.

Baca juga: Penghianatan Berujung Pembakaran, Pria di Tulungagung Bakar Rumah Kekasihnya Karena Diselingkuhi

Kemudian seorang petugas pemadam kebakaran serta dua karyawan SPBU terluka dalam ledakan di Pattani.

Keempat korban telah dilarikan ke rumah sakit dan dilaporkan tidak mengalami luka serius.

 Hingga kini, belum ada pihak yang ditangkap maupun mengeklaim bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut.

Meledak berantai dalam 40 menit

Pernyataan dari militer Thailand menyebutkan, beberapa bom meledak dalam kurun waktu 40 menit selepas tengah malam.

Meski tidak semua ledakan menyebabkan kebakaran besar, kerusakan dilaporkan cukup signifikan di beberapa titik.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengaitkan serangan ini dengan pemilihan administrator lokal yang digelar pada hari yang sama.

"Ini merupakan sinyal, bertepatan dengan pemilihan. Bukan ditujukan untuk pemberontakan," ujarnya kepada wartawan.

Di sisi lain, komandan militer wilayah selatan, Narathip Phoynok, mengatakan bahwa pihaknya meningkatkan pengamanan ke tingkat maksimum di semua area, termasuk di pos pemeriksaan jalan dan wilayah perbatasan.

Wilayah selatan Thailand—yang berbatasan dengan Malaysia—merupakan daerah yang secara budaya berbeda dari wilayah Thailand lainnya secara agama.

Sejak 2004, konflik bersenjata antara kelompok pemberontak dan pemerintah menewaskan ribuan orang di kawasan ini.

Pasukan keamanan Thailand yang menjaga ketat wilayah tersebut selama ini menjadi salah satu sasaran utama dalam serangan yang terjadi secara berkala. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.