BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Angka penumpang penerbangan Kotabaru - Banjarmasin dinilai lesu beberapa tahun terakhir ini.
Kondisi ini berlangsung sejak pandemi Covid-19, dan berlangsung hingga awal 2026 ini.
Per sekali terbang, angka penumpang hanya berkisar 20 hingga 30 orang, dari 70 seat yang tersedia dengan maskapai Wings Air di bawah Lion Air Group
Jadwal penerbangan pun hanya ada Selasa dan Kamis, di setiap pekan. Kecuali Desember di tiap tahunnya, ,ada penambahan satu flight.
Dari pengamatan berbagai pihak, harga tiket yang tinggi membuat angkutan udara di Bumi Saijaan melesu.
Di sepanjang lima tahun terakhir, harga tiket terus merangkak naik, bahkan hingga 1,4 juta lebih di 2026 ini.
Baca juga: Parkir Sembarangan di Jalur Presiden Prabowo Saat di Banjarbaru, Sejumlah Mobil Diderek Petugas
Baca juga: Viral Beredar Video Tawuran Remaja di Kayutangi Banjarmasin, Begini Situasi Terkini Jalan Cemara
Berdasarkan hasil pertemuan di DPRD Kotabaru, sejumlah upaya menekan harga tiket pun dikejar, guna mendongkrak angka penumpang dan penerbangan bisa dinikmati berbagai kalangan masyarakat.
Dituturkan perwakilan Lion Air Group, Muhammad Fitryan, harga tiket yang tinggi disebabkan tingginya biaya operasional.
"Komponen paling dominan memang pada operasional, yaitu bahan bakar," sebutnya.
Fitryan juga memastikan, hasil pertemuan kali ini akan segera disampaikan dengan Areal Manager yang membawahi di Kalimantan.
Setidaknya bisa diupayakan penurunan harga tiket satu atau dua bulan sebagai ujicoba.
Di kesempatan yang sama, anggota DPRD Kotabaru, H Kadir berpandangan, dengan harga tiket yang tembus 1,4 juta rupiah hanya dapat 20 hingga 30 penumpang, maka jika ditekan kisaran 800 hingga 900 ribu memungkinkan dapat penumpang hingga 50 seat per sekali terbang.
"Kalau dihitung-hitung, harga berturun, penumpang bertambah maka secara besaran pendapatan masih sama, bahkan bisa melebihi," ujarnya.
Ditambahkan anggota Komisi III ini, keluhan masyarakat saat ini sangat terasa ketika ingin keluar Pulaulaut.
Karena naik pesawat tiket kemahalan, lewat jalur darat kelamaan menunggu di penyeberangan yang menyita waktu hingga tiga jam.
Ditambahkan, Kepala Dians Perhubungan Kotabaru, Khairian Anshari, jika hahrga tiket bisa ditekan hingga dibawah 1 juta rupiah, maka akan ada kenaikan angka penumpang.
"Kami meyakini 60 sampai 65 persen masyarakat akan bisa menikmati jawa penerbangan ini," sebutnya.
Di lalin sisi, pihaknya secara bersama-sama juga siap bertandang ke pemerintah pusat untuk mencari solusi terkait upaya penurunan harga tiket ini.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)