Drainase Tersumbat, 10 Rumah di Dusun Labuan Pasangkayu Terendam Banjir Selama Dua Hari
January 12, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Warga Dusun Labuan, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan banjir yang merendam permukiman mereka selama dua hari berturut-turut.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (12/1/2026), banjir yang terjadi sejak Minggu (11/1/2026) akibat hujan deras masih menggenangi sejumlah rumah warga, termasuk rumah para pedagang di kawasan tersebut.

Sedikitnya terdapat 10 rumah yang hingga kini masih terendam banjir. 

Baca juga: Polemik Upah Tukang Rp 31 Juta Rehab Rujab Ketua DPRD Sulbar, PUPR Sebut Itu Urusan Kontraktor

Baca juga: Satpol PP Polman Ditugaskan Jaga Titik Pembuangan Sampah, Pantau Warga Buang Sampah Sembarangan

Air tampak menggenang mulai dari halaman depan hingga ke bagian belakang rumah warga.

Ketinggian air bervariasi, namun di sejumlah titik mencapai betis orang dewasa. 

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian terpaksa bertahan di dalam rumah sambil menunggu air surut.

Sejumlah warga terlihat masih membersihkan sisa-sisa air yang masuk ke dalam rumah. 

Mereka mengeringkan karpet, perabotan rumah tangga, serta barang-barang lainnya yang sempat terendam dan masih dalam kondisi basah.

GWQRGW
BANJIR PASANGKAYU- Warga Dusun Labuan, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan banjir yang merendam permukiman mereka selama dua hari berturut-turut.

Zumrah, salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengatakan banjir kali ini bukan hanya menggenangi teras rumah, tetapi juga masuk hingga ke dalam kamar dan dapur.

“Banjir kemarin bukan hanya di teras, tapi sampai masuk ke dalam kamar dan dapur, tingginya sampai mata kaki,” kata Zumrah.

Ia menambahkan, air banjir bertahan di dalam rumah selama satu hari satu malam. 

Sementara genangan di halaman rumah warga dapat bertahan hingga dua hari, terutama saat hujan masih terus mengguyur wilayah tersebut.

“Kalau di halaman kadang sampai dua hari, apalagi kalau hujan terus,” ujarnya.

Zumrah menilai banjir yang kerap terjadi disebabkan saluran drainase yang sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. 

Aliran air yang tersumbat membuat air hujan meluap dan menggenangi permukiman warga.

Ia pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, khususnya dengan memperbaiki dan menormalisasi saluran air.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah supaya saluran air bisa diperbaiki dan banjir seperti ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Sementara itu, tim gabungan BPBD Pasangkayu, Basarnas, TNI, Polri, serta masyarakat setempat, pada Minggu (11/1/2026) kemarin telah melakukan pembersihan drainase yang tersumbat.

Pembersihan dilakukan di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi rawan banjir di wilayah Kelurahan Pasangkayu. 

Drainase yang dipenuhi sampah dan sedimen dibersihkan agar aliran air kembali lancar.

Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, guna meminimalisir risiko banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.