Sejarah Kota Lama Surabaya: Dulu Lokasi Tragedi 10 November, Kini Kurang Diminati karena Parkir Jauh
January 13, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Wisata sejarah Kota Lama Surabaya kini kembali jadi sorotan karena banyak keluhan terkait lokasi parkir yang cukup jauh.

Padahal, kawasan ini merupakan saksi bisu perjuangan kemerdekaan arek-arek Suroboyo di zaman penjajahan.

Banyak para pahlawan terdahulu bertaruh nyawa di sekitar Jembatan Merah. 

Namun kini, warga Surabaya, terutama kalangan muda, lebih memilih menghabiskan waktu nongkrong di Jalan Tunjungan daripada kawasan wisata Kota Lama.

Jalan Tunjungan Surabaya hampir tak pernah sepi, khususnya pada sore hingga malam hari.

Deretan anak muda, komunitas, hingga wisatawan tampak menikmati suasana sambil berjalan kaki, duduk santai, atau berfoto di sepanjang koridor jalan bersejarah tersebut.

“Vibes-nya Malioboro banget. Enak buat foto-foto, suasananya hidup, jadi betah,” ujar seorang pengunjung bernama Doni, yang ditemui SURYA.co.id di kawasan Tunjungan, Jumat (9/1/2026) lalu.

Selain atmosfernya yang ramai dan estetik, faktor kemudahan akses menjadi alasan utama.

Lokasi parkir yang relatif dekat dan mudah dijangkau, mulai dari Gedung Siola hingga gang-gang antar kafe, membuat pengunjung tak perlu berjalan jauh.

Pilihan coffee shop di sekitar Tunjungan juga terbilang lengkap, membuat kawasan ini dinilai lebih cocok untuk nongkrong santai.

“Kalau sama teman-teman, saya sendiri lebih sering milih Tunjungan ketimbang Kota Tua. Lebih fleksibel dan banyak pilihan tempat,” tambah Doni.

Baca juga: Lokasi Parkir yang Jauh Jadi Alasan Muda-Mudi Pilih ke Jalan Tunjungan Ketimbang Kota Lama Surabaya

CEGAH TINDAK KRIMINAL - Bus Suroboyo melintas di kawasan Kota Surabaya, Minggu (12/1/2026). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan akan memberikan atensi terhadap pencegahan tindakan kriminal di tempat wisata, termasuk Kota Lama.
CEGAH TINDAK KRIMINAL - Bus Suroboyo melintas di kawasan Kota Surabaya, Minggu (12/1/2026). Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan akan memberikan atensi terhadap pencegahan tindakan kriminal di tempat wisata, termasuk Kota Lama. (Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway)

Tantangan di Kawasan Kota Lama

Meski begitu, bukan berarti kawasan Kota Lama Surabaya kehilangan pesonanya.

Pada hari yang sama, kawasan yang dahulu menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan era kolonial ini tetap terpantau ramai, meski tingkat keramaiannya masih kalah dibanding Jalan Tunjungan.

Kota Lama Surabaya dinilai tetap 'worth it', terutama untuk wisata keluarga.

Kawasan ini menawarkan nilai edukasi dan sejarah yang kuat, dengan titik-titik ikonik, seperti Jalan Panggung hingga kawasan Jembatan Merah yang legendaris.

Namun, nilai sejarah yang besar ini harus berhadapan dengan tantangan akses.

Parkir resmi yang tersedia di beberapa titik seperti kawasan JMP, Terminal Kasuari, dan Taman Sejarah, mengharuskan pengunjung berjalan kaki cukup jauh menuju area inti wisata. Hal inilah yang sering kali membuat anak muda berpikir dua kali untuk berkunjung.

“Kalau ke Kota Lama capek jalannya. Kalau di sini (Tunjungan) gak ribet, parkir dekat. Cocok buat jalan bareng temen maupun rekan kerja, sembari melepas penat sehabis kerja,” ujar Novi, warga Surabaya Utara.

Pada akhirnya, ruang publik dengan akses mudah kini lebih diminati oleh generasi muda.

Sementara kawasan Kota Lama yang penuh jejak heroik tetap memiliki segmen tersendiri bagi pecinta wisata tematik. 

Jalan Tunjungan pun kini bukan sekadar jalan bersejarah, melainkan telah menjelma menjadi pusat interaksi sosial utama warga Kota Pahlawan.

Bagaimana sejarah Kota Lama Surabaya?

Sejarah Kota Lama Surabaya

Dilansir dari laman resmi tourism.surabaya.go.id, Kota Lama Surabaya lebih dari sekadar kisah tentang terbentuknya Surabaya sebagai kota pelabuhan dan perdagangan. 

Lokasi ini memiliki makna sebagai kota multikultural yang dihuni berbagai etnik atau bangsa dari berbagai belahan dunia. 

Kota Lama Surabaya juga menjadi latar utama terjadinya peristiwa pemicu pertempuran 10 November 1945.

Pada akhirnya, Kota Lama Surabaya adalah episentrum cagar budaya yang membentuk sekaligus dibentuk oleh kolase kebangsaan, kebudayaan, kepahlawanan. 

Kota Lama Surabaya adalah museum hidup perjalanan Kota Surabaya seutuhnya hingga saat ini.

Wisata Kota Lama Surabaya

Kawasan ini telah selesai direvitalisasi dan menawarkan nuansa sejarah melalui deretan bangunan peninggalan masa lalu.

Tak hanya itu, Kota Lama juga menjadi saksi bisu perjuangan Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Kota Lama Surabaya terdiri dari empat zona, yaitu Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu. Di zona Eropa, pengunjung dapat menikmati berbagai tempat wisata menarik, berikut beberapa rekomendasinya:

1. Wisata Toerwagen

Destinasi ini membawa wisatawan merasakan atmosfer Eropa klasik di tengah kota Surabaya.

2. Pabrik Limun dan Sirup Telasih "Siropen"

Jika ingin mengenal lebih jauh sejarah industri sirup di Indonesia, Pabrik Siropen adalah tempat yang tepat. Pabrik ini didirikan oleh pengusaha Belanda, JC van Dronggelen, dan menjadi pabrik sirup pertama di tanah air.

Meskipun proses pembuatan sirup belum dapat dilihat langsung, pengunjung dapat menikmati minuman khas ini di area luar pabrik. Harga sirup Siropen dimulai dari Rp 35.000 per botol dan Rp 7.000 per gelas, yang tersedia dalam berbagai rasa.

3. Pos Bloc Surabaya

Setelah sukses di Jakarta dan Medan, Pos Bloc kini hadir di Surabaya. Dahulu, bangunan ini merupakan sekolah Hogere Burgerschool (HBS) tempat Soekarno, Presiden pertama RI, pernah menimba ilmu. Pos Bloc kini menjadi pusat kegiatan kreatif lokal dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Pengunjung dapat menikmati berbagai pameran menarik di sini.

4. Jembatan Merah

Dibangun pada tahun 1809 saat pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, Jembatan Merah adalah penghubung antara wilayah timur dan barat Sungai Kapuas. Tempat ini cocok untuk berfoto atau menikmati pemandangan matahari terbenam.

5. Gedung Internatio

Berjarak sekitar 350-400 meter dari Jembatan Merah, Gedung Internatio dahulu merupakan kantor Internationale Crediet-en Handels-Vereeniging Rotterdam.

Bangunan bersejarah ini menjadi saksi peristiwa heroik pada 10 November 1945, yang dipicu oleh tewasnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby.

(SURYA.CO.ID Fikri Firmansyah)

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.