SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Jelang laga ke-16 Pegadaian Championship 2025/26 lawan FC Bekasi City di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jumat (16/1/2026) pukul 15.30, skuat Sriwijaya FC dikabarkan tersisa 15 pemain.
Dari data Sripoku.com, ternyata masih ada 2 pemain lagi masih terdaftar sebagai penggawa Sriwijaya FC musim ini. Selain Ade Suryana yang masih cedera lutut, kiper Geri Mandagi hingga kini masih di kampung halamannya, Manado sejak libur jeda kompetisi dan belum kembali bergabung dengan Elang Andalas.
Di beberapa media sosial, nama kiper Geri Mandagi termasuk salah satu pemain yang telah dicoret dari daftar pemain Sriwijaya FC. Geri Mandagi pun membantahnya.
"Saya masih di Sriwijaya FC," kata Geri Mandagai mengomentari postingan beberapa akun Medsos yang menyebut namanya telah dicoret dari daftar pemain SFC, Senin (12/1/2026).
Geri yang yang pernah membawa PSBS Biak promosi ke Liga 1 mengatakan sehabis merayakan Natal kemarin diirnya sudah siap untuk kembali bergabung dengan tim Sriwijaya FC.
"Saya tunggu tiket sampai sekarang gak dikasih. Saya gak bisa beli tiket sendiri. Sudah gak gajian 3 bulan lagi. Saya standby latihan mandiri, bantu melatih adik-adik di Manado dan nyari kerja sampingan buat keluarga. Sampai sekarang masih menunggu instruksi manajemen Sriwijaya FC," kata kiper kelahiran Tomohon (Sulawesi Utara), 12 Juni 1988.
Krisis finansial yang melanda Sriwijaya FC terus berdampak serius terhadap keberlangsungan tim.
Satu per satu pemain eksodus meninggalkan Palembang, menyusul sebelumnya sejumlah nama seperti Rendi Juliansyah, Eros Dermawan, Jechson Felix Tiwu, Vieri Donny, Rafif, Ibnu Yazid, Al Muzanny, Ganjar Mukti, Reza Pahlevi, Sandhya Wiratama, hingga Sahbandi yang lebih dahulu meninggalkan SFC.
Kondisi tersebut kian diperparah dengan hengkangnya dua pilar utama Laskar Wong Kito, yakni Sutan Zico dan Farhan Rahman.
Laga kontra Persekat Tegal pada Sabtu (10/1/2026) menjadi pertandingan terakhir keduanya berseragam Sriwijaya FC.
Sutan Zico menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sriwijaya FC atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk berkompetisi di Liga 2.
Penampilan apiknya bersama Elang Andalas membuat namanya kembali dilirik klub-klub besar, salah satunya Persiraja Banda Aceh yang tertarik menggunakan jasanya.
Zico menjadi sosok penting di lini depan Sriwijaya FC. Ia tercatat sebagai pencetak gol terbanyak tim dengan koleksi tiga gol.
Pemain bernomor punggung 9 tersebut juga mencatatkan 15 penampilan, dengan total 16 tembakan dan enam di antaranya mengarah ke gawang.
“Terlalu manis untuk dilupakan, terlalu pahit untuk dikenang. Terima kasih,” tulis Zico melalui akun Instagram pribadinya, @sutanzicoo, Minggu (11/1/2026).
Hal serupa juga disampaikan Farhan Rahman. Gelandang jangkar Sriwijaya FC itu mengucapkan terima kasih kepada suporter, manajemen, dan masyarakat Sumatera Selatan atas dukungan yang diberikan selama dirinya membela Laskar Wong Kito.
“Terima kasih atas kesempatan dan pengalaman berharga selama bekerja di tim ini. Mohon maaf atas segala kekurangan dan sampai jumpa di lain kesempatan,” tulis Farhan di akun Instagram @farhan68_ar.at, Minggu (11/1/2026).
Selama dua musim berseragam Sriwijaya FC, Farhan menjadi pemain yang nyaris tak tergantikan. Ia mencatatkan 14 penampilan serta empat tembakan mengarah ke gawang.
Absennya Wakil Presiden klub, David, di jajaran manajemen turut disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Farhan memilih melanjutkan karier ke klub lain.
“Nanti lihat saja bang,” ujar Farhan kata Farhan yang dikabarkan hijrah ke PSMS Medan.
Hingga kini, Sriwijaya FC hanya menyisakan 15 pemain aktif dalam skuadnya, terdiri dari tiga penjaga gawang dan 12 pemain lapangan.
Daftar 15 pemain tersisa Sriwijaya FC:
Rangga Pratama (GK)
Acil Kuba (GK)
Zaenuri (GK)
Rizki Abdiansyah (Bek)
Valentino Taleabun (Bek)
Fajri Ardiansyah (Bek)
Fiwi Dwipan (Bek)
Erick Cantona (Bek)
Nugroho Fatchurohman (Gelandang)
M Tirto (Gelandang)
Fernando Surbay (Gelandang)
Mukti Arya (Gelandang)
Madrid Agusta (Striker)
Nadhif Girosta Kosashi (Striker)
Ade Suryana (Striker – cedera ACL)
Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, mengungkapkan pihaknya telah berdiskusi dengan pelatih Budi Sudarsono serta manajer baru, Eko Saputro, untuk membahas keberlangsungan klub.
Menurutnya, Sriwijaya FC saat ini berada dalam kondisi memprihatinkan akibat krisis finansial dan hengkangnya sejumlah pemain inti.
“Mengenai pemain masih diatur oleh Pak Eko. Bismillah saja, mudah-mudahan masih ada yang mau membantu Sriwijaya FC di situasi seperti ini. Saya sudah berdiskusi dengan pelatih dan manajer terkait nasib klub ke depan,” ujar Anggoro, Senin (12/1/2026).
Anggoro tidak menampik kemungkinan Sriwijaya FC terdegradasi ke Liga 3. Namun demikian, ia menegaskan manajemen akan berupaya maksimal agar klub kebanggaan Sumatera Selatan itu tetap menyelesaikan kompetisi hingga akhir musim.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan musim ini sampai selesai,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa di tengah minimnya dukungan sponsor, manajemen dan pihak terkait masih berupaya menutup kebutuhan tim, termasuk biaya laga tandang, meski harus dilakukan secara patungan.
“Kita selesaikan musim ini. Apa pun hasilnya nanti, kita serahkan kepada Allah. Yang penting kita sudah berusaha,” tutupnya.
Saat ini, Sriwijaya FC berada di peringkat ke-10 klasemen Grup Barat dengan hanya mengoleksi dua poin dari 15 pertandingan.
Baca juga: Farhan Rahman, Sang Kapten Sriwijaya FC Resmi Pamit: “Terima Kasih, Elang Andalas!”
Mereka terpaut 15 poin dari Persekat Tegal yang berada satu tingkat di atasnya, dan berada di ambang degradasi tanpa adanya babak playoff zona degradasi.
Para pemain baru yang didaftarkan pada bursa transfer window dikabarkan bakal memperkuat Sriwijaya FC pasca laga away ke kandangnya FC Bekasi City.
"Infonya begitu," kata Manajer Tim Sriwijaya FC, Eko Saputro.