TRIBUNJABAR.ID - Aceh Tamiang - Upaya pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang mulai dilakukan secara bertahap. Pada hari ini, Taruna Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan pembersihan di sejumlah titik terdampak, dengan fokus awal pada fasilitas vital yang terdampak langsung bencana.
Pembersihan tahap awal akan difokuskan pada lingkungan Lapas Aceh Tamiang, khususnya area pelayanan serta rumah dinas pegawai yang masih tertutup lumpur dan puing-puing. Selain itu, taruna juga melakukan pembersihan di sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi, termasuk sekolah dasar, rumah warga guna memulihkan fungsi dasar layanan dan aktivitas masyarakat hingga melaksanakan trauma healing bagi anak-anak.
“Kegiatan pembersihan ini menjadi fokus awal penanganan di lapangan. Kami memprioritaskan fasilitas vital agar aktivitas layanan dan kehidupan sehari-hari dapat segera berjalan kembali,” ujar Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani.
Kegiatan pembersihan saat ini masih dilakukan secara manual sambil menunggu dukungan alat berat berupa satu unit dump truck dan satu unit excavator. Kehadiran alat berat tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengangkutan lumpur dan material sisa bencana yang masih menumpuk di sejumlah titik.
Berdasarkan kondisi lapangan hari ini, lingkungan Lapas Aceh Tamiang dan rumah dinas pegawai masih memerlukan penanganan lanjutan. Rumah dinas pegawai menjadi salah satu prioritas agar hunian aparatur dapat segera difungsikan kembali dan mendukung kelancaran layanan pemasyarakatan.
Selain rencana kegiatan pembersihan, hari ini Minggu (11/01) telah juga dilakukan konsolidasi dan koordinasi lanjutan dengan Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri serta Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Dari hasil koordinasi tersebut disepakati bahwa apel bersama Taruna IPDN dan Taruna Poltekpin akan dilakukan disok hari Senin (12/01), sekaligus penyerahan alat kerja dari Rektor IPDN kepada Poltekpin, akan dilaksanakan esok hari di Posko Bencana.
Usai apel, para taruna dijadwalkan langsung bergerak ke lokasi terdampak untuk melanjutkan kegiatan pembersihan dan pemulihan lingkungan secara terpadu.
Di lokasi lain, Taruna Jurusan Ilmu Pemasyarakatan dan Jurusan Imigrasi juga melaksanakan kegiatan pendukung di Lapas Narkotika Langsa. Kegiatan tersebut meliputi makan malam bersama serta pembagian perlengkapan pendukung guna menunjang kesiapan taruna dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Kami memastikan seluruh kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan tugas bencana. Kehadiran taruna diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan pascabencana,” kata Gusti Ayu, Minggu (11/1).
Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Poltekpin di bawah pembinaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum, dengan dukungan pemerintah daerah, satuan tugas bencana, serta jajaran pemasyarakatan dan keimigrasian setempat.
Merespons aksi solidaritas dan kemanusiaan yang dilakukan oleh para Taruna Poltekpin di Aceh Tamiang, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, menyampaikan apresiasi dan dukungan moral yang tinggi. Ia menilai keterlibatan para taruna dalam penanganan pascabencana merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Pengayoman yang tidak hanya berkutat pada tugas teknis, tetapi juga kepekaan sosial.
“Kami keluarga besar Kanwil Kemenkum Jabar sangat bangga melihat semangat para Taruna Poltekpin yang sigap turun tangan membantu saudara-saudara kita di Aceh Tamiang.
Ini membuktikan bahwa kader-kader muda Kementerian Hukum memiliki jiwa korsa dan kepedulian yang kuat terhadap masyarakat. Doa terbaik kami sampaikan agar proses pemulihan berjalan lancar dan masyarakat Aceh Tamiang dapat segera bangkit kembali,” tutur Asep Sutandar.