Rekam Jejak Alvaro Arbeloa, Pelatih Baru Real Madrid Gantikan Xabi Alonso
January 13, 2026 10:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Keputusan Real Madrid mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso pada awal Januari 2026 datang secara tiba-tiba dan mengejutkan banyak pihak, termasuk para pemain di ruang ganti.

Media Spanyol menggambarkan momen tersebut sebagai sebuah “ledakan” yang mengguncang stabilitas internal klub.

Hanya sehari setelah kekalahan dramatis 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 di Jeddah, Arab Saudi, Alonso resmi meninggalkan jabatannya sebagai pelatih kepala Los Blancos.

Pengumuman perpisahan disampaikan klub ibu kota Spanyol itu pada Senin (12/1/2026) waktu setempat melalui pernyataan resmi.

Klub Real Madrid menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama atau mutual termination.

Istilah ini merujuk pada pemutusan kontrak yang disetujui kedua belah pihak tanpa adanya kompensasi atau pesangon, meski kontrak sang pelatih sejatinya masih berlaku hingga Juni 2028.

Baca juga: Prediksi Skor Barcelona vs Real Madrid di Piala Super Spanyol 2026 dan Live Score

Keputusan Mendadak yang Mengejutkan Ruang Ganti

Media olahraga ternama Spanyol, Diario AS, menyoroti bahwa kepergian Xabi Alonso benar-benar tidak terendus sebelumnya.

Para pemain Real Madrid disebut sama sekali tidak mengetahui rencana tersebut hingga pengumuman resmi dirilis klub.

Situasi ini membuat atmosfer ruang ganti terguncang, karena perubahan pelatih biasanya melalui proses komunikasi bertahap.

Kondisi serupa juga terjadi di tim Real Madrid Castilla, atau tim cadangan Los Blancos.

 Mereka juga tidak mendapatkan informasi lebih awal, padahal keputusan ini berdampak langsung terhadap struktur kepelatihan klub.

Hal tersebut terjadi karena pelatih Castilla, Alvaro Arbeloa, ditunjuk sebagai pengganti Alonso di tim utama.

Dalam dunia sepak bola profesional, ruang ganti (locker room) memegang peran krusial karena menjadi pusat komunikasi antara pelatih dan pemain.

Ketika stabilitas ruang ganti terganggu, performa tim sering kali ikut terdampak. Inilah mengapa keputusan mendadak Real Madrid dinilai sangat berisiko, meski klub memiliki tradisi cepat beradaptasi dengan perubahan.

Tekanan Prestasi dan Retaknya Hubungan Internal

Selama sekitar 232 hari memimpin Real Madrid, Xabi Alonso disebut sempat menghadapi sejumlah persoalan internal.

Salah satu yang paling mencuat adalah hubungan yang dikabarkan menegang dengan beberapa pemain kunci.

 Sorotan publik tertuju pada insiden melibatkan Vinicius Junior pada laga El Clasico Liga Spanyol Oktober 2025, ketika sang pemain menunjukkan ekspresi tidak puas saat ditarik keluar lapangan.

Kendati demikian, laporan dari media Inggris menyebut bahwa manajemen Real Madrid sebenarnya masih mempercayai proyek jangka panjang Alonso.

Namun, tekanan dari dewan direksi yang menuntut hasil instan membuat posisi pelatih berusia 44 tahun itu semakin sulit.

Dalam kultur Real Madrid, hasil akhir sering kali lebih menentukan dibandingkan rencana jangka panjang, terlebih setelah kekalahan dari rival abadi Barcelona.

Menyadari situasi tersebut, Alonso akhirnya memilih mundur dengan persetujuan klub. Keputusan ini diambil demi menghindari ketegangan berkepanjangan yang berpotensi merusak suasana tim.

Respek dan Pesan Emosional dari Para Pemain

Meski kepergiannya berlangsung mendadak, Xabi Alonso tetap meninggalkan kesan positif di mata sejumlah pemain. Ucapan terima kasih dan pesan perpisahan mengalir dari berbagai figur di skuad Real Madrid.

 Gonzalo Garcia, salah satu penyerang muda, menyebut Alonso sebagai sosok yang memberinya kepercayaan sejak hari pertama.

Gelandang asal Perancis, Eduardo Camavinga, juga mengekspresikan rasa hormatnya. Ia mengaku banyak belajar dari Alonso, baik dari sisi taktik maupun profesionalisme.

Kylian Mbappe pun turut menyampaikan pesan emosional melalui akun Instagram pribadinya. Penyerang bintang tersebut menilai Alonso sebagai pelatih dengan ide sepak bola yang jelas dan kemampuan membaca permainan yang mendalam.

Pesan-pesan tersebut mencerminkan bahwa meski masa kepemimpinan Alonso relatif singkat, ia tetap meninggalkan warisan berupa respek dan pembelajaran bagi para pemainnya.

Arbeloa jadi Pelatih

Tak membutuhkan waktu lama, Real Madrid langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti Xabi Alonso. Penunjukan ini bersifat interim, atau sementara, untuk mengarungi sisa musim Liga Spanyol 2025-2026.

