Tiga Warga Cilincing Meninggal Tersetrum Saat Banjir Jakarta
January 13, 2026 10:54 AM

 

PROHABA.CO, JAKARTA - Pasangan suami istri (pasutri) dan seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di kawasan Cilincing, Jakarta Utara tewas tersengat aliran listrik saat banjir Jakarta menerjang.

Ketiga korban tewas akibat kesetrum listrik yang berasal dari alat elektronik yang terendam banjir. 

Peristiwa tragis tersebut mengenai tiga orang meninggal akibat tersetrum listrik saat banjir melanda Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (12/1/2026), kembali membuka mata masyarakat tentang betapa besar bahaya listrik ketika air menggenangi permukiman. 

Kejadian yang menelan korban jiwa seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Kalibaru serta pasangan suami istri di Kelurahan Semper Barat.

Korban pertama, Maya Saputri (43), ditemukan tak bernyawa di rumahnya yang terendam banjir di RT 11 RW 08 Kelurahan Kalibaru.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Menurut keterangan kakak iparnya, Nawawi, Maya sempat membersihkan rumah seperti biasa meski air sudah masuk ke dalam.

Namun, saat dipanggil keluarga, ia tidak merespons.

Baca juga: Warga Aceh Utara Meninggal Tersengat Listrik Saat Selamatkan Ayam di Tengah Banjir

Ketika diperiksa, tubuhnya sudah tergeletak di air dan mengeluarkan sengatan listrik.

Upaya menolong pun sempat membuat anggota keluarga lain ikut tersetrum.

Setelah listrik diputus, barulah jasad Maya bisa diangkat, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Kondisi banjir yang memutus akses jalan membuat evakuasi korban hanya bisa dilakukan ke masjid terdekat.

Tak lama berselang, tragedi serupa menimpa pasangan suami istri, Hadi Warno (54) dan Naning Juniarty (49), warga Semper Barat.

Keduanya ditemukan mengambang di ruang tengah rumah oleh anak mereka sepulang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB.

Warga segera mengevakuasi dan membawa keduanya ke Rumah Sakit Pelabuhan, namun hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda kekerasan.

Polisi menduga kuat kematian pasangan tersebut akibat korsleting listrik dari kulkas yang kabelnya terkelupas dan terendam air.

Jenazah mereka kemudian disemayamkan di Musala Al Mukaromah, tepat di depan rumah.

Baca juga: Duka Menyelimuti HUT RI di Aceh Timur, Murid MIN 1 Pante Bidadari Meninggal Kesetrum Listrik 

Kepolisian melalui AKP Bobi Subasri menegaskan imbauan agar masyarakat lebih waspada terhadap bahaya listrik saat banjir.

Ia menekankan pentingnya mematikan aliran listrik, mencabut peralatan elektronik, serta berhati-hati beraktivitas di rumah yang tergenang air.

Pesan ini bukan sekadar formalitas, melainkan peringatan nyata bahwa listrik dan air adalah kombinasi mematikan.

Peristiwa di Cilincing ini bukanlah yang pertama.

Pada tahun 2022, kasus serupa terjadi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan saat terendam banjir pada Senin (28/11/2022).

Seorang perempuan bernama Lina Maulida (23) meninggal dunia setelah tersetrum ketika mencoba mencabut saklar yang terendam banjir.

Nahas, korban langsung tergeletak akibat tersengat aliran listrik dan dinyatakan meninggal dunia usai dibawa ke rumah sakit.

Tragedi yang menimpa Maya, Hadi, dan Naning seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Pemerintah daerah bersama PLN perlu meningkatkan sosialisasi dan langkah preventif, seperti pemutusan aliran listrik otomatis di wilayah rawan banjir.

Warga juga harus lebih proaktif memastikan keamanan rumah, misalnya dengan meninggikan posisi stop kontak, mengamankan kabel, dan segera memutus listrik ketika banjir mulai masuk.

Baca juga: Contact Center Polri 110 Berlaku secara Nasional, Gratis Digunakan dan Ini Tujuannya

Baca juga: 55 Desa dan Dusun di Aceh Hilang Akibat Bencana Banjir dan Longsor, Ini Daftarnya

Baca juga: Universitas Serambi Mekkah Jadi PTS Terbaik Aceh Versi UniRank 2025

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.