TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Sukardi Weda percaya diri hadapi pemilihan tingkat Majelis Wali Amanat (MWA).
Guru besar Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengejutkan publik usai terpilih dalam tingkat senat akademik.
Satu suara mengantar Prof Sukardi Weda maju dalam tiga besar calon Rektor Unhas.
Dirinya bersaing dengan dua orang berdarah Unhas, Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Budu.
Prof Sukardi Weda optimis kembali bisa mendapat suara di tingkat MWA.
Meskipun dirinya tidak pernah komunikasi dengan satupun anggota MWA Unhas.
Prof Sukardi Weda mengaku hanya mengandalkan tawaran program kerjanya guna mendulang suara.
"Kalau terkait suara, sama dengan senat lalu. Saya tidak pernah melakukan komunikasi dengan siapapun. Sama kesempatan ini. Semoga dengan pemaparan visi misi, bisa menarik perhatian MWA memberikan suara ke saya," ujar Prof Sukardi Weda kepada Tribun-Timur.com saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026).
Prof Sukardi Weda menyebut seluruh calon memiliki kesempatan yang sama duduk sebagai rektor.
Masing-masing calon punya kesempatan menawarkan visi dan misi di hadapan anggota MWA.
Kesempatan itu disebut Prof Sukardi Weda akan dimanfaatkan menarik minat pemilik suara.
"Saya yakini semua calon punya kesempatan sama. Hemat saya terletak pada program kerja yang tertuang dalam visi misi yang katanya diberikan waktu 5 menit. Saya akan sampaikan 11 program unggulan saya, dan di breakdown ke 3 core itu," kata Prof Sukardi Weda.
Terdapat tiga arah pembangunan yang dicanangkan Prof Sukardi Weda. Dua diantaranya yakni peningkatan reputasi akademik dan kesejahteraan sivitas akademika.
Arah pembangunannya dalam meningkatkan kenyamanan menarik minat publik.
Prof Sukardi Weda berencana membangun jalan layang atau fly over di pintu masuk Unhas.
Dirinya merangkum salah satu permasalahan meresahkan yakni kemacetan akses keluar - masuk Unhas.
Terlebih pada jam tertentu, pagi maupun sore hari.
Kemacetan panjang seringkali harus diterjang baik pintu 1 maupun pintu 2 Unhas.
"Untuk bisa diurai hemat saya perlu dibangun jalan layang mulai dari lingkaran Unhas dibangun sampai ke arah kota. Dengan adanya jalan layang itu kemacetan terurai," Kata Prof Sukardi Weda.
Prof Sukardi Weda menyebut fly over ini bisa dibangun mulai dari perempatan tugu depan Hotel Unhas.
Kemudian arahnya menuju Jl Perintis Kemerdekaan dan melintas menuju arah pusat kota.
Pemilihan di tingkat MWA ini berlangsung di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Ketiga calon rektor akan berebut suara dari 17 sosok pemilik hak suara.
Dalam tubuh MWA Unhas sebenarnya ada 19 anggota.
"Sesuai aturan dari semua anggota MWA, ada dua tidak memiliki hak suara di pemilihan rektor, yaitu Rektor sementara menjabat (Prof Jamaluddin Jompa) dan Ketua Senat (Prof Baharuddin Thalib)," kata Kabid Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas Ishaq Rahman saat dikonfirmasi pada Kamis (8/1/2026) pagi.
Sebanyak 17 anggota MWA lainnya akan memilih.
Dari Unsur Ex-Officio sebanyak 4 orang yaitu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman dan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.
Unsur Perwakilan Dosen sebanyak 8 orang.
Diantaranya Prof Alimuddin Unde, Prof Andi Niartiningsih, Prof Andi Zulkifli, Prof Asmuddin Natsir, Prof Dwia Aries Tina, Prof Hasanuddin, Prof Kartini dan Prof Arsyad Thaha.
Kemudian Unsur Perwakilan Tenaga Kependidikan sebanyak 2 orang, yakni Fadly Rivai dan Jumiaty Nurung.
Unsur Masyarakat, sebanyak 3 orang yakni Tony Wenas, Arsjad Rasjid dan Prof Sangkot Marzuki.
Meski tak memilih, Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Baharuddin Thalib tetap akan hadir.
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz