Baca juga: Arti Kata Alloted With Scale Back - Artinya, IPO, Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi, Bahasa Gaul
Kata atau istilah ini sudah sering digunakan kaula muda dalam bahasa pergaulan di Riau, baik di media sosial maupun di dunia nyata.
Bagi para kaula muda Pekanbaru atau kaula muda Riau umumnya yang ingin menggunakan kata ini sebagai bahasa dalam pergaulan, simak penjelasannya agar paham artinya dan lawan bicara tidak salah paham.
Secara bahasa, vulnerablity merupakan bahasa Inggris, dan dalam bahasa Indonesia arti kata vulnerability atau vulnerability artinya adalah kerentanan; atau sifat mudah kena luka; atau kondisi rentan; atau mudah diserang.
Secara istilah, berikut penjelasan arti kata vulnerability atau vulnerability artinya :
1. Secara Umum:
- Kerentanan: Keadaan atau sifat mudah terluka, terserang, atau dipengaruhi oleh sesuatu yang berbahaya.
- Kelemahan: Titik lemah atau celah yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan negatif.
- Ketidakberdayaan: Kondisi tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari bahaya.
2. Dalam Keamanan Komputer (Cybersecurity):
- Celah Keamanan: Sebuah kelemahan dalam sistem komputer, perangkat lunak, atau jaringan yang dapat dieksploitasi oleh penyerang untuk mendapatkan akses tidak sah, merusak data, atau mengganggu operasi sistem.
Contoh: Bug dalam kode program, konfigurasi yang salah, atau kurangnya pembaruan keamanan.
3. Dalam Manajemen Risiko:
- Faktor Risiko: Kondisi atau karakteristik yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kerugian atau bahaya.
Contoh: Lokasi geografis yang rentan terhadap bencana alam, kurangnya persiapan menghadapi keadaan darurat.
4. Dalam Konteks Sosial dan Psikologis:
- Kerentanan Sosial: Kondisi individu atau kelompok yang rentan terhadap diskriminasi, marginalisasi, atau eksploitasi karena faktor-faktor seperti kemiskinan, disabilitas, atau status sosial.
- Kerentanan Emosional: Keterbukaan terhadap perasaan dan emosi, baik positif maupun negatif. Dalam konteks ini, vulnerability sering dikaitkan dengan keberanian untuk menunjukkan diri yang sebenarnya dan membangun hubungan yang otentik.
Contoh kalimat :
- Sistem komputer itu memiliki vulnerability yang memungkinkan peretas masuk. (Keamanan Komputer)
- Populasi yang tinggal di daerah pesisir sangat vulnerable terhadap dampak perubahan iklim. (Manajemen Risiko)
- Menunjukkan vulnerability dalam hubungan dapat mempererat ikatan emosional. (Psikologis)
Dengan memahami konteksnya, Anda dapat mengartikan vulnerability dengan lebih tepat.
Secara bahasa, arti vulnerability dalam Bahasa Gaul adalah sikap terbuka dan jujur tentang perasaan dan kelemahan diri sendiri kepada orang lain.
Melibatkan keberanian untuk menunjukkan diri yang sebenarnya tanpa menyembunyikan kekurangan atau ketakutan.
Berikut penjelasannya :
- Keberanian untuk Terbuka: Dalam konteks gaul, vulnerability bukan berarti lemah, tetapi justru menunjukkan kekuatan dan keberanian seseorang untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain.
- Membangun Koneksi: Menunjukkan vulnerability bisa membantu membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna dengan orang lain, karena orang cenderung lebih tertarik pada orang yang autentik dan jujur.
- Tidak Sempurna: Vulnerability mengakui bahwa tidak ada manusia yang sempurna, dan setiap orang memiliki kelemahan dan ketakutan masing-masing.
Contoh: Seseorang yang berani mengakui kesalahannya, mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya, atau meminta bantuan ketika sedang kesulitan, dianggap menunjukkan vulnerability.
Dalam percakapan sehari-hari, vulnerability bisa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak takut untuk menjadi dirinya sendiri dan menunjukkan sisi rentannya kepada orang lain.
