SRIPOKU.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana hidrometeorologi basah, khususnya banjir, masih mendominasi wilayah Indonesia di awal tahun 2026.
Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.
Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode 10-11 Januari 2026, banjir bandang kiriman dan luapan sungai merendam puluhan desa setelah hujan dengan intensitas sangat lebat mengguyur wilayah tersebut.
Baca juga: Hidup Mati Petani di OKI Ditentukan Dua Hari, Ratusan Hektar Sawah Terendam Banjir
Kronologi dan Penyebab Banjir
Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB menjadi pemicu utama.
Kondisi ini diperparah dengan adanya banjir bandang kiriman dari dataran yang lebih tinggi serta meluapnya debit air sungai yang tak lagi mampu menampung volume air.
Wilayah Terdampak: 4 Kecamatan & 23 Desa
Banjir ini berdampak luas di empat wilayah kecamatan di OKU Timur. Berikut rincian wilayah terdampak:
1. Kecamatan Belitang III
2. Kecamatan Belitang II
3. Kecamatan Semendawai Suku III
4. Kecamatan Belitang Mulya
Tercatat total 23 desa terendam banjir dengan Ketinggian Muka Air (TMA) pada awal kejadian mencapai 150 cm atau sekitar 1,5 meter. Kondisi ini menyebabkan pemukiman warga lumpuh total.
Dampak Kerugian: Ribuan Rumah Terendam
Berdasarkan data sementara yang dihimpun tim di lapangan, dampak banjir ini sangat signifikan terhadap kerugian materiil:
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya perabotan rumah tangga dan fasilitas warga yang rusak terendam air.
Penanganan Darurat dan Evakuasi
BPBD Kabupaten OKU Timur telah bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Langkah-langkah darurat yang telah diambil antara lain:
- Evakuasi: Tim reaksi cepat diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah dengan TMA tinggi.
- Logistik: Penyiagaan mobil dapur umum untuk memasok kebutuhan pangan warga di pengungsian.
- Layanan Kesehatan: Pendirian posko kesehatan di titik-titik strategis guna mengantisipasi penyakit pascabanjir.
Pemerintah menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.***