Arbeloa bukan sosok asing bagi Real Madrid. Ia adalah legenda klub yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Santiago Bernabeu.

Alonso dan Arbeloa dikenal sebagai sahabat lama sejak masih aktif bermain. Keduanya pernah membela Liverpool, Real Madrid, dan tim nasional Spanyol secara bersamaan.

 Total, mereka bermain bersama dalam lebih dari 260 pertandingan. Hubungan dekat ini membuat transisi kepelatihan diharapkan berjalan lebih mulus.

Menariknya, Alonso sendiri pernah menyatakan keyakinannya bahwa Arbeloa suatu hari layak melatih Real Madrid. Pernyataan tersebut disampaikan pada Desember 2025, jauh sebelum pergantian pelatih terjadi.

Karakter Berbeda, Emosi Lebih Menyala

Secara taktik, pendekatan Alvaro Arbeloa tidak terlalu jauh berbeda dengan Xabi Alonso. Ia kerap menerapkan formasi 4-3-3 dengan bek sayap aktif membantu serangan.

 Dalam skema ini, peran penyerang sayap sangat penting untuk menusuk ke area pertahanan lawan, sementara satu gelandang bertugas sebagai jangkar, yakni pemain yang menjaga keseimbangan di depan lini belakang.

Namun, perbedaan paling mencolok terletak pada karakter kepemimpinan. Jika Alonso dikenal tenang dan terkendali, Arbeloa justru tampil lebih emosional di pinggir lapangan.

Ia dikenal vokal dalam memprotes keputusan wasit dan menuntut intensitas tinggi dari para pemainnya. Gaya ini membuatnya kerap dibandingkan dengan Jurgen Klopp, terutama dalam hal pressing tinggi dan semangat kolektif tim.

Arbeloa dan Rekam Jejak di Akademi Madrid

Alvaro Arbeloa telah berada di lingkungan Real Madrid selama lebih dari lima tahun setelah gantung sepatu. Ia memulai karier kepelatihan dari tim U-14, kemudian naik ke U-16 dan U-19.

Pada Juni 2025, Arbeloa dipercaya menangani Real Madrid Castilla, jenjang terakhir sebelum pemain promosi ke tim utama.

Selama melatih di level akademi, Arbeloa memimpin sekitar 200 pertandingan dengan rasio kemenangan yang sangat tinggi.

Ia dikenal menerapkan standar profesional ketat, termasuk penggunaan teknologi modern seperti perekaman latihan menggunakan drone untuk analisis performa pemain.

Biodata Alvaro Arbeloa

Dikutip dari Transfermarkt, Alvaro Arbeloa Coca lahir di Salamanca, Spanyol, pada 17 Januari 1983. 

Ia memiliki tinggi badan 1,84 meter dan berposisi sebagai bek kanan semasa aktif bermain.

Arbeloa dikenal sebagai pemain dengan disiplin taktik tinggi dan etos kerja luar biasa. Ia pensiun sebagai pemain profesional pada 2017 setelah membela West Ham United.

Riwayat Karier Pemain yang Panjang

Karier profesional Arbeloa dimulai dari akademi Real Madrid sebelum menembus tim utama. Ia kemudian berpetualang ke Deportivo La Coruña dan Liverpool.

Pada 2009, Arbeloa kembali ke Real Madrid dan menjadi bagian penting dari era kesuksesan klub sebelum menutup karier di West Ham.

Setelah pensiun, Arbeloa kembali ke Madrid dan menapaki jalur kepelatihan secara bertahap. Kini, ia mendapatkan tantangan terbesar dalam hidupnya, yakni memimpin tim utama Real Madrid di tengah tekanan besar dan ekspektasi tinggi.

Tantangan Berat di Depan Mata

Meski memiliki kedekatan emosional dengan klub, penunjukan Arbeloa tidak lepas dari pertanyaan publik.

 Rekam jejaknya bersama Castilla menunjukkan hasil yang belum sepenuhnya konsisten.

 Dari 19 pertandingan terakhir yang dipimpinnya sebelum promosi, ia mencatatkan 10 kemenangan, satu hasil imbang, dan delapan kekalahan.

Namun, Real Madrid tampaknya menilai bahwa karakter, kedisiplinan, dan pemahamannya terhadap budaya klub menjadi modal utama. Di klub sebesar Real Madrid, DNA klub sering kali dianggap sama pentingnya dengan taktik semata.

Sumber: https://bola.kompas.com/read/2026/01/13/06324438/perpisahan-xabi-alonso-dan-real-madrid-seperti-bom-pemain-terkejut?page=all#page2.

Sumber: https://bola.kompas.com/read/2026/01/13/05214298/real-madrid-resmi-tunjuk-alvaro-arbeloa-gantikan-xabi-alonso?page=all#page2.

Sumber: https://bola.kompas.com/read/2026/01/13/07311108/lebih-emosional-dari-xabi-alonso-di-real-madrid-arbeloa-tunjukkan-karakter?page=all#page2.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.