Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Bogor merupakan salah satu wilayah yang menjadi basis suporter terbesar dari tim sepakbola Persib Bandung.
Meski klub tersebut berpusat di Bandung, namun masyarakat Jawa Barat begitu mencintai tim berjuluk Maung Bandung itu.
Berbagai kelompok suporter pun terbentuk di Kota Hujan yang memiliki ciri khasnya masing-masing dalam memberi dukungan.
Seperti halnya Bogor Timur Crew, perkumpulan bobotoh yang terbentuk di wilayah Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor tepatnya di kawasan Ciheuleut.
Kelompok ini mengusung gaya casual football mengadopsi suporter sepakbola di Inggris yang muncul tahun 70-an.
Subkultur ini tak lagi mengenakan atribut tim kebanggaan ketika mendukung klub kesayangannya berlaga.
Mereka berpakaian santai dari brand-brand ternama yang cukup mahal mulai dari Stone Island, Lacoste, Fila, Polo Ralph Laurent, Marshall Artist, Napapijri, Ellesse, Sergio Tacchini, Paul & Shark, Burberry, dan masih banyak lagi.
Gaya Casual Football inipun sangat identik dengan sepatu Adidas bergaris tiga, namun beberapa bebeeapa merk lainnya juga tetap digunakan seperti Puma, New Balance, dan brand olahraga lainnya.
Sementara itu, Bogor Timur Crew ini lahir pada 2023 yang sebelumnya bernama Viking Bogor Timur.
Perubahan nama itu terjadi seiring dengan adanya regenerasi dalam organisasi yang sudah ada sejak tahun 2008 tersebut.
"Bogor Timur Crew tuh sebenernya movement dari Viking Bogor Timur. Seiring berjalannya waktu kan kita berubah lah dari viking ke FCC (Flowers City Casuals), ke casual lah," ujar penggerak Bogor Timur Crew, Bokir, Senin (12/1/2026).
Selain berubah nama dan gaya dukungan, perubahan lain yang dilakukan oleh Bogor Timur Crew adalah mengawal tim kebanggaan hingga ke luar daerah.
Bokir mengatakan, kelompoknya lebih berfokus pada laga tandang atau away dibandingkan pertandingan kandang.
Berbagai daerah pun telah dijamah oleh Bogor Tinur Crew mulai dari Tangerang, Malang, Madura, Surabaya, dan banyak kota lainnya.
Bokir mengungkapkan, alasan memilih berfokus pada pertandingan tandang karena terdapat sensasi tersendiri yang berbeda dibandingkan laga kandang.
"Kita sekarang gak kayak dulu, lebih fokus ke away dibanding ke home. Kita juga lebih terbuka juga buat siapapun bobotoh yang mau gabung berangkat pas away," katanya.