TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Barcelona sukses mengukuhkan diri sebagai juara Piala Super Spanyol (Supercopa de Espana) seusai menumbangkan rival abadi mereka, Real Madrid, dalam laga final yang berlangsung super dramatis.
Bermain di King Abdullah Sports City, Senin dini hari WIB, Blaugrana menang tipis dengan skor 3-2 lewat pertandingan yang diwarnai hujan gol, kartu merah, dan tensi tinggi hingga detik terakhir.
Laga bertajuk El Clasico ini mempertemukan adu taktik kelas dunia antara Hansi Flick di kubu Barcelona dan Xabi Alonso yang menukangi Real Madrid.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, laga langsung berjalan dengan intensitas panas.
Barcelona tampil sangat dominan dalam penguasaan bola, mencoba mendikte permainan lewat operan-operan pendek, sementara Real Madrid memberikan ancaman mematikan lewat transisi serangan balik cepat yang efisien.
Raphinha keluar sebagai Man of the Match berkat torehan dua golnya (brace) yang krusial, sementara satu gol lainnya disumbangkan oleh bomber veteran Robert Lewandowski.
Di kubu Los Blancos, perlawanan sengit ditunjukkan lewat gol Vinicius Junior dan pemain muda berbakat Gonzalo Garcia Torres.
Kemenangan ini memastikan trofi bergengsi mendarat di kabinet Camp Nou musim ini.
Pertandingan dimulai dengan inisiatif serangan yang langsung diambil oleh Barcelona.
Mengandalkan lini tengah yang dipimpin oleh Frenkie de Jong dan Pedri, Barcelona berusaha mengurung Madrid di area pertahanan mereka sendiri.
Statistik di awal laga menunjukkan dominasi mutlak Barcelona, namun disiplinnya lini belakang Madrid yang digalang Dean Huijsen dan Raul Asencio membuat Blaugrana sempat kesulitan mencari celah.
Peluang demi peluang tercipta, namun Thibaut Courtois tampil sigap di bawah mistar gawang Madrid.
Di sisi lain, Madrid beberapa kali mengancam lewat kecepatan Vinicius Junior dan Rodrygo, memaksa kiper Barcelona, J. Garcia, bekerja keras melakukan penyelamatan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-36.
Baca juga: 5 Pertemuan Terakhir Real Madrid vs Barcelona Jelang Final Supercopa 2026
Berawal dari skema serangan yang dibangun dengan sabar dari lini belakang, gelandang muda Fermin Lopez melihat celah di sisi kanan pertahanan Madrid.
Ia melepaskan umpan terobosan akurat yang membelah pertahanan lawan.
Raphinha, yang bergerak lincah tanpa bola, menyambut umpan tersebut.
Dengan tenang, pemain sayap asal Brasil itu menaklukkan Courtois lewat sepakan terukur.
Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Barcelona.
Tertinggal satu gol membuat Real Madrid tersengat.
Pasukan Xabi Alonso mulai bermain lebih terbuka dan menekan garis pertahanan Barcelona lebih tinggi.
Namun, drama sesungguhnya baru terjadi di masa injury time babak pertama.
Tiga gol tercipta hanya dalam lima menit tambahan waktu.
Pada menit ke-45+2, Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan.
Sebuah serangan balik cepat Vinicius Junior dengan melakukan solo dribling sisi kanan pertahanan Barca.
Tanpa ampun, Vinicius berhasil menerobos pertahanan Barca dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper.
Papan skor berubah menjadi 1-1, dan pendukung Madrid bersorak.
Hanya berselang dua menit, tepatnya menit ke-45+4, mereka kembali unggul.
Kali ini giliran Pedri yang menunjukkan visi briliannya.
Gelandang kreatif itu mengirimkan umpan kunci ke jantung pertahanan Madrid yang langsung disambar oleh Robert Lewandowski.
Striker Polandia itu membuktikan ketajamannya belum habis dengan penyelesaian akhir yang dingin.
Barcelona memimpin lagi 2-1.
Di menit ke-45+7, detik-detik terakhir sebelum jeda, Real Madrid kembali memaksa skor imbang.
