Laporan wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG-Angin puting beliung menerjang 3 desa di Kecamatan Rejotangan, Senin (12/1/2026) sore.
Akibat angin memutar dengan kekuatan besar ini, ada 41 rumah mengalami kerusakan pada atap.
Atap berupa lembaran asbes terbang dibawa angin, sementara atap genteng banyak yang rontok atau terbang.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, 22 rumah rusak di Desa Panjerejo, 14 rumah di Desa Karangsari, dan 4 rumah di Desa Tugu.
Menurut salah satu warga Desa Karangsari yang jadi korban, Azis Saiful Arifin (34), angin puting beliung muncul sekitar pukul 15.00 WIB.
“Tiba-tiba muncul angin dari arah barat selatan (barat daya), langsung tertiup sangat kencang,” ucapnya.
Tiupan angin berkekuatan besar ini datang saat cuaca mendung, namun belum turun hujan.
Tiupan angin ini menerbangkan asbes atap rumah Azis dan sebagian atap genteng.
Angin bertiup sekitar 10 menit, namun sudah cukup menimbulkan kerusakan dalam skala luas.
“Setelah angin baru turun hujan lebat. Alhamdulillah, tidak ada yang terluka,” katanya.
Baca juga: 3 Penerbangan Dialihkan Pendaratan ke Semarang Imbas Puting Beliung di Bandara Juanda
Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo, mengatakan pihaknya bersama pemerintah desa masing-masing segera turun ke lapangan untuk melakukan pendataan.
“Kami sudah punya Desa Tanggap Bencana. Kami kerja sama dengan BPBD yang cepat merespons, bareng-barang tinjauan lapangan,” jelas Jarot
Pendataan lapangan ini untuk menghitung nilai kerusakan yang terjadi akibat terjangan puting beliung ini.
Jarot merinci, di Desa Karangsari kerusakan skala ringan ada di Dusun Padangan sebanyak 14 rumah dan Dusun Karangsari 1 rumah.
Desa Panjerejo, di Dusun Baran 1 ada 21 rumah rusak ringan, dan di Dusun Baran 2 ada 1 rusak ringan.
Desa Tugu, di Dusun Kepuhrejo ada 3 rumah rusak ringan dan di Dusun Tugu 1 rumah rusak ringan.
“Hasil pendataan kami laporkan ke BPBD Tulungagung, untuk proses penanganan lebih lanjut,” sambungnya.
Kerusakan rata-rata pada atap asbes yang hilang karena terbang, atau genteng yang rontok.
Sebagian warga langsung memperbaiki rumahnya secara mandiri.