TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI - Dua kapal feri di Pelabuhan Bulukumba, Sulsel tujuan antar pulau tidak bisa berlayar, Senin (12/1/2026).
Kapal feri KMP Sangke Palangga dan KMP Takabonerate.
Kapal ini tidak dapat berlayar dari Pelabuhan Bira, Bulukumba ke sejumlah pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar dan ke Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jarak dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Benteng, Selayar, sekitar 45–50 kilometer.
Waktu tempuh kapal ferry reguler, dua sampai tiga jam.
"Kapal itu dengan tujuan Pelabuhan Bira Pattumbukan, Kayuadi , Jinato Jampea , Bonerate dan Kalaotoa," kata Supervisi ASDP Bira-Selayar, Muh Gufron kepada TribunBulukumba di Pelabuhan Bira siang tadi.
Penyebabnya cuaca ekstrem.
"Gelombang tinggi di wilayah kepulauan sampai di perairan Labuan Bajo dua sampai empat meter," jelas Gufron.
Ketinggian ombak ditambah kecepatan angin 60 knot.
Knot (simbol: kn atau kt) adalah satuan pengukuran kecepatan yang digunakan secara internasional dalam bidang kelautan (maritim) dan penerbangan (aviasi).
Satu knot setara dengan satu mil laut per jam.
Berikut adalah perbandingan 1 knot dengan satuan kecepatan lainnya:
1 knot = 1,852 kilometer per jam (km/jam)
1 knot = 1,15 mil per jam (mph)
1 knot = 0,514 meter per detik (m/s)
Contoh, kapal berlayar dengan kecepatan 10 knot berarti sekitar 18,52 km/jam.
Kondisi ini sangat tidak aman untuk kapal feri berlayar.
Sedang untuk pelayaran kapal feri tujuan Pelabuhan Pamatata Selayar ke Pelabuhan Bira tetap berlayar hari ini.
Namun sistem yang mereka gunakan adalah sistem buka tutup.
Jika cuaca gelombang tinggi maka pelayaran dapat dihentikan.
"Tapi pagi ini berjalan normal pelayaran kapal feri tetap lancar," katanya.
Seorang pengusaha elektronik di Bulukumba bernama Crist Thamrin menyampaikan atas terhambatnya pelayaran barang elektroniknya ke pulau juga tidak dapat dikirim.
"Termasuk barang-barang saya tidak dapat diangkut ke Labuan Bajo karena kapal feri tidak berlayar," kata Crist Thamrin.
Atas kondisi cuaca buruk ia memaklumi dan bersabar menunggu cuaca membaik.
"Dampak kerugian tentu ada karena barang lambat terjual tapi keselamatan lebih utama," katanya.
Di daratan Bulukumba angin kencang melanda sesekali hujan ringan. (*)