TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Dua nelayan asal Jeneponto, hilang di perairan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, ditemukan.
Mereka, Lili (31) dan Resky (32) masing- masing berdomisili Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
Keduanya dilaporkan hilang pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 17:30 Wita.
“Alhamdulillah sudah ditemukan dengan selamat,” kata Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, Andi Octave saat ditemui di Kantornya di Jl Bhayangkara, Kecamatan Sinjai Utara.
Ini lembaga di tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang bertugas merencanakan, mengoordinasikan, melaksanakan, dan memantau kegiatan penanggulangan bencana di wilayahnya.
Kantor BPBD Sinjai berjarak 500 meter dari Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sinjai.
Kantor BPBD Sinjai berada di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.
Andi Octave mengenakan kemeja hijau tua mengatakan korban ditemukan oleh kapal pencari ikan sedang melintas wilayah tersebut.
“Keduanya ditemukan kapal pencari ikan yang melintas di belakang Pulau Sembilan,” ujar Andi Octave sesekali menyeruput kopi hitam.
Pulau Sembilan Sinjai adalah sekelompok pulau kecil yang berada di wilayah Kabupaten Sinjai, terletak di perairan Selat Makassar.
Sekitar 25–30 kilometer dari daratan Sinjai, bisa dijangkau dengan perahu dari Pelabuhan Bulupoddo.
Sesuai namanya, terdiri dari sembilan pulau utama, meski beberapa di antaranya hanya berupa batu karang atau pulau kecil yang tidak berpenghuni.
Beberapa pulau berpenghuni, warganya mayoritas nelayan. Mata pencaharian utama adalah perikanan dan keramba ikan.
Pulau ini dikenal memiliki pantai dan spot snorkeling yang indah, air laut jernih, dan potensi wisata bahari.
Hanya bisa dicapai dengan perahu, dan cuaca menjadi faktor penting dalam perjalanan ke pulau-pulau tersebut.
Saat ditemukan kata Andi Octave Lili dan Resky terombang-ambing diatas kapalnya.
“Sekitar sepuluh jam terombang ambil diatas kepalnya baru ditemukan,” katanya.
Sebelum hilang ungkap Andi Octave mereka memancing dan memasang jaring disekitar Pulau Sembilan menggunakan perahu.
Namun saat memancing, Lili dan Resky dihantam cuaca ekstrem angin kecang.
Mereka kemudian ingin berlabuh di pulau sekitar namun tali jangkar kapal putus.
Lili dan Resky memilih untuk kembali ke Desa Angkue.
Saat perjalanan pulang kapal mereka mengalami mati mesin dan hilang kontak.
“Dihantam cuaca buruk jadi mereka kembali namun di dalam perjalanan mesin kapal mati dan hilang kontak,” ujarnya.
Mendapat laporan nelayan hilang, BPBD Sinjai berkoordinasi dengan Basarnas Bone, POLAIR Polres Sinjai, Syahbandar Sinjai dan Polsek Pulau Sembilan.
“Sementara kita berkoordinasi untuk melakukan pencarian, alhamdulillah sudah ditemukan,” katanya.
Andi Octave menuturkan kedua korban sudah dibawa ke Desa Angkue.
“Sudah dibantu dibawa ke Desa Angkue,” ujarnya. (*)