Misalnya, Dia salut banget sama cowok itu karena berani nunjukkin vulnerability-nya.
Istilah vulnerability berasal dari Bahasa Inggris dan memiliki arti yang spesifik.
Dalam Bahasa Melayu Riau, tidak ada padanan kata tunggal yang secara sempurna mencakup semua nuansa maknanya.
Oleh karena itu, penjelasan terbaik adalah dengan memberikan beberapa alternatif terjemahan dan contoh penggunaan, tergantung pada konteksnya:
Secara umum, arti vulnerability dalam Bahasa Melayu Riau adalah kerentanan; kelemahan; atau mudah terpengaruh; atau sisi lemah; atau rapuh; atau mudah keno.
Secara istilah, arti kata kerentanan adalah keadaan mudah terkena dampak negatif, seperti serangan, bahaya, atau kerusakan.
Contoh kalimat :
Dalam konteks keamanan komputer/sistem informasi:
- Sistem tu ado vulnerability yang boleh dieksploitasi oleh hacker.
(Sistem itu ada kerentanan yang bisa dieksploitasi oleh peretas.)
Atau: Sistem tu ado kelemahan yang boleh dimanfaatkan oleh hacker. (kelemahan = kelemahan)
Dalam konteks sosial/ekonomi (misalnya, kerentanan terhadap kemiskinan):
- Masyarakat pesisir sangat vulnerability terhadap perubahan iklim.
(Masyarakat pesisir sangat rentan terhadap perubahan iklim.)
Atau: Masyarakat pesisir mudah terpengaruh dek perubahan iklim. (mudah terpengaruh = mudah terpengaruh)
Dalam konteks emosional/psikologis (misalnya, kerentanan seseorang):
- Dio menunjukkan vulnerabilitynyo saat bercerito tentang masalalu.
(Dia menunjukkan kerentanannya saat bercerita tentang masa lalu.)
Atau: Dio menunjukkan sisi lemahnyo saat bercerito tentang masalalu. (sisi lemah = sisi lemah)
Atau: Dio menunjukkan betapo rapuhnyo dio saat bercerito tentang masalalu. (rapuh = rapuh)
Dalam konteks bencana alam (misalnya, kerentanan suatu daerah terhadap banjir):
- Daerah ni vulnerability terhadap banjir karano sistem drainase yang buruk.
(Daerah ini rentan terhadap banjir karena sistem drainase yang buruk.)
Atau: Daerah ni mudah keno banjir karano sistem drainase yang buruk. (mudah keno = mudah terkena)
Pilihlah terjemahan yang paling sesuai dengan makna yang ingin disampaikan dalam konteks tertentu.
Secara istilah, arti vulnerability dalam hubungan cinta adalah kemampuan dan keberanian untuk membuka diri secara emosional kepada pasangan, tanpa rasa takut dihakimi, ditolak, atau disakiti.
Melibatkan berbagi perasaan, pikiran, ketakutan, dan pengalaman yang mendalam dan pribadi.
Berikut penjelasannya :
- Kepercayaan (Trust): Vulnerability hanya mungkin terjadi jika ada tingkat kepercayaan yang tinggi dalam hubungan. Anda harus merasa aman dan yakin bahwa pasangan Anda akan menerima dan mendukung Anda, bahkan ketika Anda menunjukkan sisi rentan Anda.
- Kejujuran (Honesty): Vulnerability menuntut kejujuran yang radikal dengan diri sendiri dan pasangan. Ini berarti mengungkapkan perasaan dan pikiran Anda yang sebenarnya, bahkan jika itu sulit atau tidak nyaman.
- Empati (Empathy): Vulnerability membutuhkan empati dari kedua belah pihak. Anda harus mampu memahami dan menghargai perasaan dan pengalaman pasangan Anda, dan sebaliknya.
- Penerimaan (Acceptance): Vulnerability berarti menerima diri sendiri dan pasangan Anda apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Ini tidak berarti Anda harus menyetujui semua perilaku pasangan Anda, tetapi Anda harus mampu menerima mereka sebagai individu yang unik dan kompleks.
