Teks Khutbah Jumat: 5 Hikmah Isra Mira 27 Rajab Penuh Makna
January 12, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Berikut contoh teks Khutbah Jumat Isra Miraj yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab pada penanggalan Islam atau Tahun Hijriyah.

Isra Miraj 27 Rajab adalah momen dimana Nabi Muhammad Saw mengalami perjalanan spiritual dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa, kemudian dari Masjidilaqsa ke sidratul muntaha untuk menerima perintah sholat lima waktu

Keistimewaan Isra Miraj bahkan tercantum dalam Al Qu'an Surah Al-Isra Ayat 1:

 الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ ۝١

Artinya: "Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Pembahasan Isra Miraj ini biasa akan disampaikan dalam khutbah Jumat, berikut salah satu contoh teksnya.

Baca juga: 27 Rajab Jatuh Tanggal Berapa? Simak Jadwal dan Keutamaannya

Teks Khutbah Jumat Isra Miraj

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ اَلْحَمْدُ للهِ اَلَّذِي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اَللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى ألِه وَأصْحَابِه وَالتَّابِعينَ بِإحْسَانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان, أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالى فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ1. صَدَقَ اللهُ العَظِيمُ.

Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah

Puji syukur tiada henti kita panjatkan ke hadirat Allah Swt atas limpahan anugerah-Nya yang tak terhitung, sehingga pada siang hari ini kita masih diizinkan bersimpuh di baitullah ini untuk menunaikan kewajiban Shalat Jumat.

Selawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada baginda Nabi Muhammad saw, pembawa cahaya kebenaran yang menuntun kita dari kegelapan menuju terangnya iman. Semoga kelak kita semua digolongkan sebagai umatnya yang berhak menerima syafaat di hari kiamat. Amin.

Melalui mimbar ini, saya selaku khatib berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jemaah, marilah kita perkuat ketakwaan kita. Mari kita buktikan ketakwaan itu dengan bersungguh-sungguh menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala hal yang dilarang-Nya.

Hadirin Sidang Jumat yang Berbahagia

Khutbah kali ini akan membahas tentang butir-butir hikmah di balik peristiwa agung Isra Mi’raj. Sebuah perjalanan melampaui logika manusia, di mana Allah Swt memperjalankan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik menembus langit menuju Sidratul Muntaha.

Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Isra ayat 1:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ2

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aq3sa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) 4Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Peristiwa ini secara historis merupakan bentuk pelipur lara bagi Rasulullah yang tengah berduka sedalam-dalamnya pasca wafatnya Siti Khadijah (istri tercinta) dan Abu Thalib (paman sekaligus pelindung dakwah beliau).

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah diperlihatkan berbagai perumpamaan (tamsil) sebagai pelajaran bagi umat manusia:

Gambaran Amal Jariyah: Beliau melihat orang yang memanen padi secara terus-menerus tanpa henti. Jibril menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang gemar bersedekah dan beramal jariyah, yang pahalanya mengalir abadi.

Lalai Shalat: Beliau menyaksikan orang-orang yang menghancurkan kepala mereka sendiri berkali-kali. Ini adalah perumpamaan bagi mereka yang berat hati melakukan shalat, yang kelak akan memikul penyesalan mendalam.

Keteguhan Iman: Aroma harum yang keluar dari makam Mashitah, seorang wanita yang bersama keluarganya lebih memilih wafat di tangan Fir'aun daripada melepas imannya kepada Allah.
Jamaah yang Dimuliakan Allah

Sedikitnya ada lima hikmah besar yang bisa kita petik dari peristiwa ini:

Pertama, Hiburan dari Allah. Allah menunjukkan bahwa di balik setiap kesulitan hidup, ada cara-cara Tuhan untuk memuliakan hamba-Nya. Kesedihan Nabi dijawab dengan pertemuan puncak bersama Sang Pencipta.

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرةٌۙ. اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

“Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, (karena) memandang Tuhannya.” (QS Al-Qiyamah: 22-23).

Kedua, Urgensi Shalat. Isra Mi'raj adalah satu-satunya momentum di mana perintah ibadah (shalat 5 waktu) diturunkan langsung tanpa perantara Jibril. Rasulullah bersabda:

الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ، فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِّيْنِ، وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنِ.

“Shalat adalah tiang agama. Siapa yang mendirikannya, berarti ia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkannya, ia telah meruntuhkan agama.” (HR Al-Baihaqi).

Ketiga, Ujian Keyakinan. Di zaman ketika teknologi belum ada, klaim perjalanan satu malam menembus langit dianggap mustahil. Namun, Islam mengajarkan bahwa iman melampaui logika materi.

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, 'kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji?.” (QS Al-Ankabut: 2).

Keempat, Solusi atas Keluh Kesah. Manusia cenderung kikir saat beruntung dan mengeluh saat tertimpa musibah. Isra Mi'raj mengingatkan bahwa shalat yang khusyuk dan kedermawanan adalah obat dari penyakit hati tersebut. (QS al-Ma’arij: 19-26).

Kelima, Pemantik Ilmu Pengetahuan. Peristiwa ini mendorong para ilmuwan muslim terdahulu untuk mengkaji rahasia langit dan semesta. Al-Qur'an senantiasa memacu akal manusia untuk meneliti kebesaran penciptaan. (QS Lukman: 10).

Demikian khutbah singkat ini. Semoga kita semua mampu meresapi nilai-nilai Isra Mi'raj demi menjadi hamba yang lebih bertaqwa.

بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَه اِنَّه هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلهٌ لَمْ يَزَلْ عَلى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُه وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِهِ وَأَصْحَابِه وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً. اللهم صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى ألِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلى ألِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلى ألِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللّهمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ   

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.