Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON – Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tengah berdampak luas terhadap wilayah, penduduk, serta infrastruktur.
Hingga Senin (12/1/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 14 kecamatan dan 295 kampung terdampak langsung.
14 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah yaitu Atu Lintang, Bebesen, Bies, Bintang, Celala, Jagong Jeget, Kebayakan, Ketol, Kute Panang, Linge, Lut Tawar, Pegasing, Rusip Antara dan Silih Nara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi.
Maka jumlah warga terdampak mencapai 234.710 jiwa, dengan 25 orang meninggal dunia dan 3 orang dinyatakan hilang.
“Selain korban jiwa, bencana ini juga berdampak besar pada kelompok rentan, diantaranya 61 ibu hamil, 305 ibu melahirkan, 143 ibu menyusui, 360 balita, 136 bayi, dan 634 lansia,” kata Mustafa Kamal menjawab TribunGayo.com.
Dari sisi pengungsian, lanjutnya, tercatat 40 titik pengungsian dengan jumlah 5.414 jiwa mengungsi, termasuk 587 penduduk non Aceh Tengah.
Selain itu, sebanyak 10.914 jiwa di 1 kecamatan dan 24 kampung masih berada dalam kondisi terisolir akibat rusaknya akses transportasi.
Kerusakan harta benda tercatat cukup signifikan meliputi:
Kerusakan infrastruktur juga meluas, dengan rincian 306 ruas jalan rusak, 179 titik jembatan rusak, dan 130 jaringan irigasi terdampak.
Selain itu, terdapat 235 tiang listrik rusak, jaringan listrik terganggu di 44 desa, serta 47 desa mengalami gangguan akses telekomunikasi.
Akses transportasi darat di sejumlah wilayah masih terputus.
Sementara itu, fasilitas umum yang terdampak meliputi 4 kantor pemerintahan, 147 rumah ibadah, 72 sekolah, 12 pondok pesantren, 5 puskesmas, 4 pustu, dan 33 polindes.
Dampak juga dirasakan pada sektor pariwisata dan olahraga dengan 78 objek wisata dan 65 fasilitas olahraga terdampak.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus melakukan upaya tanggap darurat, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta percepatan pemulihan infrastruktur.
Data ini bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” tegas Mustafa Kamal.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah daerah. (*)
Baca juga: Tangis IRT di Depan DPRK Aceh Tengah: Petugas Tagih Angsuran di Posko Pengungsi
Baca juga: Tim Desember Kopi Gayo Kembali ke Kampung Tebuk Aceh Tengah untuk Kedua Kalinya
Baca juga: Tembus Medan Longsor, Listrik Darurat Genset Terangi 44 Desa di Aceh Tengah