- Resiko (Risk): Vulnerability selalu melibatkan resiko. Ada kemungkinan bahwa Anda akan terluka, ditolak, atau dikecewakan. Namun, tanpa mengambil resiko ini, Anda tidak akan pernah bisa membangun hubungan yang benar-benar intim dan bermakna.
Manfaat Vulnerability dalam Hubungan Cinta:
- Membangun Kedekatan Emosional: Vulnerability membantu membangun kedekatan emosional yang lebih dalam dan kuat dengan pasangan Anda.
- Meningkatkan Keintiman: Vulnerability menciptakan ruang untuk keintiman yang lebih besar, baik secara emosional maupun fisik.
- Memperkuat Kepercayaan: Vulnerability memperkuat kepercayaan dalam hubungan, karena menunjukkan bahwa Anda percaya pada pasangan Anda dan merasa aman untuk membuka diri kepada mereka.
- Menyelesaikan Konflik: Vulnerability dapat membantu menyelesaikan konflik dengan lebih efektif, karena memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan lebih jujur dan terbuka tentang perasaan dan kebutuhan Anda.
- Menciptakan Hubungan yang Autentik: Vulnerability membantu menciptakan hubungan yang lebih autentik dan bermakna, karena didasarkan pada kejujuran, penerimaan, dan saling pengertian.
Contoh culnerability dalam Hubungan Cinta:
- Mengungkapkan ketakutan dan kekhawatiran Anda kepada pasangan.
- Berbagi mimpi dan tujuan Anda dengan pasangan.
- Mengakui kesalahan Anda dan meminta maaf.
- Menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan Anda kepada pasangan.
- Meminta dukungan dan bantuan dari pasangan ketika Anda sedang kesulitan.
Vulnerability bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kekuatan dan keberanian.
Dalam hubungan cinta, vulnerability adalah kunci untuk membangun kedekatan emosional, keintiman, kepercayaan, dan hubungan yang autentik.
Secara istilah, arti vulnerability dalam hubungan pertemanan adalah bersikap terbuka, jujur, dan autentik dengan teman-teman, termasuk menunjukkan perasaan, ketakutan, dan ketidaksempurnaan diri tanpa takut dihakimi atau ditolak.
Membangun kepercayaan dan kedekatan melalui kejujuran emosional.
Berikut penjelasannya :
- Kepercayaan: Sama seperti dalam hubungan romantis, kepercayaan adalah fondasi utama. Anda harus merasa aman untuk menunjukkan diri yang sebenarnya tanpa takut dikhianati atau diejek.
- Kejujuran: Berbagi pikiran dan perasaan jujur, bahkan jika itu sulit atau tidak populer, adalah bagian penting dari vulnerability.
- Empati dan Dukungan: Vulnerability membutuhkan timbal balik. Teman yang baik akan merespons dengan empati, dukungan, dan pengertian.
- Batasan yang Sehat: Penting untuk menetapkan batasan yang jelas tentang seberapa banyak Anda bersedia berbagi dan apa yang Anda harapkan dari teman Anda.
- Penerimaan: Menerima teman Anda apa adanya, dengan kelebihan dan kekurangannya, adalah bagian penting dari membangun hubungan yang kuat.
Manfaat vulnerability dalam pertemanan:
- Kedekatan yang Lebih Dalam: Vulnerability memungkinkan Anda untuk membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna dengan teman-teman Anda.
- Kepercayaan yang Lebih Kuat: Ketika Anda bersikap terbuka dan jujur, Anda membangun kepercayaan yang lebih kuat dalam hubungan Anda.
- Dukungan Emosional: Teman yang tahu sisi rentan Anda dapat memberikan dukungan emosional yang lebih baik ketika Anda membutuhkannya.
- Autentisitas: Vulnerability memungkinkan Anda untuk menjadi diri sendiri sepenuhnya dalam hubungan Anda, tanpa perlu berpura-pura atau menyembunyikan apa pun.
- Koneksi yang Lebih Nyata: Vulnerability membantu menciptakan koneksi yang lebih nyata dan bermakna dengan orang lain.
