Moskow (ANTARA) - Teheran siap memberi "pelajaran yang tak terlupakan" kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika Washington memutuskan menyerang Iran, kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Senin.
"Saya sudah dengar bahwa anda (Trump) mengancam Iran. Para pembela Iran akan memberi anda pelajaran yang tak terlupakan. Kemarilah dan lihatlah bagaimana semua kekuatan anda di Timur Tengah hancur," kata Ghalibaf, sebagaimana disiarkan IRIB.
Akhir Desember lalu, Trump berkata bahwa ia akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran berupaya melanjutkan program pengembangan rudal dan nuklirnya.
Kemudian, di tengah gelombang protes dan kerusuhan di Iran, Trump kembali mengancam akan menyerang Iran jika pengunjuk rasa dibunuhi. Ia mengaku akan memberi bantuan kepada rakyat Iran jika dibutuhkan.
Gelombang unjuk rasa menyapu Iran sejak Desember di tengah kekhawatiran atas inflasi yang melonjak akibat pelemahan mata uang rial Iran. Pengunjuk rasa memprotes tidak stabilnya nilai tukar mengakibatkan naiknya harga barang grosir dan eceran.
Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad-Reza Farzin telah menyatakan pengunduran dirinya di tengah unjuk rasa.
Menyusul seruan dari Reza Pahlavi, anak dari Shah Iran yang digulingkan dalam revolusi 1979, unjuk rasa di Iran semakin meningkat sejak 8 Januari. Di hari yang sama, pemerintah Iran memblokir akses internet.
Di sejumlah kota di Iran, pengunjuk rasa yang menggaungkan slogan anti-pemerintah bentrok dengan pihak kepolisian. Ada laporan yang menyebutkan bahwa sejumlah petugas keamanan maupun pengunjuk rasa menjadi korban jiwa dalam protes kali ini.
Pada Senin (12/1), otoritas Iran menyebut situasi mulai berangsur terkendali.
Sumber: Sputnik







