Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Luthfi Husnika
TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Pertandingan Arema FC melawan Persik Kediri pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/1/2026), berakhir dramatis.
Tim tuan rumah Arema FC berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 2-1 lewat dua gol di masa injury time.
Persik Kediri sejatinya tampil solid sepanjang pertandingan dan sempat berada di atas angin.
Tim berjuluk Macan Putih itu bahkan lebih dulu memecah kebuntuan melalui gol Muhammad Supriadi pada menit ke-80, yang membuat Persik unggul 1-0 hingga mendekati akhir laga.
Namun, keunggulan tersebut sirna secara menyakitkan. Arema FC mampu membalikkan keadaan di menit-menit krusial injury time lewat dua gol beruntun yang tercipta pada menit 90+5 dan 90+8.
Gol penyama kedudukan Arema FC lahir dari gol bunuh diri Muhammad Supriadi pada menit 90+5.
Tiga menit berselang, Arema FC memastikan kemenangan setelah Ian Lucas Puleio Araya mencetak gol penentu yang sekaligus menutup laga dengan skor 2-1.
Baca juga: Drama 90+8! Arema FC Bangkit, Kutukan Kanjuruhan Terpatahkan
Pelatih kepala Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku tidak puas dengan hasil akhir pertandingan, meski menilai anak asuhnya tampil lebih baik sepanjang laga.
Ia menyebut Persik seharusnya mampu membawa pulang kemenangan dari Kanjuruhan.
"Saya pikir Persik bermain dengan baik dan juga tidak kalah bagus dari Arema FC. Kita harusnya bisa menang dengan baik, tapi di menit-menit akhir kita kehilangan kesempatan itu," kata Marcos Reina seusai pertandingan.
Marcos bahkan menilai Persik tampil lebih baik dibanding Arema FC di berbagai lini permainan.
"Persik Kediri bermain lebih baik dari Arema di pertandingan ini, Persik bermain lebih baik di semua lini dan sebenarnya pantas menang," ucapnya.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa kejadian di menit-menit akhir akan menjadi bahan evaluasi serius bagi timnya.
"Apa yang terjadi di menit-menit akhir akan menjadi evaluasi dan perbaikan di masa mendatang. Saya rasa secara taktikal kita lebih bagus dari mereka," terangnya.
Marcos juga menyoroti perubahan situasi di lapangan yang terjadi jelang laga usai, terutama dalam hal bertahan.
"Di tengah-tengah ada beberapa situasi yang berubah terutama di menit-menit akhir, dan Persik harus lebih percaya diri lagi dalam melakukan clearance di kotak penalti," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Persik Kediri, Wigi Pratama, turut menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas hasil yang diraih timnya.
"Kami bermain bagus dan mengikuti apa yang sudah dirancang di latihan, tapi kami tidak bisa meraih poin maksimal. Harusnya kami bisa meraih 3 poin penuh."
"Untuk itu kami minta maaf pada seluruh suporter, kami bakal berjuang lagi di pertandingan selanjutnya," tutup Wigi.