Khofifah Pastikan Kesiapan RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk Jalankan Program Pendidikan Hospital Based
January 12, 2026 11:32 PM

 

SURYA.co.id | SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan safari menemui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin (12/1/2026).

Dalam pertemuan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan kesiapan RSUD Dr Soetomo Surabaya menjalankan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit atau Hospital Based dari Kemenkes.

Baca juga: Solusi Pemerataan Dokter Spesialis, RSUD Dr. Soetomo Surabaya Siap Implementasi Hospital Based

Gubernur Khofifah menjelaskan, saat ini RSUD Dr Soetomo telah memiliki status sebagai World Class Academic Medical Center yang menjalankan fungsi pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut secara terintegrasi dengan pendidikan kedokteran dan penelitian medis.

“Pemprov Jatim mendorong pelaksanaan Hospital Based sebagai bagian dari strategi pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis. Melalui skema ini, dokter akan mengabdi secara lebih terfokus di rumah sakit tempat mereka ditugaskan terutama di daerah 3 T (tertinggal, terluar, terpencil), sehingga terjadi pemerataan pelayanan kesehatan spesialistik di Indonesia,” kata Gubernur Khofifah.

Pihaknya berharap dengan program ini, maka proses pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based dapat berjalan berdampingan dengan University Based di RSUD Dr Soetomo.

Pemerataan Dokter Spesialis

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemprov Jawa Timur dalam mengoptimalkan program Hospital Based di RSUD Dr Soetomo.

Menurutnya, kebijakan ini memiliki tujuan strategis, salah satunya untuk mendorong pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia.

“Kami siap mendukung terwujudnya Hospital Based di RSUD Dr Soetomo,” imbuh Budi Gunadi.

Di sisi lain, Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Prof Cita Prakoeswa, menyampaikan bahwa saat ini RSUD Dr Soetomo telah bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center Hospital dengan fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan penelitian medis yang berjalan secara terpadu.

RSUD Dr Soetomo juga mendukung penuh pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), sejalan dengan Permenkes Nomor 31 Tahun 2022 tentang pelaksanaan PP Nomor 93 Tahun 2015 mengenai Rumah Sakit Pendidikan.

Sebagai RSPPU, RSUD Dr Soetomo menjalankan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian secara terintegrasi, tidak hanya dalam pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi, tetapi juga pendidikan berkelanjutan dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.

Ke depan, RSUD Dr Soetomo akan mengoptimalkan pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based, khususnya pada program studi bedah saraf.

Hingga saat ini, RSUD Dr Soetomo telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis bedah saraf yang kini tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Cita menjelaskan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis Hospital Based merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan yang sangat relevan untuk menjawab tantangan pemerataan tenaga kesehatan.

Kendala utama selama ini adalah tingginya biaya pendidikan yang harus ditanggung calon dokter spesialis.

"Melalui sistem pendidikan profesi Hospital Based, para calon dokter spesialis dapat menempuh pendidikan tanpa dibebani biaya pendidikan,” jelas Cita.

Dalam program ini, peserta berstatus sebagai tenaga kontrak di rumah sakit tempat mereka menjalani pendidikan.

Selain memperoleh pengalaman klinis secara langsung, mereka juga menerima manfaat berupa gaji bulanan serta beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Kami akan mendukung penuh pelaksanaan program Hospital Based yang diimplementasikan di RSUD Dr. Soetomo sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan nasional,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.