TRIBUNTRENDS.COM - Dalam buku IPAS Edisi Revisi Kelas VI, siswa tidak hanya mempelajari konsep pengetahuan, tetapi juga nilai kehidupan yang bersumber dari sejarah dan budaya bangsa.
Bab 4 tentang Kearifan Lokal mengajak siswa memahami bahwa persatuan tumbuh dari sikap saling menghargai yang diwariskan lintas generasi.
Melalui bacaan “Belajar Toleransi dari Mataram Kuno” di buku IPAS Kelas 6 halaman 104, siswa dikenalkan pada kehidupan masyarakat Mataram Kuno yang harmonis meski berbeda keyakinan Hindu dan Buddha.
Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 104 pada bagian Ayo, Membaca: Belajar Toleransi dari Mataram Kuno, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, guru, dan orang tua.
Ayo, Membaca
Bacalah teks berikut!
Siapkan buku catatanmu, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Halaman 96: Apa Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Mappalette Bola
1. Keberagaman apa saja yang terdapat di Kerajaan Mataram Kuno?
Jawaban:
Keberagaman yang terdapat di Kerajaan Mataram Kuno adalah keberagaman agama dan dinasti.
Masyarakatnya menganut agama Hindu dan Buddha, yang masing-masing dipimpin oleh Dinasti Sanjaya (Hindu) dan Dinasti Syailendra (Buddha).
Meskipun berbeda keyakinan dan latar belakang dinasti, mereka dapat hidup berdampingan secara rukun.
2. Mengapa Candi Plaosan merupakan simbol toleransi?
Jawaban:
Candi Plaosan merupakan simbol toleransi karena arsitekturnya memadukan unsur Hindu dan Buddha.
Relief-relief pada candi ini menggambarkan kepercayaan serta cerita mitologi dari kedua agama, yang menunjukkan sikap saling menghormati.
Pembangunan Candi Plaosan juga mencerminkan toleransi yang dijunjung tinggi oleh Rakai Pikatan dan Pramodawardhani, sehingga menjadi bukti nyata kerukunan umat beragama pada masa Mataram Kuno.
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Halaman 103: Mengamati Peristiwa yang Mencerminkan Dinamika Sosial
Disclaimer:
(Tribunnews.com/Farra/TribunTrends.com/Rafida Zukhrufi)