Pertahankan Hp dari Maling, Siswi SD di Medan Diseret Motor 20 Meter
kumparanNEWS January 12, 2026 05:57 PM
Siswi kelas 3 sekolah dasar bernama Jovita Vianitan (9 tahun) terseret sejauh 20 meter. Ia berpegang pada behel motor yang dipacu oleh maling.
Jovita melakukan itu demi mempertahankan handphone (hp) yang dicuri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/1) sekitar pukul 11.30 WIB di rumah Jovita, Gang Perabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, saat ia pulang sekolah.
Ayah korban, Darfan (52), menceritakan kejadian yang menimpa anaknya. Saat itu, Darfan hendak menjemput Jovita di sekolah. Namun, sang anak ternyata sudah pulang lebih dahulu. Sementara ibu Jovita sedang bekerja dan tidak berada di rumah.
“Aku mau jemput dia sekolah. Sampai di sekolah, aku tunggu, dia engga ada. Ternyata anak ini sudah pulang ke rumah,” kata Darfan saat ditemui di kediamannya, Senin (12/1).
Darfan menjelaskan, awalnya anaknya sedang berada di kamar mandi untuk buang air kecil. Tiba-tiba, Jovita mendengar suara pintu depan terbuka. Ia mengira orang yang masuk ke rumah adalah ayahnya.
“Dibilang anak saya ‘Saya kira bapak pulang, terus lari ke depan. Ternyata bukan, ada orang datang ambil uang sama hp, aku kejar’. Terus anak saya bilang ‘bang, jangan HP aku, jangan!’,” ujar Darfan.
Darfan (52), ayah dari anak SD yang terseret maling sejauh 20 meter, Medan, Senin (12/1). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Darfan (52), ayah dari anak SD yang terseret maling sejauh 20 meter, Medan, Senin (12/1). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Jovita kemudian mengejar pelaku dengan memegang behel bagian belakang sepeda motor milik pelaku. Akibatnya, ia terseret sejauh 20 meter.
“Terus pelaku ini engga mau dihiraukan. Adik itu dipegang terus keretanya (motor) di belakang itu, dikencangin terus, lari dia,” ucap Darfan.
Menurut Darfan, sang anak berhasil menyelamatkan hp miliknya setelah pelaku panik karena takut diamuk massa.
“Pelaku berhenti, baru dikasih hp adik itu,” imbuh Darfan.
Akibat kejadian tersebut, Jovita mengalami luka-luka di bagian kaki kanan dan kiri. Sementara uang tunai sebesar Rp 100.000 raib dibawa pelaku.
“Lukanya di bawah lutut kanan dan kiri,” kata Darfan.
“Dia (pelaku) itu bukan manusia. Orang itu bukan manusia lagi,” lanjutnya.
Kediaman Jovita Vianitan, korban anak SD yang terseret maling sejauh 20 meter, di Kota Medan, Senin (12/1).  Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kediaman Jovita Vianitan, korban anak SD yang terseret maling sejauh 20 meter, di Kota Medan, Senin (12/1). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Darfan berharap pelaku segera ditangkap. Ia mengaku sudah membuat laporan ke pihak kepolisian.
“Harapannya, mudah-mudahan pelaku ini tertangkap. Kita serahkan kepada pihak berwajib. Kalau engga tertangkap, nanti pasti kena lagi. Mungkin lebih parah dari anak saya,” ucap Darfan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan pelaku sudah teridentifikasi.
“Laporan sudah kami terima, dan pelaku sudah teridentifikasi. Mohon doanya semoga cepat tertangkap pelakunya,” kata Agus saat dikonfirmasi, Senin (12/1).
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.