SURYA.CO.ID, JEMBER – Suasana tenang di sebuah warung Madura kawasan Kelurahan Mangli, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), mendadak berubah menjadi mencekam.
Sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan aksi pengeroyokan oleh sekelompok pemuda di dalam toko kelontong tersebut, kini viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam potongan video yang beredar, terlihat sepasang pembeli, pria dan wanita sedang berbelanja, sebelum akhirnya diserbu oleh puluhan pemuda secara membabi buta.
Kejadian yang berlangsung di Jalan Otto Iskandardinata, Kecamatan Kaliwates, Jember tersebut memperlihatkan aksi pengeroyokan yang membuat isi toko berantakan.
Insiden bermula saat dua orang pembeli tengah bertransaksi di dalam warung.
Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba gerombolan pemuda langsung merangsek masuk dan melakukan pengeroyokan.
Beruntung, saat kejadian berlangsung, aparat kepolisian sedang melakukan pengamanan kegiatan masyarakat di sekitar lokasi sehingga kerusuhan tidak meluas.
Kasat Samapta Polres Jember, AKP Heru Siswanto, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam (10/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
"Awalnya ada dua orang pembeli di toko itu. Kemudian sekelompok pemuda datang dan langsung masuk ke toko. Mereka langsung mengeroyok dua pembeli tersebut tanpa ada pembicaraan apa pun," ungkap AKP Heru saat dikonfirmasi SURYA pada Senin (12/1/2026).
Meskipun sempat terjadi aksi kekerasan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Barang-barang di dalam toko dilaporkan dalam kondisi aman, meski posisi dagangan berantakan akibat pergumulan massa.
"Alhamdulillah kami bersama anggota akhirnya bisa melerai kejadian tersebut, sehingga tidak sampai ada korban. Barang-barang di toko tidak ada yang hilang, hanya berantakan," tambahnya.
Uniknya, pihak kepolisian memilih langkah persuasif dengan mengawal gerombolan pemuda tersebut kembali ke rumah masing-masing untuk mencegah aksi balasan di malam yang sama.
Namun, AKP Heru menegaskan, bahwa proses hukum tetap berjalan.
Saat ini, jajaran Satreskrim Polres Jember tengah melakukan pendalaman terkait motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. Belum dipastikan apakah ada dendam pribadi atau murni aksi spontanitas dari kelompok pemuda tersebut.
"Perkara ini sekarang sedang kami lidik. Tindakan mereka tampak seperti spontanitas saja, tapi masih kami dalami dulu untuk mengetahui latar belakangnya," pungkas Heru.