Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Anti Zubaidah (38), ibu muda yang rumahnya hancur akibat bencana angin puting beliung, kini hanya bisa pasrah.
Bencana tersebut menghantam puluhan rumah di Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (11/1/2026).
Rumah Zubaidah rusak parah dan tak mampu diperbaiki lantaran kondisi suaminya yang terkapar sakit. Ia mengaku tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki rumah dan berharap adanya bantuan dari pemerintah.
Di atas kepalanya, langit tampak jelas melalui atap rumah yang menganga, sisa keganasan angin puting beliung yang menerjang kediamannya.
Zubaidah, yang biasanya dikenal tegar, kini terlihat lunglai. Rumah sederhana yang dahulu menjadi tempat berlindung paling aman, kini hancur berantakan. Seng-seng atap beterbangan dan merusak dua ruangan utama rumahnya.
“Ini lihat rumah saya, dua ruangan ini hancur kemarin. Seng rumah berterbangan dan tidak bisa diperbaiki,” ujar Zubaidah dengan suara bergetar saat ditemui di kediamannya, Senin (12/1/2026).
Ia menyebutkan, suaminya telah berjuang melawan penyakit yang dideritanya selama beberapa bulan terakhir dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
“Tidak ada yang bisa saya andalkan. Jangankan untuk membeli paku atau seng, saya benar-benar berharap bantuan dari pemerintah,” keluhnya sambil menatap reruntuhan rumah.
Bencana puting beliung yang melanda Desa Menceh memang menyisakan duka mendalam bagi warga.
Hingga kini, bantuan yang diterima masih sebatas logistik makanan darurat. Sementara itu, kebutuhan mendesak untuk perbaikan struktur bangunan rumah masih dalam tahap pendataan.
“Saya tidak minta yang mewah, yang penting rumah ini bisa diperbaiki dan ditempati,” tutur Zubaidah lirih.
Saat ini, Anti Zubaidah hanya bisa menunggu uluran tangan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Timur.
Ia mengaku sebelumnya sempat berdagang, namun usahanya terhenti karena keterbatasan modal.
“Sempat saya berdagang, tapi tidak bisa berkembang karena faktor modal. Sekarang saya sudah tidak berdagang lagi,” tutupnya.
Terpisah, Kepala Desa Menceh, Idrus, menyebutkan sebanyak 74 rumah terdampak bencana puting beliung tersebut. Warga dengan kategori rusak ringan saat ini memperbaiki rumah secara mandiri.
“Ada 11 rumah rusak sedang, sembilan rumah rusak berat, dan sisanya rusak ringan,” jelas Idrus.
Ia menambahkan, pihak desa telah melakukan asesmen dan pendataan untuk dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur.
“Bantuan logistik sudah datang sejak tadi malam dan kembali disalurkan hari ini, seperti makanan siap saji dan perlengkapan tidur,” pungkasnya.