Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur (Jaktim) melakukan monitoring wilayah rawan banjir di Jalan Kramayuda, Kampung Petukangan, RT 010/RW 005, Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.

"Sejak pagi, kami sudah melakukan monitoring di wilayah rawan genangan. Hasil pantauan sementara, terdapat genangan air akibat hujan yang turun sejak pagi," kata Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur Ali Kojim saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Pemantauan tersebut menyusul turunnya hujan dengan intensitas ringan pada Senin pagi, dan bertujuan memastikan kondisi wilayah serta meminimalkan dampak banjir terhadap aktivitas warga.

Ali menyebutkan pemantauan itu difokuskan pada titik-titik yang kerap mengalami genangan dan banjir saat hujan turun.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi DKI Jakarta Wilayah Jakarta Timur, banjir mulai terpantau sekitar pukul 09.00 WIB dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter (cm).

Seiring berjalannya waktu, ketinggian air bertambah menjadi sekitar 40 cm pada pukul 10.00 WIB.

"Kami terus memantau perkembangan ketinggian air serta kondisi saluran drainase di sekitar lokasi. Kami bersama personel masih di lapangan," ujar Ali.

Dia menjelaskan hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan air menggenang di badan jalan dan lingkungan sekitar permukiman warga.

Meski demikian, hingga laporan dibuat, belum ada aduan terkait warga yang harus dievakuasi akibat genangan tersebut.

"Petugas terus kami siagakan untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan genangan," ucap Ali.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, BPBD Jakarta Timur menurunkan dua personel TRC untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan serta melaporkan perkembangan situasi secara berkala.

Ali mengimbau kepada seluruh warga yang berada di wilayah rawan banjir agar tetap waspada, terutama saat hujan turun.

Warga juga diminta segera melapor kepada pihak terkait apabila banjir bertambah tinggi atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Koordinasi dengan unsur kelurahan dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan dapat segera dilaksanakan jika kondisi memburuk," tegas Ali.

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta melaporkan sebanyak enam RT serta empat ruas jalan di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi.

Hingga pukul 09.00 WIB, terdapat enam RT serta empat ruas jalan di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan yang terdampak banjir.

Ketinggian air yang merendam wilayah itu, berkisar dari 20 sentimeter (cm) sampai hampir satu meter atau 95 cm, khususnya di tiga RT yang berada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sementara itu, ketinggian air yang merendam empat ruas jalan tersebut berkisar antara 10-20 cm.

Berikut enam RT dan empat ruas jalan yang terendam banjir.

Jakarta Selatan, 4 RT, yaitu:

Kelurahan Duren Tiga: 1 RT

Ketinggian air: 40 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi

Kelurahan Pasar Minggu: 3 RT

Ketinggian air: 40-95 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut

Jakarta Utara, 2 RT, yaitu:

Kelurahan Tanjung Priok: 2 RT

Ketinggian air: 20 cm

Penyebab: Curah hujan tinggi

Empat ruas jalan yang tergenang, yaitu:

1. Jalan Anggrek, Kelurahan Rawa Badak Utara

2. Jalan Walang Baru VII A, Kelurahan Tugu Utara

3. Jalan Rorotan 10, di depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Kelurahan Rorotan

4. Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok.