Orang Tua Apresiasi Prestasi Akademik Siswa SMAK Regina Pacis Bajawa Ngada
January 13, 2026 10:47 AM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar


TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Ketua Komite SMAK Swasta Regina Pacis Bajawa, Gerardus Reo, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian akademik para siswa kelas XII yang mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2025/2026.

Menurut Gerardus, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan serta dukungan penuh dari orang tua siswa.

“Sebagai Ketua Komite yang mewakili seluruh orang tua, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kepala Sekolah, para guru, dan tenaga kependidikan yang dengan berbagai cara telah mempersiapkan anak-anak sehingga mampu meraih hasil yang luar biasa,” ujar Gerardus, Kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin (12/1/2026).

Ia menuturkan, selama masa persiapan TKA, para siswa lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dibandingkan di rumah.

 

 

Baca juga: Memulihkan Relasi Lewat Togo Jelang Ritus Pati Karapau di Kampung Cua, Palue NTT

 

 

 

 

“Kadang-kadang anak-anak pulang ke rumah hanya untuk beristirahat. Sekitar 80 hingga 90 persen waktu mereka dihabiskan di sekolah. Puji Tuhan, seluruh orang tua memberikan dukungan penuh dengan merelakan anak-anak fokus belajar meski waktu di rumah sangat terbatas,” katanya.

Gerardus menambahkan, dukungan orang tua yang kuat tersebut turut memompa semangat dan motivasi siswa dalam meraih prestasi.

“Berkat dukungan itu, spirit belajar murid sangat luar biasa. Prestasi seperti ini memang pantas untuk dibanggakan,” lanjutnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat siswa cepat berpuas diri. Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru akan dihadapi ketika para siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami berharap jangan sampai merasa puas dengan pencapaian ini. Ini baru awal, karena ke depan mereka akan masuk ke dunia yang menuntut kemandirian, jauh lebih menantang dan kompetitif. Jika di sini masih ada pendampingan guru, maka di luar nanti mereka harus mengelola diri sendiri,” tegasnya.

Ia juga mendorong para siswa untuk terus berinovasi, menjaga integritas diri, serta aktif melibatkan diri dalam berbagai ruang dan situasi sebagai bekal menghadapi dunia perguruan tinggi.

“Saya percaya pembentukan karakter yang luar biasa di sekolah ini akan menjadi fondasi kuat. Apa yang menjadi mimpi mereka pasti bisa terwujud jika dipersiapkan dengan baik,” pungkas Gerardus.(Cha).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.