Contoh culnerability dalam pertemanan:
- Menceritakan tentang kekhawatiran atau ketakutan Anda kepada teman.
- Meminta bantuan ketika Anda sedang kesulitan.
- Mengakui kesalahan Anda dan meminta maaf.
- Menunjukkan dukungan dan empati kepada teman ketika mereka sedang mengalami masa sulit.
- Menjadi diri sendiri sepenuhnya, tanpa mencoba untuk menjadi orang lain.
Vulnerability dalam pertemanan bukan berarti menjadi terlalu terbuka atau berbagi terlalu banyak informasi pribadi. Ini tentang memilih untuk bersikap jujur dan autentik dengan teman-teman yang Anda percayai, dengan tujuan membangun hubungan yang lebih dalam dan bermakna.
Secara istilah, arti vulnerability dalam hubungan keluarga adalah kemampuan untuk bersikap terbuka, jujur, dan autentik dengan anggota keluarga, termasuk menunjukkan perasaan, ketakutan, dan ketidaksempurnaan tanpa takut dihakimi, ditolak, atau dikucilkan.
Ini fondasi untuk membangun hubungan keluarga yang sehat, penuh kasih sayang, dan saling mendukung.
Berikut penjelasannya :
- Kepercayaan (Trust): Anggota keluarga harus merasa aman dan percaya bahwa mereka dapat membuka diri tanpa takut dikhianati atau diejek.
- Kejujuran (Honesty): Berkomunikasi secara jujur tentang perasaan, kebutuhan, dan harapan, bahkan jika itu sulit atau tidak nyaman.
- Empati (Empathy): Mampu memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh anggota keluarga lain, serta memberikan dukungan dan pengertian.
- Penerimaan (Acceptance): Menerima anggota keluarga apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan, tanpa mencoba mengubah mereka.
- Batasan (Boundaries): Menetapkan batasan yang sehat tentang seberapa banyak informasi pribadi yang dibagikan dan apa yang diharapkan dari anggota keluarga lain.
- Pengampunan (Forgiveness): Mampu saling memaafkan kesalahan dan kekhilafan di masa lalu.
Manfaat vulnerability dalam hubungan keluarga :
- Kedekatan Emosional: Membangun hubungan yang lebih dekat dan bermakna antar anggota keluarga.
- Komunikasi yang Lebih Baik: Meningkatkan komunikasi yang jujur, terbuka, dan efektif.
- Dukungan Emosional: Menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan menguatkan.
- Penyelesaian Konflik yang Sehat: Memungkinkan anggota keluarga untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif dan penuh kasih sayang.
- Rasa Aman dan Terhubung: Menciptakan rasa aman, terhubung, dan diterima dalam keluarga.
- Generasi yang Lebih Sehat: Membangun pola hubungan yang sehat yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya.
Contoh vulnerability dalam hubungan keluarga :
- Seorang anak menceritakan tentang masalahnya di sekolah kepada orang tuanya.
- Seorang ibu mengakui bahwa dia merasa lelah dan kewalahan.
- Seorang ayah meminta maaf atas kesalahannya.
- Seorang saudara menunjukkan dukungan kepada saudaranya yang sedang mengalami masa sulit.
- Anggota keluarga saling berbagi tentang impian, ketakutan, dan harapan mereka.
Vulnerability dalam hubungan keluarga bukanlah tentang menjadi sempurna, tetapi tentang menjadi manusiawi.
Tapi tentang menciptakan ruang yang aman dan mendukung di mana setiap anggota keluarga dapat merasa diterima, dicintai, dan dihargai apa adanya.
Sumber: tribunpekabaru.com, kbbi.web.id, kbbi.co.id, yourdictionary.com, Kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Melayu Riau
Demikian penjelasan tentang arti kata candor atau candor artinya dan sinonim dari kata candor serta antonim dari kata candor hingga contoh kalimat menggunakan kata candor dan arti candor dalam Bahasa Gaul serta arti kata candor dalam Bahasa Melayu Riau termasuk arti candor dalam hubungan cinta dan arti candor dalam hubungan pertemanan serta arti candor dalam hubungan keluarga .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )