TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dua anak Gus Dur merasa heran dengan Rizki Abdul Rahman Wahid yang melaporkan comica Pandji Pragiwaksono. Bahkan menurut keduanya, Nahdlatul Ulama (NU) sama sekali tidak menyoal materi stand up Pandji di acara Mens Rea.
Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi atas dugaan penghasutan dan penistaan agama gara-gara membicarakan soal NU mendapat izin mengelola tambang di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Kasubbid Humas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan terlapornya adalah Rizki Abdul Rahman Wahid dengan nomor laporan STTLP/B/166/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
"Terlapornya saudara PP seorang laki-laki. Saudara RARW melaporkan tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea," katanya.
Rizki melaporkan Pandji dengan mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah.
Namun begitu anak Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan di internal NU, tidak membahas soal materi stand up Pandji Pragiwaksono.
"Belum dibicaraka sih soal ini yah, kita juga kaget," katanya.
Kata Yenny, pihak NU justru merasa heran terhadap Rizki yang mengaku sebagai Angkatan Muda NU.
"Buat kita ini mereka siapa ? Tidak mewakili NU sebagai sebuah organisasai, tidak ada afiliasinya. Sudah dibantah kan oleh pengurus PB (Pengurus Besar)," kata Yenny di Metro TV.
Ia mengatakan jika seorang comica bisa dijerat hukum pidana, ia khawatir adiknya juga akan menghadapi masalah serupa.
"Adik saya juga kan comika, bisa kena masalah dia nanti. Kebebasan berpendapat di Indonesia dicapai dengan harga sangat mahal sekali. Ketika terjadid demo 98 dan sebelumnya perjuangan dari aktivis, mahasiswa, itu semua harus kita hargai," katanya.
Baca juga: Reaksi Indro Warkop Soal Pandji Pragiwaksono Dipolisikan: Kalau Tak Terjadi, Ngapain Ada Penolakan ?
Atas perjuangan mendapat demokrasi, kini justru dengan mudah mengkriminalisasi pihak yang menyuarakan pendapat.
"Jangan kemudian kita sangat mudah melakukan kriminilasi ke mereka yang menyuarakan pendapatnya. Walaupun kita tidak setuju dengan materi yang dibawakan dengan pendapat mereka, tetap kita harus menghargasi mereka punya hak, bahkan ketika mereka salah mereka punya hak," katanya.
Menurut Yenny, humor atau komedi menjadi alternatif dalam menyampaikan pendapat karena kritik sudah tidak lagi didengar.
"Batasan ini harus kita definisikan bersama sebagai bangsa. Di titik mana sih kita ini bisa mentoleir pendapat yang kita anggap tidak kebablasan dan mencederai bersama. Ranah politik humor itu justru dibutuhkan untuk fungsi kontrol, kritik keras dianggap sebagai sebuah ancaman humor lah yang menjaga kewarasan kita sebagai bangsa," kata Yenny.
Baca juga: Mens Rea Heboh, Pandji Pragiwaksono Kena Roasting Kiky Saputri Viral, Disentil Soal Materi Politik
Sementara Inayah Wahid masih belum dapat menelan dan mengerti unsur penghinaan di materi stand up Pandji Pragiwaksono.
Menurutnya soal NU menerima izin mengelola tambang adalah sebuah fakta.
"Yang disebut menghina bagian mana ? Faktanya kan NU nerima tambang ya itu fakta yang diketahui semua orang. Saya sendiri udah berapa kali merosting PBNU untuk alasan yang sama, membuat joke tentang hal itu tapi sama mas Rizki gak dituntut," katanya.
"Apa yang di dalam konteksnya mas Pandji yang kemudian jadi maslaah yang perlu dituntut ? Karena ini fakta semua orang tahu," tambah Inayah Wahid.
Ia menekankan bahwa gugatan Rizki Abdul Rahman Wahid sama sekali tidak mewakili NU.
"Ya itu kan ini yah subjektif jadinya yah. Mas Rizki bisa merasa terhina yang bisa saja mungkin sebagai Nahdliyin, dan mas Rizki mau menuntut ya monggo aja. Yang pasti tuntutan itu tidak mewakili Nahdliyin, organis Nahdlatul Ulama," katanya.
Menurutnya tidak ada organisasi Angkatan Muda NU.
"Gak ada yang namanya aliansi muda NU itu gak ada. Lembaga itu gak adam di dalam NU sendiri gak ada. Jadi gak tahu dia itu mewakili siapa. Silahkan mas Rizki sebagai warga negara punya hak kalau merasa terhina, pertanyaannya perlu apa gak ? penting apa gak ?," katanya.
Ia menekankan bahwa sampai dengan saat ini PBNU tidak ambil pusing terhadap materi stand up Pandji.
"Suara PBNU dalam hal ini gak masalah yang dikatakan Mas Padji," katanya.
Baca juga: Akun Media Sosial Rizki Abdul Rahman Wahid, Aktivis yang Laporkan Komedi Pandji Pragiwaksono
Inayah Wahid justru berpendapat laporan tersebut diajukan oleh orang yang namanya persis dengan Gus Dur.
"Dan agak ironis adalah yang nuntut Abdurrahman Wahid. Dalam konteks NU gitu yah, ini jauh banget," katanya.
Penasihan Ahli Kapolri Aryanto Sutadi mengatakan laporan Rizki tidak bisa gugur begitu saja meski tidak mewakili NU.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t