Air Belum Surut, Arus Lalu Lintas Tol Bandara Soetta Melambat Pagi Ini
January 13, 2026 11:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Genangan air tampak masih terjadi di ruas tol arah Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Selasa (13/1/2026) pagi, sehingga menghambat arus lalu lintas dari dan menuju bandara.

Menurut Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, genangan setinggi 10–15 sentimeter ditemukan di sekitar Gerbang Tol Cengkareng hingga ramp Rawa Bokor. 

“Pengaturan arus lalu lintas di gerbang tol Cengkareng lanjut ramp rawa bokor terjadi genangan Air sekitar 10-15 cm,” tulis keterangan Ditlantas Polda Metro Jaya yang diterima.

Adapun kondisi tersebut menyebabkan kendaraan melaju perlahan.

Baca juga: Update Banjir Jakarta Hari Ini 28 RT dan 6 Ruas Jalan Terendam Usai Hujan Deras

Berdasarkan laporan terkini pukul 09.15 WIB, genangan tercatat di Km 31.400 A dan di keluaran Rawa Bokor dengan ketinggian air yang sama.

"Ketinggian air 10-15 cm," ujar Dhanar Dhono.

Meski masih dapat dilintasi kendaraan, termasuk mobil sedan, pengendara diimbau berhati-hati dan mengantisipasi perlambatan.

"Masih dapat dilintasi kendaraan termasuk sedan, namun melambat," ujar dia.

"Antrean gerbang Cengkareng normal," sambungnya.

Jadwal Penerbangan Terganggu

Cuaca buruk yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada Senin (12/1/2026) memicu kekacauan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Gangguan tersebut tak hanya berdampak lokal, tetapi juga menimbulkan efek domino hingga ke sejumlah bandara besar di berbagai kota di Indonesia.

Kekacauan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akibat cuaca buruk di Jakarta dan sekitarnya pada Senin (12/1/2026) turut berdampak ke sejumlah bandara di kota lain.

Cuaca ekstrem menyebabkan keterlambatan keberangkatan dan kedatangan pesawat, pengalihan rute penerbangan, hingga penumpukan jadwal terbang maskapai di beberapa bandara utama.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh pemerhati dan konsultan penerbangan Gerry Soejatman melalui akun media sosial X miliknya, @GerryS.

Menurut Gerry, gangguan operasional sejak pagi hari di Bandara Soekarno-Hatta memicu knock-on effect atau efek domino yang berdampak pada jadwal penerbangan berikutnya.

Baca juga: Cuaca Buruk, 12 Pesawat Gagal Mendarat dan 34 Penerbangan Dialihkan dari Bandara Soetta

"Imbas dari cuaca buruk tadi pagi di bandara Soekarno-Hatta (CGK/WIII) masih bikin pusing dan repot banyak orang akibat knock-on effect (consequential delay), baik dari pemunduran keberangkatan maupun diversion dan kombinasi tabrakan dengan jadwal-jadwal yang masih on schedule," tulis Gerry dikutip Tribunnews.com, Selasa (13/1/2026).

Berdasarkan data pemantauan penerbangan, tingkat gangguan operasional masih tergolong tinggi.

Gerry mengungkapkan, indeks gangguan atau disruption index di platform pemantauan penerbangan Flightradar24 masih berada di level 5,0 untuk penerbangan keberangkatan maupun kedatangan.

Level 5,0 bisa diartikan, walaupun ada gangguan namun situasi penerbangan hampir normal, sekira pukul 18.30 WIB saat unggahan dibuat.

 "Average delay tercatat sekitar 90 menit untuk kedatangan dan 67 menit untuk keberangkatan," terang Gerry.

Ia menyarankan para penumpang untuk bersabar dan menyiapkan waktu ekstra bagi yang masih harus melakukan perjalanan udara dari dan menuju Jakarta.

"Mohon bersabar bagi yang masih harus melakukan penerbangan ke/dari Jakarta hari ini dan siap-siap spend waktu ekstra di bandara," ungkapnya masih dari laman X.

Gerry menyebut dampak cuaca buruk di Jakarta juga telah merambat ke bandara-bandara lain.

Baca juga: Sampai Kapan Indonesia Diterjang Cuaca Buruk? BMKG Buka Suara

Beberapa bandara besar seperti Surabaya Juanda (SUB), Bali Ngurah Rai (DPS) dan Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) juga tercatat berada pada disruption index 5.0.

 "Bandara Surabaya Juanda (SUB/WARR), Bali Ngurah Rai (DPS/WADD) dan Makassar (UPG/WAAA) juga berada dalam disruption index 5.0. Jadi dampak dari cuaca buruk Jakarta sudah merambat ke bandara-bandara lain," terangnya.

Gerry juga mengingatkan potensi keluhan penumpang terkait kompensasi akibat keterlambatan penerbangan. Menurutnya, gangguan yang terjadi akibat cuaca ekstrem masuk dalam kategori faktor di luar kendali maskapai.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.