Cuaca Buruk Berlanjut, BPBD Rejang Lebong Ingatkan Warga Tingkatkan Kewaspadaan Mandiri
January 12, 2026 02:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Cuaca buruk masih melanda wilayah Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu hingga Senin (12/1/2026).

Curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga akhir Januari 2026.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri.

Tujuannya untuk menghindari adanya korban dari bencana alam. 

Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto, mengatakan kondisi tersebut hingga kini masih sangat berpotensi meningkatkan debit air sungai dan saluran air.

Alhasil, risiko terjadinya banjir dan tanah longsor masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

“Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan masih akan terjadi hingga akhir Januari. Debit air bisa meningkat dan ini berpotensi menimbulkan banjir maupun longsor di beberapa titik rawan,” ungkap Budianto saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com. 

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng perbukitan, dan daerah dengan kondisi tanah labil, agar selalu waspada terhadap perubahan lingkungan sekitar.

Menurutnya, kewaspadaan mandiri menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana.

Warga diharapkan tidak ragu melakukan evakuasi mandiri lebih awal apabila kondisi sekitar dinilai membahayakan keselamatan.

“Jika sudah terlihat tanda-tanda seperti retakan tanah, longsor kecil, atau air sungai yang naik secara cepat, segera mengamankan diri. Terutama rumah-rumah yang berada di lokasi rawan longsor, jangan menunggu sampai terjadi bencananya,” imbuhnya.

Budianto mengakui, selama cuaca buruk berlangsung, BPBD telah mencatat sejumlah kejadian bencana di wilayah Rejang Lebong.

Beberapa di antaranya berupa banjir dan longsor yang terjadi di beberapa titik dan bahkan telah merusak beberapa rumah masyarakat.

Meski sebagian kejadian berhasil ditangani dengan cepat, potensi terjadinya bencana susulan masih terbuka selama curah hujan tinggi terus berlanjut.

"Selama cuaca buruk ini sangat banyak terjadi bencana di Rejang Lebong, itu semuanya berupa banjir dan longsor dibeberapa titik," ungkap Budi. 

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BPBD Rejang Lebong memastikan kesiapan personel dan peralatan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD disiagakan selama 24 jam guna merespons cepat setiap laporan yang masuk dari masyarakat.

Selain itu, BPBD juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi darurat kebencanaan agar penanganan bisa segera dilakukan.

Warga dapat menghubungi Call Center BPBD Rejang Lebong di nomor 0821 7001 0084 atau 0857 7001 0084.

“Kami siap siaga penuh. Namun peran masyarakat dalam memberikan laporan sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkas Budi. 

Baca juga: 355 Tenaga Honorer Rejang Lebong Bengkulu Resmi Dilantik Jadi PPPK Paruh Waktu Senin 12 Januari 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.