Minggu Kedua Januari, Harga Bahan Pokok Turun dan Stabil di Tarakan, Bawang Merah Rp 53 Ribu Per Kg
January 13, 2026 02:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Memasuki akhir pekan kedua Januari 2026, pasca Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga komoditas pertanian dan sembako di Tarakan Kalimantan Utara kembali stabil. Ada pula beberapa harga komoditas yang alami penurunan.

Nurlia, warga Kelurahan Gunung Lingkas Tarakan mengaku, dua minggu lalu harga bawang merah di pasar masih Rp 58 ribu per Kg, namun kini perlahan turun menjadi Rp 53 ribu per Kg. 

"Harga bawang putih Rp35 ribuan sekarang, kemarin itu masih Rp38 ribuan. Tomat sekarang Rp 10 ribuan sekilo, dulu Rp15 ribuan," kata Nurlia. 

Meskipun begitu, ada juga yang harga masih sama yakni telur. Untuk telur ukurang sedang Rp 65 ribu per pring "Dulu juga harganya segitu," ucapnya. .

Baca juga: Awal Tahun 2026, Harga Bahan Pokok di Malinau Kaltara Stabil, Cabai Rawit Merah Turun Drastis

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan, Eddy Suriansyah membenarkan harga terkini beberapa komoditas di pasar sudah mulai stabil.

Data dihimpum per 9 Januari 2026 yang disampaikan Eddy Suriansyah, stok beras di angka 1.477 ton dengan harga jual Rp17.500 per minggu. Kemudian, jagung pipil kering 9 ton, harga jual Rp12 ribu per kg. Kedelai 25 ton harga jual Rp15 ribu per kg.

"Nah untuk cabai besar, kita ada produksi juga lokal stok 9 ton dan 6 ton. Harga jual terpantau Rp 46.813 per kg," sebut Eddy.

Lalu harga cabai rawit merah, produksi 13 ton ditambah stok 5 ton, harga jual di kisaran Rp 73.417 per kg.

Selanjutnya, bawang merah alami penurunan. Kini di pasar harga sekitar Rp53.214 dan stok saat ini sebanyak 14 ton. Kemudian bawang putih di stok 15 ton dengan harga jual Rp39.075 per kg.

Baca juga: Harga Bawang Putih dan Merah di Pasar Imbayud Taka Tana Tidung Stabil dan Mulai Melandai Rp 60 Ribu

Lalu daging ayam ras produksi mencapai 148 ton. Harga jual Rp44 ribuan per kg. Daging sapi ada 1,9 ton harga jual Rp160 ribu per kg.

"Untuk minyak goreng stok 80 dan harga jual Rp22.292 per liter. Gula stok kita 60 ton, harga Rp 18.458 per kg," ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap hari pihaknya melakukan  pemantauan harga dan stok ketersediaan pangan.

"Jadi itu dilakukan setiap hari. Dan laporannya pun nanti direkap 7 hari, seminggu untuk pemantauan perkembangan. Karena wajib disampaikan di dashboard Bapanas oleh setiap daerah," tegasnya.

Data ini jugalah yang menjadi tolok ukur dan pertimbangan pemerintah untuk pemantauan harga dan sekaligus melaporkan perkembangan di daerah.

Pantauan di awal tahun 2026,  laporan rapat tim pengendalian implasi daerah (TPID) dinyatakan normal.

Edy Suriiansyah 13012026.jpg
EDEY SURIANSYAH- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tarakan, Eddy Suriansyah.

"Jadi  konsumsi masyarakat sebelum dan menjelang Nataru kemarin itu puncak, setelah itu jenuh jadi mungkin jadi turun.Hanya memang beberapa yang naik, emas kalau tidak salah. Kalau  pangan cukup terkendali, stabil," tegasnya.

Menurutnya harga komoditas pertanian dan sembako stabil, karena tak lepas dari upaya bersama menjaga inflasi sebagaimana yang ditargetkan nasional.

"Di angka 2,5 persen plus 1 itu kita berada di tengah-tengahnya. Kalau tidak salah kemarin  2,8 persen inflasi dan pusat di 2,96 persen. Masih di bawah nasional," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.