TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar terus berupaya menangani persoalan sampah liar yang masih menjadi masalah serius di Kota Gianyar, Bali.
Setiap harinya, rata-rata hampir 1 truk sampah liar yang ditemukan di pinggir jalan dan ruang publik.
Hal itu menunjukkan masih banyak oknum masyarakat yang belum bisa diajak menjaga lingkungan.
Kepala DLH Gianyar, Wayan Arsana, Selasa 13 Januari 2026 mengungkapkan bahwa lokasi pembuangan sampah liar paling sering ditemukan di tempat umum dan sisi jalan.
Pihaknya menduga hal tersebut sengaja dilakukan oleh oknum masyarakat.
Baca juga: Kadisdikpora Denpasar: Sampah di Sekolah Diolah Langsung!
"Banyak yang sengaja lewat lalu membuang sampah sembarangan," ujar Arsana.
Hal ini pun menimbulkan permasalahan yang cukup pelik.
Sebab, penanganan sampah liar ini tidak bisa langsung diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi.
Petugas harus terlebih dahulu membongkar dan memilah sampah sebelum diangkut.
"Kebijakan jadwal pembuangan sampai ke TPA Temesi tidak bisa diganggu, termasuk kami sekalipun. Sehingga sampah liar ini, sebelum dibuang ke TPA, petugas pengangkut sampah harus memilahnya terlebih dahulu," ujarnya.
Meski demikian, Arsana mengatakan, jumlah sampah liar ini relatif menurun.
Hal tersebut tak terlepas dari pihaknya yang telah menindak beberapa pelaku pembuangan sampah liar, mereka didominasi oleh penduduk pendatang yang tidak berlangganan layanan angkut sampah.
"Perlahan sudah mulai ada penurunan," kata Arsana.
Dalam menekan oknum yang masih membuang sampah sembarangan, kata Arsana, selain melakukan penindakan, pihaknya juga terus memberikan edukasi dan berkoordinasi dengan kepala desa serta lurah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Terkait kondisi sampai secara umum saat ini di Gianyar, kata dia, volume sampah di Kabupaten Gianyar telah menunjukkan tren menurun.
Sebelum pemberlakuan kebijakan pemilahan, volume sampah yang masuk TPA Temesi mencapai sekitar 400 ton per hari.
Saat ini, volumenya turun menjadi sekitar 200 ton per hari. (*)