Kebakaran di Sari Kelapa Bitung, Total Kerugian Diperkirakan hingga Rp 200 Juta 
January 12, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Total kerugian dari musibah kebakaran yang terjadi di Kompleks Sari Kelapa, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Bitung, Sulawesi Utara, Senin (12/1/2026) diperkirakan mencapai angka Rp 200 juta. 

Hal itu sebagaimana informasi yang dibeber oleh Plt Kadis Damkar dan Penyelamatan Bitung Forsman kepada TribunManado melalui Whatsap. 

"Kerugian kurang lebih Rp 200 juta," ucap dia. 

Rumah yang terbakar adalah milik Keluarga Husein - Ratu.  

Api juga sempat melalap rumah tetangga milik Keluarga Umar Tahir.  

Namun kerusakannya tak separah rumah milik Keluarga Husein - Ratu.  

Rumah Keluarga Umar - Tahir kerusakan terfokus di bagian dapur.  

Sementara rumah Keluarga Husein - Ratu ludes tersisa puing. 

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," terang Plt Kadis Damkar dan Penyelamatan Bitung Forsman. 

Kebakaran terjadi sekitar pukul 04:30 Wita.

Api awalnya membakar rumah milik keluarga Husein Ratu.  

Sumber api berasal dari kamar rumah tersebut.

Dari situ api lalu menyebar ke seluruh bangunan dan menyebrang ke rumah tetangga, yakni rumah milik Keluarga Umar Tahir. 

Damkar Bitung begitu mendapat laporan sekitar pukul 04.59 langsung mengerahkan tiga armada beserta anggota. 

Tiba di lokasi pada pukul 05:10 Wita anggota langsung melakukan pemadaman.  

"Dan di lanjutkan dengan pendinginan. Pada pukul 06:05 Wita api di nyatakan padam. Selanjutnya anggota kembali ke posko masing-masing," terang dia. 

Peristiwa ini menjadi sorotan masyarakat hingga viral di media sosial facebook.  

Banyak netizen yang merekam video serta memotret situasi saat api melalap bangunan.  

Tentang Bitung 

Kota Bitung yang merupakan kota industri di Sulawesi Utara berjarak sekitar 51,7 kilometer dari Manado Ibu Kota Provinsi.  

Perjalanan ke kota berjurul Kota Cakalang ini memakan waktu 
51 menit. 

Saat ini Wali Kota Bitung adalah Hengky Honandar SE, sementara Wakil Wali Kota Randito Maringka 
Bitung merupakan penghasil ikan cakalang dan tuna terbesar di Indonesia, sehingga sering dijuluki "Kota Cakalang" atau "Surga Tuna Asia". 

Kota ini memiliki Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) yang menjadi hub ekspor ikan ke mancanegara, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang berfokus pada industri pengolahan perikanan dan kelapa.  

Terdiri dari wilayah daratan di kaki Gunung Dua Saudara dan Pulau Lembeh yang memisahkan daratan utama dengan laut lepas. 

Secara administratif terbagi menjadi 8 kecamatan dan 69 kelurahan.  

Di sini juga terdapat pariwisata seperti Cagar Alam Tangkoko yang ada satwa endemik seperti Tarsius (primata terkecil di dunia) dan monyet hitam Sulawesi (Yaki). 

Ada juga Selat Lembeh yang terkenal di dunia internasional sebagai lokasi muck diving terbaik bagi penyelam yang ingin melihat biota laut mikro yang unik. 

Kemudian Batu Angus, yang merupakan  Area wisata dengan pemandangan unik berupa hamparan bebatuan hitam hasil aktivitas vulkanik masa lalu.  

Masyarakat Kota Bitung beragam. Terdiri dari berbagai etnis, Minahasa, Sangir, Mongondow, Tionghoa, Gorontalo hingga Jawa.  

Di Bitug, Setiap tahun biasanya diadakan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya lokal. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.