TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Mengenal istilah child grooming yang ramai jadi perbincangan usai artis, penyanyi, dan penulis Aurelie Moeremans speak up melalui karya bukunya berjudul Broken Strings.
Aurelie secara terang-terangan membeberkan peristiwa kelam saat usianya 15 tahun dalam buku tersebut.
Ia menggambarkan dengan jelas bagaimana sosok pria yang memanipulasi dirinya dengan balutan kata 'cinta' yang tidak sebenarnya.
Kini, buku tersebut viral di media sosial dan tengah ramai jadi perbincangan.
Aurelie Moeremans, namanya tak asing dalam industri hiburan tanah air.
Ia merupakan aktris berkebangsaan Indonesia.
Walaupun dirinya, lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993, ia telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Sejak lahir dan kecil, Aurelie tinggal di luar negeri.
Ia memiliki latar belakang keluarga blasteran, sang ayah berasal dari Belgia (Jean-Marc Moeremans) dan ibu dari Indonesia (Sri Sunarti).
Baca juga: Aurelie Moeremans Alami Depresi Akut, Merasakan Cemas, Baru Paham Perasaan Sendiri Usai Jalani Tes
Kisah kelamnya dimulai saat ia berada di Indonesia dan berkecimpung dalam industri hiburan tanah air.
Semua tertuang di buku Broken Strings.
Dalam buku itu mengungkap kisah masa lalu Aurelie Moeremans yang menjadi korban child grooming.
Itu istilah dalam bahasa Inggris yang berarti sebuah teknik yang dilakukan orang dewasa untuk memanipulasi pikiran anak.
Tujuannya untuk mengeksploitasi atau melecehkan.
Ada proses sampai child grooming bisa terjadi.
Mulai dari membangun hubungan, kepercayaan hingga ikatan emosional dengan anak.
Selain mengeksploitasi, tujuan akhirnya juga bisa berupa pelecehan seksual terhadap anak tersebut.
Hal inilah yang digambarkan Aurelie dalam bukunya.
Ia bahkan menuliskan visual dari sosok pria tersebut.
Namun dirinya memilih untuk menyamarkan identitas dari pria yang diduga seorang publik figur juga sama dengannya.
Aurelie kini melihat situasi tersebut perlahan berubah meski belum signifikan.
Ia menilai semakin banyak orang yang memahami terkait grooming.
"Hari ini, aku melihat perubahan itu. Lebih banyak kesadaran tentang grooming. Lebih paham soal relasi kuasa. Lebih banyak empati, lebih sedikit penghakiman," ungkapnya pada akun Instagramnya dikutip TribunnewsSultra.com, Senin (12/1/2026).
Ia menegaskan perubahan itu nyata, meski prosesnya panjang dan tak instan.
"Walaupun jalannya panjang dan datangnya tidak cepat, aku tetap bersyukur bisa hidup di masa di mana cerita seperti ini akhirnya didengar dengan lebih utuh. Kalau hari ini kamu merasa sedikit lebih aman untuk bersuara, berarti kita sedang berjalan ke arah yang benar," katanya.
Kini buku Broken Strings viral di media sosial.
Buku Broken Strings dengan format pdf yang bisa diakses siapa saja lewat link di bio Instagramnya itu bahkan sudah dibaca puluhan juta kali oleh pengguna internet.
Usai viralnya kisah Aurelie Moeremans yang dituang dalam buku Broken Strings viral, buku tersebut berpeluang melangkah ke layar lebar atau format serial terbatas.
Kabar ini mencuat setelah Aurelie mengungkapkan antusiasmenya melihat karya yang ditulisnya mendapat perhatian dari sejumlah rumah produksi (PH).
Aurelie mengaku sangat terbuka apabila Broken Strings suatu hari diadaptasi menjadi film atau limited series.
Menurutnya, adaptasi visual bisa membuat pesan dan emosi dalam cerita tersebut menjangkau audiens yang lebih luas.
“Aku sih senang banget kalau suatu hari Broken Strings bisa diadaptasi jadi film atau limited series, biar impact-nya bisa lebih luas,” ujar Aurelie dalam siaran broadcat di Instagramnya, dikutip Senin (12/1/2026).
Ia juga menyebut bahwa sudah ada beberapa PH yang menunjukkan ketertarikan terhadap buku tersebut.
Bahkan, ada satu pihak yang cukup membuatnya terkejut. Meski begitu, Aurelie memilih untuk belum membocorkan detail lebih jauh.
“Ada beberapa PH yang tertarik. Ada satu yang aku nggak sangka-sangka, tapi belum bisa spill. Takut jinx,” katanya sambil tertawa.
Meski prosesnya masih berjalan dan belum ada kepastian resmi, Aurelie mengaku sangat antusias dan berharap rencana adaptasi ini dapat berjalan lancar.
Ia pun meminta doa agar segala proses ke depannya bisa dimudahkan.
Broken Strings sendiri dikenal sebagai novel dengan muatan emosi yang kuat dan karakter yang kompleks, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke medium visual.
Jika terealisasi, adaptasi ini diyakini dapat menjadi langkah baru bagi karya Aurelie Moeremans di industri film dan serial Indonesia.
Aurelie Moeremans Bersyukur Kini Suara Korban Lebih Didengar
Aktris Aurelie Moeremans mencurahkan sebuah renungan lewat unggahan terbarunya di Instagram.
Dalam postingan tersebut, Aurelie menyinggung pengalamannya di masa lalu sebagai korban grooming, sekaligus menyampaikan rasa syukur atas perubahan sikap masyarakat Indonesia yang dinilainya kini lebih berpihak kepada korban.
Ia mengaku bersyukur melihat kesadaran publik yang mulai berkembang terkait isu grooming.
"Aku bersyukur dan senang banget lihat bagaimana Indonesia sudah berkembang. Waktu aku masih sangat muda dan pertama kali coba speak up, respons masyarakat jauh berbeda dengan sekarang," tulis Aurelie seperti dikutip dari Instagramnya.
Ia mengenang masa ketika suara korban acapkali tak didengar, bahkan cenderung disalahkan hingga dipelintir.
Banyak isu penting, katanya, yang luput dari perhatian publik sehingga korban justru sulit untuk bersuara.
"Dulu, suara korban sering tenggelam, disalahkan, atau dipelintir. Banyak hal penting justru luput dari perhatian," katanya.
Aurelie Moeremans kembali menjadi perhatian publik setelah sang aktris merilis buku berjudul Broken Strings.
Karya tersebut memicu perbincangan luas karena mengangkat pengalaman dirinya yang sensitif.
Di saat bersamaan, kehidupan pribadinya juga disorot usai ia resmi menikah dengan seorang dokter bernama Tyler Bigenho dan kini tengah mengandung anak pertama mereka.
Sebelumnya, Aurelie diketahui pernah menjalin hubungan dengan Roby Tremonti saat usianya masih sangat muda.
Hubungan tersebut menuai penolakan dari keluarga dan sempat melibatkan KPAI serta Komnas Perlindungan Anak.
Di tahun-tahun berikutnya, Aurelie juga pernah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menikah secara sah dan membantah status janda yang sempat disematkan kepadanya.
Ia bahkan telah memperlihatkan dokumen resmi gereja yang menyatakan tidak adanya ikatan pernikahan.
Karya Aurelie Moermans itu pun mendapatkan respons positif dari publik.
Mereka mengapresiasi keberanian Aurelie untuk bersuara menyampaikan pengalaman pahitnya agar publik semakin teredukasi mengenai tindakan grooming.(*)
(Serambinews.com/Firdha) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)