Penyebab Trapis Spa Dihabisi Suami Siri di Bekasi, Cemburu Korban Punya Hubungan Lain
January 13, 2026 01:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bekasi - Terungkap penyebab wanita trapis spa dihabisi suami sirinya di kamar kos.

Ternyata suami siri berinisial AH (29) menduga istrinya SM (23) yang bekerja sebagai trapis spa mempunyai hubungan dengan pria lain.

AH cemburu buta hingga kalap menghilangkan nyawa SM, istri sirinya seusai cekcok.

Peristiwa itu terjadi di kamar kos Jalan Letnan Arsyad Raya, Kelurahan Kayuringin Raya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026) lalu.

Empat hari setelah ditemukannya jasad korban, polisi meringkus AH.

Pelaku menghabisi nyawa korban secara sadis hingga korban meninggal dunia.

AH dijerat Pasal 458 KUHP baru tentang perampasan nyawa orang lain.

Ia pun terancam hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Kasus ini menambah panjang kasus kekerasan terhadap perempuan oleh orang terdekatnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, pelaku diringkus pada Minggu (11/1/2026) malam di Lebak, Banten.

"Kami menangkap terduga pelaku pembunuhan, inisial AH, dalam pelariannya di Lebak, Banten," kata Braiel saat dikonfirmasi Senin (12/1/2026).

Mengutip Wartakotalive.com, sebelum meringkus AH, polisi telah memeriksa 11 saksi.

Motif Pelaku

Braiel mengatakan, pelaku nekat menghabisi nyawa istri sirinya karena cemburu.

"Pelaku melakukan membunuh korban karena cemburu," ujarnya.

Ia menuturkan, pelaku menduga korban memiliki hubungan spesial dengan lelaki lain.

"Pelaku menduga korban punya hubungan dengan laki-laki lain," lanjut Braiel, dikutip dari Wartakotalive.com.

Kronologi Kejadian

Pada Rabu (7/1/2026), keduanya terlibat cekcok hingga berakhir korban dicekik hingga meninggal dunia.

Dari hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati, SM meninggal akibat luka dalam pada bagian tenggorokan.

"Korban meninggal karena kerusakan pada cincin tenggorokan akibat kekerasan benda tumpul," kata Braiel.

Penemuan Korban

Jasad Korban pertama kali ditemukan pada Rabu malam.

Mengutip Wartakotalive.com, penemuan jasad korban diawali dari rasa curiga keluarga karena korban tak bisa dihubungi sejak siang.

Agus Sunandar selaku kerabat korban pun akhirnya mendatangi lokasi kos atas permintaan ibu SM.

Agus pun mencoba mengetuk pintu kos namun tak ada tanggapan.

Akhirnya, pengurus kos, Dede Rahmat Hidayat diminta untuk membuka kamar menggunakan kunci cadangan.

"Saat pintu dibuka, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, telentang di atas ranjang," ungkap Braiel.

Braiel menambahkan, setelah membunuh SM, pelaku diduga sempat meminum cairan pembersih lantai.

“Usai korban meninggal dunia, pelaku merasa tertekan dan berupaya bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai hingga muntah,” kata Braiel saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Hal tersebut diperkuat dengan adanya muntahan di lokasi penemuan jasad korban.

"Kami akan pastikan melalui hasil laboratorium, apakah muntahan itu berasal dari pelaku atau korban," ujar Braiel.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.