Gonzalo Garcia Torres, yang sebelumnya memberikan assist, kini mencatatkan namanya di papan skor.
Memanfaatkan kelengahan bek Barcelona dalam mengantisipasi bola mati, ia berhasil mencetak gol penyeimbang dari kemelut di depan gawang Barcelona.
Skor 2-2 menutup babak pertama yang luar biasa.
Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak menurun sedikitpun.
Hansi Flick dan Xabi Alonso sama-sama melakukan perubahan strategi untuk mencari gol kemenangan.
Barcelona tetap memegang kendali permainan, terlihat dari penguasaan bola mereka yang menyentuh angka 71 persen sepanjang laga.
Namun, Madrid tetap berbahaya setiap kali memegang bola.
Hansi Flick melakukan pergantian pemain yang terbukti menjadi kunci kemenangan.
Dani Olmo dimasukkan untuk menambah kreativitas di lini serang, menggantikan pemain yang mulai kelelahan.
Keputusan ini terbayar lunas pada menit ke-73.
Barcelona membangun serangan rapi dari sisi kiri.
Dani Olmo, yang baru masuk, melakukan pergerakan cerdas dan mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti.
Di sana, Raphinha sudah berdiri bebas dan tanpa kesalahan mencetak gol keduanya malam itu.
Skor berubah menjadi 3-2 untuk Barcelona.
Gol ini dirayakan dengan emosional oleh para pemain Blaugrana.
Tertinggal untuk ketiga kalinya membuat Xabi Alonso bereaksi keras.
Ia memasukkan "artileri berat" dari bangku cadangan.
Nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, David Alaba, hingga Arda Guler dimasukkan untuk menambah daya gedor.
Masuknya Mbappe sempat membuat lini belakang Barcelona ketar-ketir.
Kecepatan penyerang Prancis itu beberapa kali memaksa Jules Kounde dan Pau Cubarsi melakukan tekel-tekel krusial.
Real Madrid mengurung total pertahanan Barcelona di 10 menit terakhir pertandingan.
Tekanan bertubi-tubi dari Los Blancos membuat laga semakin panas.
Ketegangan memuncak di masa injury time babak kedua.
Malapetaka menghampiri Barcelona pada menit ke-90+1.
Sang jenderal lapangan tengah, Frenkie de Jong, harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Wasit mencabut kartu merah langsung setelah De Jong melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan serangan balik Madrid yang berpotensi gol.
Kehilangan De Jong membuat Barcelona dalam situasi kritis.
Mereka harus bertahan dengan 10 pemain di sisa waktu yang ada.
Real Madrid mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Mereka membombardir kotak penalti Barcelona dengan umpan-umpan silang dan tembakan jarak jauh.
Namun, soliditas pertahanan Barcelona dan ketenangan kiper J. Garcia mampu mematahkan setiap peluang Madrid.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-2 tetap bertahan.
Barcelona berhak mengangkat trofi Piala Super Spanyol dalam laga yang akan dikenang sebagai salah satu El Clasico terbaik.
Secara data, Barcelona memang tampil sangat dominan dalam mengontrol jalannya laga, meskipun Madrid bermain sangat efektif dalam menciptakan peluang.
Berikut adalah rincian statistik pertandingan final tersebut:
Baca juga: Barcelona vs Real Madrid: Jadwal, Susunan Pemain, dan Live Streaming Final Supercopa 2026
Barcelona (4-3-3):
Real Madrid (4-3-3):
Kemenangan ini melanjutkan dominasi Barcelona pada atas Real Madrid.
Real Madrid gagal untuk memulai tren kemenangan setelah pada pertemuan terakhir berhasil mengalahkan Barcelona di Laliga.
Barca berhasil mengangkat trofi Piala Super Spanyol mereka untuk yang ke-16 kalinya sejak yang pertama pada tahun 1983.
Pertandingan El Clasico selalu dipenuhi dengan jumlah gol yang bisa dibilang tidak sedikit dan membuat penonton selalu menantikannya. (MG Romadhon)