TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ternyata, ada doa orang tua di balik kemenangan 2-1 PSS Sleman atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1/2026).
Sebagai informasi, pemain PSS Sleman Junior Haqi tampil impresif untuk Laskar Super Elja saat melawan Laskar Mahesa Jenar.
Ia sukses membuka keunggulan cepat bagi PSS Sleman ketika pertandingan baru berjalan sekitar empat menit.
Gol kilat gelandang muda tersebut membuat tim tamu tersentak dan langsung mengubah ritme permainan.
PSS yang tampil agresif sejak awal akhirnya mampu mengamankan kemenangan 2-1 atas PSIS.
Selain gol Junior Haqi, satu gol kemenangan lainnya dicetak Gustavo Tocantins, sementara PSIS hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat sepakan Beto Goncalves.
Bagi Junior Haqi, gol ke gawang PSIS menjadi gol keduanya dalam lima penampilan bersama PSS Sleman di Pegadaian Championship 2025/2026.
Meski tak selalu tampil sebagai starter dan lebih sering masuk dari bangku cadangan, pemain berposisi gelandang itu mampu menjawab kepercayaan yang diberikan tim pelatih.
Dua gol yang telah ia sumbangkan sejauh ini menjadi bukti kualitas pemain kelahiran 23 Maret 2001 tersebut, sekaligus menunjukkan kontribusinya yang semakin signifikan di lini tengah PSS.
Selepas pertandingan, Junior Haqi menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim.
“Pertandingan ini hasil kerja keras tim, sehingga kita bisa menangkan poin pada pertandingan hari ini dan kita fokus lagi untuk pertandingan minggu depan,” ujar Junior Haqi.
Ditanya soal penampilannya yang brilian sebagai starter dan keberhasilannya mencetak gol cepat, Junior Haqi menyebut peran tim dan orang-orang terdekat sebagai faktor utama.
“Kuncinya dari tim serta pelatih juga, doa orang tua saya di rumah yang selalu mendoakan saya terus menerus dan doa pasangan saya. Itu, itu kuncinya,” ungkapnya.
Penampilan impresif Junior Haqi menjadi sinyal positif bagi PSS Sleman, yang kini memiliki lebih banyak opsi di lini tengah menjelang laga-laga krusial di bulan Januari ini.
Sementara itu Asisten Pelatih PSS, Gilang Ramadhan menyebut laga melawan PSIS bukan pertandingan yang mudah.
Terlebih PSS datang dengan modal kekalahan di laga sebelumnya.
“Pertandingan ini tidak mudah, apalagi di laga terakhir kita kalah. Tapi kami semua sepakat laga ini harus ambil tiga poin,” tambahnya.
Gilang menyoroti perubahan signifikan di kubu PSIS yang dinilainya tampil dengan wajah baru pada putaran kedua.
“PSIS di putaran kedua ini berbeda. Banyak pemain baru dan pola permainannya juga berubah. Tapi kami lebih fokus ke permainan tim sendiri,” ulasnya.
”Memang analisis kami terbatas karena belum melihat mereka bermain secara langsung, jadi masih menerka-nerka. Alhamdulillah pemain bisa mengatasinya,” jelas Gilang.
Sementara itu, tiga rekrutan anyar PSS Sleman belum mendapatkan kesempatan tampil saat Super Elja menundukkan PSIS Semarang pada lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026.
Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/1/2026), ketiga pemain anyar itu masih harus menunggu debutnya.
Dari tiga nama yang direkrut pada putaran kedua, hanya Figo Dennis yang masuk dalam daftar susunan pemain.
Sementara itu, Jehan Pahlevi dan bek asal Brasil Lucas Gama Moreira atau Lucao tidak tercantum dalam line up pertandingan.
Meski namanya masuk dalam daftar pemain, Figo Dennis yang merupakan eks PSIM Yogyakarta musim lalu itu belum mendapatkan menit bermain.
Pemain berusia 19 tahun tersebut masih harus menunda debut resminya bersama PSS Sleman.
Asisten Pelatih PSS Sleman, Gilang Ramadan, menjelaskan keputusan tim pelatih yang belum menurunkan para pemain anyar tersebut.
Menurutnya, situasi dan kebutuhan tim menjadi pertimbangan utama.
“Ya, mengenai pemain baru, ya mungkin untuk saat ini kita enggak bisa kasih ya menit bermain. Tapi seiring berjalannya waktu, ya kita masih lihat kondisi tim yang kita ada itu seperti apa,” ujar Gilang, Minggu (11/1/2026).
Ia menambahkan, tim pelatih masih terus mengevaluasi kebutuhan tim berdasarkan performa latihan dan situasi pertandingan ke depan.
“Kemudian pemain-pemain seperti apa (yang dibutuhkan dalam laga) kalau memang nanti di latihan terlihat ada yang kurang, yang pasti nanti ada pemain baru. Tapi kita masih lihat situasi kondisi tim seperti apa,” lanjutnya.
Terkait absennya Lucao dari daftar susunan pemain, Gilang menyebut masih ada kendala administratif yang harus diselesaikan untuk mendaftarkan sang pemain ke I.League.
“Ya untuk pemain barunya, ya kita juga masih urus administrasi ya terutama seperti Lucao yang kemarin ini mungkin ada bermasalah seperti berkas,” jelasnya.
Sementara untuk dua pemain muda pinjaman dari Persija Jakarta, Gilang memastikan keduanya sejatinya sudah bisa dimainkan.
Namun, tim pelatih memilih untuk menahan mereka terlebih dahulu.
“Terus juga sebenarnya untuk dua pemain lokal muda sudah bisa main ya dua pemain dari Persija, pemain muda, tapi memang belum waktunya dia main dikasih kesempatan pada pertandingan kemarin,” katanya.