TRIBUN-BALI.COM - Seorang pria paruh baya dikabarkan hanyut di gorong-gorong atau drainase ruas jalan Serma Karma, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Senin (12/1). Proses pencarian hingga kini masih dilakukan oleh sejumlah pihak terkait.
Identitas pria paruh baya yang hanyut bernama Made Serina (59), yang beralamat di BTN Griya Sambangan Blok C, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa ini bermula dari insiden kecelakaan, sekitar pukul 09.00 wita, di Perempatan Jalan Laksamana - Serma Karma.
Saat itu Made Serina yang mengendarai sepeda motor datang dari arah selatan. Pada saat bersamaan datang mobil Avanza dari arah barat. Karena kebetulan lampu lalu lintas menyala hijau, akibatnya terjadi kecelakaan.
Saat itu korban melanggar lampu merah dan tertabrak mobil hingga terpelanting jatuh ke gorong-gorong dengan lebar kurang lebih dua meter.
Baca juga: JASAD Made Serina Ditemukan di Pinggir Muara Pantai Lingga, Kecelakaan Lalu Hanyut, Keluarga Sedih!
Baca juga: MISTERI Sepeda Motor Terbakar, Diklaim Milik Warga Pengambengan, Kendaraan Tak Diambil & Rusak Berat
Hanya motornya yang ditemukan dalam keadaan rusak dengan nomor polisi DK 6662 UAL. Peristiwa tersebut menyebabkan Made Serina jatuh ke gorong-gorong. Ia pun hanyut, sebab pada saat kejadian kondisi arus air di gorong-gorong deras akibat hujan lebat.
“Waktu kejadian hujan deras sehingga aliran sungai cukup kuat hingga menyeret korban,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Doni Indrawan mengatakan, pasca menerima informasi tersebut pihaknya bersama empat personel lainnya segera bergerak ke lokasi.
“Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng tiba pukul 10.39 wita dan segera melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Buleleng, Polair Polres Buleleng, Polsek Sukasada,” ucap dia.
Proses pencarian menyusuri gorong-gorong di ruas jalan Laksamana hingga Serma Karma. Pantauan Tribun Bali, hingga pukul 13.25 wita proses pencarian masih dilakukan oleh Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.
Setelah pencarian selama tujuh jam, jasad Serina akhirnya ditemukan. Mantan PNS di lingkungan Pemkab Buleleng ini ditemukan di Pantai Lingga, Kelurahan Banyuasri dalam keadaan meninggal dunia.
Jasad Serina ditemukan oleh Jero Mangku Made Susila. Saat itu, ia bersama dua rekannya sedang berada di sekitar Pura Petirtaan Lingga Pawitra, untuk mengatensi cuaca buruk.
“Saat itu salah satu rekan melihat seperti orang mandi. Karena curiga, kami kemudian turun untuk memastikan. Ternyata orang tua saya dulu di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A), Pak Made Serina,” ungkapnya, Senin (12/1).
Jero Susila mengaku sudah mengetahui ihwal insiden yang menimpa Made Serina. Pihaknya pun segera membantu mengevakuasi jenazah Serina ke darat, agar tidak hanyut lagi.
Sebelum pensiun, Made Serina menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) di dinas P2KBP3A. Semasa hidup, sosok Made Serina merupakan pribadi pendiam dan tidak banyak bicara.
“Saya memang dekat dengan almarhum. Mungkin sudah seperti ayah-anak. Setahun terakhir sebelum pensiun itu saya kerap antar-jemput beliau. Saya juga sering komunikasi dengan almarhum via telepon,” ungkapnya.
Pasca penemuan jenazah, Jero Susila yang juga Kelihan Banjar Adat Banyuasri Kelod, Desa Adat Banyuasri ini mengaku akan melakukan komunikasi dengan Kelihan Desa Adat Banyuasri, terkait upacara yang akan dilakukan. Sebab posisi penemuan jenazah berada di luar Pura. “Nanti mungkin ada upacara yang harus dilaksanakan dengan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengungkapkan, informasi penemuan jasad Made Serina diterima sekitar pukul 16.50 Wita. Selanjutnya pihak dia bersama relawan segera mendatangi lokasi kejadian.
“Setelah menerima informasi, kami secepatnya dari titik Lokasi Korban Menghilang (LKM) segera menuju Pantai Lingga. Setelah diidentifikasi oleh pihak keluarga, ternyata benar jika yang bersangkutan adalah Made Serina, atau target yang kita cari,” ucapnya.
Saat ditemukan, kondisi Made Serina telah meninggal dunia. Namun pakaian yang dikenakan masih lengkap. Pria paruh baya itu juga mengalami sejumlah luka pada tubuhnya.
Jika melihat dari titik LKM, yakni di pertigaan ruas jalan Laksamana - Serma Karma, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng hingga Pantai Lingga, Made Serina hanyut sekitar 1,5 kilometer. Kendati demikian, tidak ada aliran gorong-gorong yang mengarah ke Pantai Lingga. Sehingga Made Serina diduga sempat hanyut ke laut.
“Kalau kita baca arah aliran gorong-gorong tidak mungkin ada arah ke Pantai Lingga, karena aliran sungai arahnya ke utara (Pantai Penimbangan) dan barat. Diduga korban sempat keluar ke perairan (laut), hingga ke arah Pantai Lingga. Jarak dari Pantai Penimbangan ke pantai Lingga sekitar 400 meter,” jelasnya.
Jasad Serina ditemukan sekitar pukul 16.30 wita oleh warga setempat. Jasadnya terdampar di bibir Pantai Lingga dalam posisi terlentang. Sejumlah warga terlihat memadati lokasi ditemukannya pria 59 tahun itu.
Pasca ditemukan, pihaknya sempat melakukan komunikasi dengan keluarga untuk pemeriksaan medis. Pihak keluarga tak mampu menahan tangis saat jasad Made Serina dimasukkan dalam mobil ambulans PMI Buleleng.
Pihak keluarga menolak dan memilih untuk membawa jasad Made Serina langsung ke rumah duka. “Pihak keluarga meminta agar dibawa ke rumah duka di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt,” pungkasnya. (mer/zae)