BPBD Donggala Fokus Evakuasi Warga Rentan di Dusun Sisere yang Terisolir, Satu Bumil di Evakuasi
January 12, 2026 05:07 PM

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Terputusnya akses jalan dan jembatan akibat longsor membuat Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, terisolir sejak Minggu (11/2/2026). 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala bersama tim gabungan langsung melakukan evakuasi dan penanganan warga terdampak.

Kepala BPBD Donggala, Abdul Muin, mengatakan selain Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, wilayah Labuan Lumbubaka juga masih terisolir akibat putusnya infrastruktur jembatan penghubung.

Di Dusun Sisere, sekitar 200 kepala keluarga terdampak dan aktivitas warga lumpuh total karena tidak adanya akses transportasi.

“Fokus utama kami saat ini adalah evakuasi warga yang membutuhkan penanganan khusus serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di Dusun Sisere,” ujarnya kepada TribunPalu.com Senin (12/1/2025).

Baca juga: BPJS Kesehatan Gandeng GoTo, Pengemudi Gojek Dapat Perlindungan JKN

Ia menyebutkan, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi satu orang ibu hamil (bumil) dari wilayah terisolir untuk mendapatkan penanganan medis. 

Sementara satu ibu hamil lainnya masih dalam proses penjangkauan petugas.

“Untuk sementara, satu ibu hamil sudah berhasil dievakuasi dan satu orang lagi masih dalam penjemputan,” kata Abdul Muin.

IMG_9013.jpegASA
Terputusnya akses jalan dan jembatan akibat longsor membuat Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, terisolir sejak Minggu (11/2/2026). (TribunPalu.com/Misna).

Selain evakuasi medis, BPBD Donggala bersama unsur TNI, Polri, dan relawan juga menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pokok ke Dusun Sisere dan Lumbubaka. 

Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi medan dan cuaca.

“Secara umum warga dalam kondisi aman, namun aktivitas lumpuh karena akses terputus. Logistik menjadi prioritas agar kebutuhan pangan warga bisa terpenuhi,” jelas mantan Camat Sindue itu.

Baca juga: Banjir Disertai Gelondongan Kayu Terjang Wilayah Donggala, Warga Soroti Illegal Logging di Hulu

Abdul Muin menambahkan, pembangunan jembatan darurat membutuhkan waktu. Karena itu, pemerintah daerah memprioritaskan pengerahan alat berat untuk membuka akses jalan sementara agar proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lancar.

Meski jaringan komunikasi di lokasi masih terganggu, koordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat terus dilakukan untuk memastikan pendataan warga terisolir dan kebutuhan mendesak di lapangan.

BPBD Donggala memastikan penanganan terhadap warga terisolir kkhususnya kelompok rentan akan terus dilakukan hingga akses kembali terbuka dan kondisi berangsur normal. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.