Dana Desa 2026 di Pangandaran Turun Drastis, Apdesi Sebut Anggaran Tak Cukup Jalankan Program
January 12, 2026 09:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Penerimaan Dana Desa (DD) tahun 2026 di 93 desa di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami penurunan signifikan.

Kondisi ini mendapat sorotan dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Pangandaran yang menilai penurunan anggaran tersebut berdampak besar terhadap jalannya program desa.

Ketua APDESI Kabupaten Pangandaran, Sugiono, mengatakan, besaran Dana Desa yang diterima saat ini jauh dari kata cukup untuk membiayai berbagai program yang sudah direncanakan pemerintah desa.

"Jelas tidak cukup. Rata-rata desa di Pangandaran sekarang hanya menerima sekitar Rp 373 juta. Padahal sebelumnya ada desa yang menerima lebih dari Rp 1 miliar. Kalau di bawah itu, rata-rata hanya Rp 350 jutaan," ujar Sugiono kepada Tribun melalui WhatsApp, Senin (12/1/2026) sore.

Menurutnya, banyak usulan kegiatan desa yang sudah disusun. Tapi, dengan anggaran DD yang dinilai sangat kecil, pemerintah desa terpaksa melakukan penyesuaian dan memangkas sejumlah program.

Baca juga: DKPP Pangandaran: Konsumsi Ikan Siswa Pangandaran Bisa 10 Ton Perbulan dari MBG

"Selama ini, kita (Desa) sangat bergantung pada DD dan Alokasi Dana Desa (ADD), bantuan keuangan, bagi hasil, dan transfer lainnya," katanya. 

Namun, sampai sekarang belum ada strategi khusus untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). "Sehingga, kegiatan yang dilakukan cenderung mengulang program yang sudah ada," ucap Sugiono.

Sugiono pun menilai pengelolaan aset desa belum bisa diandalkan sepenuhnya sebagai sumber pendapatan tambahan. 

"Kecuali bagi desa yang memiliki dan mengelola potensi wisata. Itu lumayan membantu, tapi faktanya sebagian besar desa di Pangandaran tidak mengelola sektor wisata," ujarnya.

Untuk pembangunan fisik di desa seperti infrastruktur jalan masih memungkinkan dilakukan pada tahun 2026. Namun, dalam skala yang sangat terbatas.

"Paling hanya satu titik pembangunan saja. Itu pun kemungkinan besar disesuaikan atau beririsan dengan program ketahanan pangan," kata Ia.

Sebagai contoh, Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran pada tahun 2026 itu hanya menerima Dana Desa sebesar Rp 373 juta. 

Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya desa tersebut memperoleh anggaran Dana Desa lebih dari Rp 1 miliar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.