Kami mengimbau agar tidak melakukan aktivitas di sungai, seperti main atau mandi, karena debit air sungai sewaktu-waktu bisa bertambah, mengingat sudah memasuki musim hujan
Kudus (ANTARA) - Polisi mengimbau warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk tidak beraktivitas di sungai saat musim hujan seperti sekarang ini, mengingat sudah ada dua korban meninggal karena hanyut di sungai.
"Kami mengimbau agar tidak melakukan aktivitas di sungai, seperti main atau mandi, karena debit air sungai sewaktu-waktu bisa bertambah, mengingat sudah memasuki musim hujan," kata Kapolsek Bae Kepolisian Resor (Polres) Kudus Iptu Madiyono di Kudus, Senin.
Ia mengungkapkan dua korban hanyut terjadi pada hari yang sama yakni Minggu (11/1). Sedangkan kasus warga hanyut di Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, terjadi pada Minggu (11/1) pukul 15.00 WIB.
Korban bernama Angga Winata (27), kata dia, hanyut ketika mandi bersama saudaranya pada pukul 15.00 WIB. Saudaranya dan temannya sudah naik, tetapi korban kembali ke sungai dan tiba-tiba air sungai meluap sehingga korban terseret arus.
Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan pada hari yang sama pukul 20.00 WIB di aliran Sungai Pedawang.
Sementara yang terbaru, kata dia, ditemukan korban hanyut Ismi Najiba Ulya (5) asal Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, pada Senin (12/01) pukul 10.00 WIB, pada jarak sekitar 700 meter ke arah selatan dari lokasi kejadian awal.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pada Minggu (11/1) dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
Adapun kronologis kejadian, kata dia, berawal ketika korban bersama dua saudaranya bermain sepeda di genangan anak sungai perak pada Minggu (11/1) pukul 17.00 WIB. Saat kejadian korban membonceng kakaknya bernama Afifah.
Karena licin, korban bersama kakaknya terjatuh ke sungai dan terbawa arus hingga 100 meter. Kedua kakak korban bisa diselamatkan oleh warga yang sedang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, sedangkan korban belum ditemukan dan baru ditemukan hari ini (12/1) di Sungai Perak di Desa Karangbener, Kecamatan Bae.
Dari hasil otopsi dari tim Inafis dan dokter Puskesmas Bae dinyatakan tidak ada tanda tanda kekerasan di tubuh korban dan korban diperkirakan meninggal kurang lebih 17 jam sebelumnya.







