TRIBUNJATIM.COM - Seorang pemuda nekat menganiaya kakek hingga meninggal.
Peristiwa itu terjadi di halaman parkir Alfamart Bunderan Cibiru, Jalan A.H. Nasution, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) dini hari.
Pelaku merupakan pemuda bernama Dika Restu Wibowo (21) sedangkan korbannya adalah kakek, Ade Dedi (62).
Kondisi Ade Dedi meninggal setelah dianiaya oleh Dika.
Baca juga: Berlagak Jadi Preman, Yadi Ancam Bakar Minimarket hingga Karyawan Ketakutan, Kicep saat Ditangkap
Aksi Dika ternyata viral di media sosial setelah mengaku sebagai "anggota".
Saat itu Ade tak percaya dengan ucapan Dika.
"Saya juga anggota bapak. Yang pegang Cibiru sampai sini om saya," ujarnya.
Dika mengaku dalam kondisi mabuk lantaran minuman keras.
Uang yang dibawanya kurang sehingga dia menelepon paman untuk mentransfer sejumlah uang.
Dalam rilisnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan bahwa pihaknya telah menangkap pelaku.
Korban bernama Ade Dedi bertugas sebagai pengamanan di wilayah tersebut.
Ade dipukul hingga mengalami luka dan sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Ujungberung untuk mendapatkan perawatan medis.
“Pelaku yang diamankan berinisial Dika Restu Wibowo (21), warga Kabupaten Bogor. Berdasarkan hasil penyelidikan, kejadian bermula saat pelaku berbelanja di Alfamart dengan memasukkan sejumlah barang ke dalam jaketnya tanpa menggunakan keranjang belanja.
Aksi tersebut diketahui oleh karyawan minimarket yang kemudian melakukan pemeriksaan.” ujarnya, Minggu (11/1/2026).
Situasi sempat memanas dan terdengar oleh korban yang berada di lokasi.
Korban lalu meminta agar barang yang dibawa pelaku dibayar.
Namun, karena uang yang dimiliki pelaku tidak mencukupi, sebagian barang tidak jadi dibeli.
Merasa tersinggung karena disangka hendak mencuri, pelaku kemudian menghampiri korban di area parkir dan secara tiba-tiba melakukan penganiayaan.
"Pelaku memukul rahang korban hingga terjatuh, menginjak bagian leher dan dada korban, serta menampar pipi korban sebanyak dua kali hingga korban tidak sadarkan diri," ujarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya sejatinya pernah mengimbau pengusaha minimarket ataupun asosiasi minimarket terkait langkah pencegahan dari aksi perampokan.
Pertama, kata dia, pengusaha diminta untuk menambah personel sekuriti di minimarket.
"Ini imbauan saja, mudah-mudahan bisa didengarkan asosiasi minimarket yang ada di Jakarta khususnya. Kami mengusulkan saat itu untuk diadakannya petugas-petugas pengamanan di minimarket yang ada," kata Yusri Yunus di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (5/6/2020).
Lebih lanjut, Yusri Yunus mengimbau para pengusaha minimarket tidak ketergantungan dengan kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang telah dipasang.
Menurutnya, langkah pencegahan pengamanan juga diperlukan.
"Jangan terlalu dipercayakan kepada CCTV, memang sangat membantu CCTV itu tetapi kami mengimbau menyiapkan sekuriti di tempat-tempat minimarket-minimarket yang ada," jelasnya.
Berdasarkan penelusuran pihak kepolisian, para pelaku perampokan minimarket mengungkapkan selalu menghindari tempat yang dijaga sekuriti.
Sebaliknya, mereka lebih memilih tempat yang sepi dan minim penjagaan sebagai tempat aksinya.
"Hampir rata-rata mereka kalau ditanyakan motifnya kenapa sasarannya ke minimarket. Yang pertama disitu ada yang cash. Yang kedua, sisi pengamanannya memang lemah, yang ada disitu cuma petugas pelayan saja yang ada di minimarket tersebut. Kalau ada sekuriti disitu, mereka tidak akan berani," katanya