Fakta-fakta Buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Berpeluang Jadi Film, Cerita Soal Child Grooming
January 12, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Nama aktris, penyanyi, sekaligus penulis Aurelie Moeremans kembali mencuri perhatian publik setelah tulisannya berjudul Broken Strings viral di media sosial.

Karya tersebut menuai antusiasme luas dari warganet yang penasaran dengan kisah personal yang diungkap Aurelie melalui bukunya.

Dalam Broken Strings, Aurelie Moeremans secara terbuka menceritakan pengalaman pahit masa lalunya sebagai korban child grooming, yakni praktik manipulasi yang dilakukan orang dewasa terhadap anak dengan tujuan eksploitasi atau pelecehan.

Pengakuan jujur dan emosional itu membuat banyak pembaca tersentuh, sekaligus membuka diskusi luas mengenai isu kekerasan terhadap anak yang selama ini kerap tersembunyi.

Buku Broken Strings yang tersedia dalam format PDF dan dapat diakses bebas melalui tautan di bio Instagram Aurelie bahkan telah dibaca puluhan juta kali oleh pengguna internet.

Baca juga: Profil Hesti Purwadinata, Presenter yang Jago Ngelawak, Dapat Ancaman usai Dukung Aurelie Moeremans

Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kisah yang dituliskannya, sekaligus menggambarkan kuatnya resonansi cerita tersebut di tengah masyarakat.

Seiring viralnya buku tersebut, peluang Broken Strings untuk diadaptasi ke layar lebar atau dikembangkan menjadi serial terbatas pun mulai terbuka.

Wacana ini mencuat setelah Aurelie mengungkapkan kegembiraannya melihat karya tulisnya menarik minat sejumlah rumah produksi.

Berpeluang Jadi Film

Aurelie mengaku sangat terbuka jika suatu hari Broken Strings diangkat ke format film atau limited series.

Menurutnya, adaptasi visual dapat memperluas jangkauan pesan emosional yang ingin disampaikannya kepada publik.

“Aku sih senang banget kalau suatu hari Broken Strings bisa diadaptasi jadi film atau limited series, biar impact-nya bisa lebih luas,” ujar Aurelie dalam siaran broadcast di Instagramnya, dikutip Senin (12/1/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa ketertarikan tersebut datang dari lebih dari satu rumah produksi.

Bahkan, ada satu pihak yang membuatnya cukup terkejut. 

Meski demikian, Aurelie memilih untuk belum mengungkapkan detailnya ke publik.

“Ada beberapa PH yang tertarik. Ada satu yang aku nggak sangka-sangka, tapi belum bisa spill. Takut jinx,” katanya sambil tertawa.

Walau prosesnya masih berjalan dan belum ada kepastian resmi, Aurelie mengaku sangat antusias dan berharap rencana adaptasi ini bisa terwujud dengan baik.

Ia pun meminta dukungan dan doa agar seluruh proses ke depan berjalan lancar tanpa hambatan.

Broken Strings sendiri dikenal sebagai karya dengan muatan emosi yang kuat serta karakter yang kompleks, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk diterjemahkan ke dalam medium visual.

Jika benar-benar terealisasi, adaptasi ini diyakini dapat menjadi langkah baru yang penting bagi perjalanan kreatif Aurelie Moeremans di industri film dan serial Indonesia.

Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth merupakan memoar Aurelie Moeremans pengalaman masa kecilnya yang traumatis.
Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth merupakan memoar Aurelie Moeremans pengalaman masa kecilnya yang traumatis. (Instagram @aureliemoeramans)

Aurelie Moeremans Bersyukur Kini Suara Korban Lebih Didengar

Aktris Aurelie Moeremans mencurahkan sebuah renungan lewat unggahan terbarunya di Instagram. 

Dalam postingan tersebut, Aurelie menyinggung pengalamannya di masa lalu sebagai korban grooming, sekaligus menyampaikan rasa syukur atas perubahan sikap masyarakat Indonesia yang dinilainya kini lebih berpihak kepada korban. 

Ia mengaku bersyukur melihat kesadaran publik yang mulai berkembang terkait isu grooming.

"Aku bersyukur dan senang banget lihat bagaimana Indonesia sudah berkembang. Waktu aku masih sangat muda dan pertama kali coba speak up, respons masyarakat jauh berbeda dengan sekarang," tulis Aurelie seperti dikutip dari Instagramnya. 

Ia mengenang masa ketika suara korban acapkali tak didengar, bahkan cenderung disalahkan hingga dipelintir. 

Banyak isu penting, katanya, yang luput dari perhatian publik sehingga korban justru sulit untuk bersuara. 

"Dulu, suara korban sering tenggelam, disalahkan, atau dipelintir. Banyak hal penting justru luput dari perhatian," katanya. 

Kini perlahan berubah

Aurelie kini melihat situasi tersebut perlahan berubah meski belum signifikan. 

Ia menilai semakin banyak orang yang memahami terkait grooming. 

"Hari ini, aku melihat perubahan itu. Lebih banyak kesadaran tentang grooming. Lebih paham soal relasi kuasa. Lebih banyak empati, lebih sedikit penghakiman," ungkapnya. 

VIRAL BROKEN STRINGS - Kolase potret Aurelie dan Roby Tremonti dalam iklan lama mereka
VIRAL BROKEN STRINGS - Kolase potret Aurelie dan Roby Tremonti dalam iklan lama mereka (Youtube/Mulkhan Abdullah)

Ia menegaskan perubahan itu nyata, meski prosesnya panjang dan tak instan. 

"Walaupun jalannya panjang dan datangnya tidak cepat, aku tetap bersyukur bisa hidup di masa di mana cerita seperti ini akhirnya didengar dengan lebih utuh. Kalau hari ini kamu merasa sedikit lebih aman untuk bersuara, berarti kita sedang berjalan ke arah yang benar," katanya. 

Pengalaman pahit Aurelie

Aurelie Moeremans kembali menjadi perhatian publik setelah sang aktris merilis buku berjudul Broken Strings.

Karya tersebut memicu perbincangan luas karena mengangkat pengalaman dirinya yang sensitif. 

Di saat bersamaan, kehidupan pribadinya juga disorot usai ia resmi menikah dengan seorang dokter bernama Tyler Bigenho dan kini tengah mengandung anak pertama mereka. 

Sebelumnya, Aurelie diketahui pernah menjalin hubungan dengan Roby Tremonti saat usianya masih sangat muda.

Hubungan tersebut menuai penolakan dari keluarga dan sempat melibatkan KPAI serta Komnas Perlindungan Anak. 

Di tahun-tahun berikutnya, Aurelie juga pernah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menikah secara sah dan membantah status janda yang sempat disematkan kepadanya. 

Ia bahkan telah memperlihatkan dokumen resmi gereja yang menyatakan tidak adanya ikatan pernikahan. 

Karya Aurelie Moermans itu pun mendapatkan respons positif dari publik.

Mereka mengapresiasi keberanian Aurelie untuk bersuara menyampaikan pengalaman pahitnya agar publik semakin teredukasi mengenai tindakan grooming.

(TribunTrends.com/Serambinews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.