BANGKAPOS.COM, MEDAN - Telkomsel menuntaskan pemulihan 100 persen total jaringan telekomunikasi pascabencana banjir berskala besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Seluruh site terdampak kini kembali beroperasi penuh berkat kolaborasi Satgas DPR RI dan kementerian terkait dalam program GALAPANA.
Pemulihan menyeluruh ini ditandai dengan kembali on air (OA)-nya site Ate Payung yang berlokasi di gampong Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, sebagai site terakhir dalam rangkaian pemulihan jaringan.
Dengan pencapaian tersebut, sebanyak 7.648 site terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera telah pulih 100 persen per 11 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, dengan tingkat keandalan jaringan (availability) yang tinggi di seluruh wilayah.
Dengan telah pulihnya kembali layanan Telkomsel di Sumatera, masa tanggap bencana beralih ke fase normalisasi dengan fokus pada peningkatan keandalan dan kualitas jaringan guna menjamin layanan Telkomsel dapat memenuhi kebutuhan utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas harian.
Langkah ini menjadi penting mengingat masih terdapat 62 site yang beroperasi menggunakan dukungan transmisi satelit dan 382 site yang masih sering mengalami pemadaman listrik dari PLN.
Di wilayah Aceh, Telkomsel sebelumnya telah menuntaskan pemulihan seluruh BTS dengan tingkat kestabilan layanan yang terus meningkat seiring membaiknya pasokan listrik di sejumlah wilayah. Proses pemulihan jaringan dilakukan secara berkesinambungan dan terukur sejak awal bencana, dengan mengedepankan keselamatan tim serta menyesuaikan kondisi akses dan kesiapan infrastruktur pendukung di lapangan.
Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nugroho A. Wibowo, menyampaikan bahwa keberhasilan pemulihan 100 persen ini merupakan hasil kerja intensif dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. “Dengan kembali beroperasinya site Ate Payung, kami memastikan seluruh site terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah pulih sepenuhnya. Fokus kami selanjutnya adalah menjaga kualitas dan kestabilan layanan agar tetap optimal dan andal dalam mendukung kebutuhan masyarakat,” ujar Nugroho.
Dalam mendukung percepatan pemulihan, Telkomsel mengerahkan berbagai perangkat pendukung, termasuk Compact Mobile BTS (Combat) untuk memperkuat cakupan jaringan di lokasi terdampak dan kawasan hunian sementara, serta ratusan unit genset sebagai sumber listrik cadangan selama masa pemulihan.
Melalui semangat “Bring It 100 persen Online Back”, Telkomsel bersama Satgas DPR RI, kementerian terkait, serta pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan optimalisasi jaringan secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan konektivitas tetap andal sekaligus mendukung percepatan pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak pascabencana. (*/E9)